JAKARTA – Keikutsertaan pereli nasional dalam ajang Adelaide Rally 2025, Indonesia Rally Team yang beranggotakan Rifat Sungkar, Ryan Nirwan dan Moreno Dzaky Nasution, berhasil menorehkan prestasi baru di ajang internasional tersebut.
Salah satu pencapaian terbaiknya dikontribusikan oleh Ryan Nirwan, yang pada kesempatan tersebut berpasangan dengan Garindra Kusuma. Sosok Adi Indiarto yang biasanya mendampingi pereli asal Kalimantan Timur tersebut, terpaksa absen lantaran terkendala administratif.
Bagi Ryan, bisa membawa Indonesia Rally Team untuk mencapai garis finish di Adelaide Rally 2025 dengan menempati peringkat ketujuh overall, ini merupakan sebuah pengalaman baru dalam debutnya tersebut.
“Kita tahu datang ke sini persaingan ketat sekali, jadi nggak mungkin langsung mikir podium,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa posisi ketujuh saja sudah menjadi capaian yang sangat ia syukuri.
Ryan juga menjelaskan bahwa trek di Australia memberikan tantangan berbeda karena kecepatannya jauh lebih tinggi dibanding di Indonesia.
“Tiba-tiba dikasih speed kencang begini pasti butuh penyesuaian,” kata Ryan, mewakili Indonesia Rally Team.

Ryan Nirwan (paling depan) berhasil menempati peringkat ke-7 overall
Ia juga menegaskan harapannya bahwa keikutsertaan ini akan menjadi awal dari lebih banyak kesempatan tampil di event internasional.
Sementara itu, Moreno yang turun di kelas yang sama dengan beberapa nama besar pereli dunia mengaku merasakan campuran rasa gugup sekaligus ada kebanggaan. Dengan perjalanan karier yang baru memasuki tahun kedua, ia menyebut pengalaman berada satu lintasan dengan idola-idolanya sebagai sebuah momentum penting.
“Rasanya nervous banget karena yang balapan di sini itu yang biasa saya lihat di Instagram, seperti Hayden Paddon atau Alex Rulo,” ungkap Moreno.
Moreno juga mengakui perbedaan level yang signifikan antara event nasional dan kompetisi aspal internasional. Di Indonesia tidak ada reli yang full tarmac, hanya ada di sprint rally atau di area tertutup. Sehingga menurut Eno, nama panggilannya, penyesuaian terhadap lintasan jalan raya berkecepatan tinggi menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang menyenangkan.
Meski begitu, ia mengatakan dengan antusias: “Kalau ditanya mau ngulang lagi nggak? Mau. Semoga next year bisa coba lagi.”
Rifat menutup rangkaian kompetisi dengan finish di posisi 11 setelah sempat melakukan attack pada pagi hari untuk merebut posisi 10 besar. Ia berhasil memperpendek jarak, namun harus berhadapan dengan pembalap lokal berpengalaman yang telah beberapa kali mengikuti rally yang sama.
“Persaingannya ketat, akhirnya beda 15 detik,” ujar Rifat.
Sebagai Program Leader, Rifat menyebut hasil ini sesuai dengan tujuan utama tim yaitu menjadikan ajang ini sebagai momen pembukaan dan pembelajaran. Ia menekankan bahwa capaian tim, yang mampu menembus posisi 7 besar hingga mencatat posisi terdepan di stage tertentu, merupakan hal yang sangat membanggakan bagi Indonesia.
“Yang penting Indonesia Rally Team bisa nembus posisi 10 besar bahkan di posisi 7 di Adelaide Rally,” tutur Rifat.
Bagi Indonesia Rally Team, debut di Adelaide Rally ini menjadi pijakan penting untuk terus berkembang, mengasah diri, dan membawa semangat kompetitif Indonesia ke ajang-ajang reli internasional berikutnya. (*)

