SEMARANG – Sesi uji coba Mirage Proto racikan Heron Motorsport yang semula direncanakan pada seri ketiga Kejurnas Sprint Rally Semarang 2025, belum berjalan mulus lantaran masih ada kendala teknis.
Ditemui di sela-sela rangkaian kejurnas, Heron, pemilik dari workshop tersebut, mengungkapkan beberapa hal terkait masalah teknis pada Mirage Proto yang dikemudikan oleh Aswin Tanuseputra.
Setidaknya, pada uji coba di atas lintasan gravel, ada dua problem yang dihadapi oleh mobil reli tersebut. Pertama adalah perihal komponen kopling yang jebol dan yang kedua adalah persoalan suhu panas berlebih di dekat komponen turbo sehingga menyebabkan beberapa komponen lainnya ikut bermasalah.
“Koplingnya jebol, dan sempat gosong jadi persneling enggak mau di posisi netral. Jadi kalau masuk gigi, mobilnya langsung jalan dan enggak bisa bekerja secara normal,” jelas Heron.
Dengan kondisi yang seperti itu, sayangnya tim mekanik tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan. Sebab, spare part yang dibutuhkan tidak tersedia sehingga pada SS2, SS3 hingga SS4, mobil Mirage Proto berkelir merah ini gagal melanjutkan riset and development secara langsung.
“Saya tidak ada spare part makanya kita tidak bisa melanjutkan lagi di SS2, SS3 dan SS4. Untuk hal lainnya juga banyak yang harus lebih diperhatikan. Seperti beberapa part yang harus dibongkar di bagian dekat turbo. Itu kan panas, jadi ada sebagian yang hampir gosong dan harus dilihat lagi. Rencananya nanti kita akan pasang proteksi yang lebih bagus supaya tidak seperti itu lagi,”
Sementara untuk kondisi bodi dan kaki-kaki serta sistem pengereman, menurut Heron tidak ada masalah sehingga hal tersebut tidak memengaruhi performa mobil.
“Kalau dari Aswin tidak ada masalah di bagian lain, dia juga enjoy-enjoy aja nyetirnya,” sambug Heron.
Mengenai spesifikasi Mirage Proto milik Aswin Tanuseputra, Heron, menyematkan mesin Mitsubishi Evo X yang telah diperkecil kapasitasnya. Semula, mesin empat silinder ini berkubikasi 2.0 liter turbocharger dengan blok silinder berbahan alumunium. Setelah dilakukan pengerjaan ulang, kubikasi mesin menjadi 1.6 liter turbocharger dengan dalih agar sama seperti mobil-mobil lainnya yang bertarung di kelas RC3.
Setelah mengetahui permasalahan pada mobil tersebut, nantinya tim mekanik akan melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Bahkan, ia sudah merencanakan untuk melakukan pengetesan dalam waktu dekat sebelum mobil reli ini dikirim ke Medan, untuk mengikuti Kejurnas Rally di Medan yang rencakanya digelar pada akhir Juni 2025 mendatang. (*)

