Roda mobil tidak akan berputar sebagaimana mestinya tanpa komponen penting satu ini. Yaps, komponen ini adalah gardan yang berfungsi mendistribusikan tenaga dari mesin ke empat roda. Beberapa produsen merancang mobil dengan gardan semi floating dan full floating, bisa dipastikan gardan ini seringkali menjadi topik obrolan dikalangan pecinta mobil 4X4.

Gardan semi floating dan full floating juga dikenal sebagai gardan solid, biasanya bertengger pada mobil Jeep, Land Rover dan Land Cruiser, kemampuannya sudah teruji di medan offroad. Pada umumnya gardan full floating dapat dapat kita jumpai sebagai gardan depan, sementara semi floating bertugas di gardan belakang. Buat kalian yang belum tahu apa sih bedanya? Cekidot!
Semi Floating

Jika anda memiliki mobil berspesifikasi gardan semi-floating berarti mobil anda termasuk berbobot ringan lantaran hanya bisa menampung sejumlah berat tertentu, misalnya saja mobil penumpang lebih cocok menggunakan gardan semi floating. Bobot gardannya sendiri juga lebih ringan ketimbang full floating.
Secara mekanis poros masing-masing rumah gardan terdapat bearing yang menjadi tumpuan as roda, sehingga selain as roda berfungsi sebagai pemutar roda juga menahan bobot kendaraan. Jadi as roda disini memiliki tugas ganda, bisa dibilang torsi pun jadi lebih berat. Mengingat hal itu ada kemungkinan axle shaft bengkok atau patah jika menopang beban terlalu besar.
Wajar jika gardan semi floating diperuntukkan untuk mobil berbobot ringan hingga menengah. Meskipun tidak sekuat tipe full floating, tentu semi floating punya kelebihan diantaranya konstruksi lebih sederhana, serta perawatannya mudah dan murah.
Full Floating

Gardan full floating mampu memikul beban lebih besar seperti pada mobil pikap, mobil offroad maupun olahraga ekstrim lainnya. Pada tipe ini, masing-masing poros gardan memiliki dua bearing sehingga beban seutuhnya ditopang oleh rumah gardan. As roda disini tidak terbebani oleh bobot kendaraan fungsinya hanya memutar roda saja, efeknya torsi yang dihasilkan lebih banyak. Jadi nggak heran jika tipe full floating mampu menahan bobot berat ketimbang gardan semi floating.
Keunggulan menggunakan gardan ini adalah jika mengalami kerusakan pada as roda/ as roda patah, tidak perlu membongkar seluruh komponen yang ada disitu. Kedua, axle shaft pun cenderung terjaga lantaran beban kendaraan ditahan oleh rumah gardan, dari sisi keamanan juga lebih baik. Hanya saja gardan full floating punya kelemahan yakni konstruksinya lebih rumit, biaya perawatan relatif lebih mahal.
Jadi pilih yang mana?

Pilihan antara gardan semi floating dan full floating akan bergantung pada dua hal yakni anggaran dan mobil. Jika anda hanya orang awam yang mengendarai mobil penumpang sebagai mobil harian dan tidak ditujukan untuk kepentingan komersil, lebih baik menggunakan gardan semi floating. Dari sisi biaya lebih terjangkau dan ideal untuk bobot kendaraan anda yang relatif ringan.
Disisi lain, jika anda memiliki mobil komersil yang secara rutin membawa muatan berat atau menggunakan SUV anda pasti akan membutuhkan gardan full floating. Pastinya akan merogoh kocek yang lebih banyak, tetapi kebutuhan anda terpenuhi.

