Di jaman modern seperti ini, banyak kendaraan baru yang menawarkan sejumlah mode dimana cukup diaktifkan dengan satu sentuhan jari melalui tombol untuk mengubah ‘perilaku’ dan ‘kepribadian’ kendaraan. Salah satu yang paling populer adalah mode SPORT. Iya, saat ini mode SPORT tidak hanya ditemukan pada mobil ‘kelas sport’ atau muscle car saja tetapi juga merambah ke kelas yang lebih konvensional.
Mode ini pada dasarnya menjanjikan peningkatan tenaga dan respon setelah diaktifkan, yang kemudian memberi pengalaman berkendara lebih mendebarkan. Tetapi sebenarnya apa mode SPORT itu dan apa fungsinya? Apakah berefek buruk bagi kendaraan anda jika menggunakannya setiap saat? Apa yang akan terjadi jika tombol ini diaktifkan? Well, semoga ulasan dibawah dapat sedikit memberi gambaran untuk memahami apa yang ditawarkan dari mode SPORT.

Mode SPORT — Simplified
Pada mode SPORT dengan teknologi paling sederhana, mengaktifkan mode ini akan membuat throttle kendaraan lebih sensitif. Seperti pada transmisi otomatis yang merespon hal serupa — menurunkan gigi dan menahan putaran lebih tinggi dalam periode yang lebih lama untuk menjaga output tenaga mesin dalam jarak yang sangat dekat. Anda akan merasakan perbedaan nyata dalam hitungan detik yang dibutuhkan kendaraan dari ‘bangun dan melaju’ serta meningkatkan respon throttle dan kinerja sistem kemudi di jalan raya.
Salah satu momen terbaik untuk mengaktifkan mode SPORT adalah ketika anda merasa perlu menyalip kendaraan lain, dan seketika tenaga, torsi, dan respon akan meningkat jauh lebih cepat — ini mode SPORT paling sederhana.
Mode SPORT — Suspension
Selain nuansa sporty dari transmisi dan throttle kendaraan, suspensi kendaraan juga dilibatkan ketika mode SPORT diaktifkan. Sebagian besar mobil dibekali suspensi fixed dengan pengaturan tunggal yang dirancang untuk menyeimbangkan perpaduan antara handling dan kenyamanan berkendara. Kedua atribut ini sebetulnya adalah musuh bebuyutan, meskipun berbagai teknologi suspensi adaptif memungkinkan keduanya untuk hidup berdampingan dengan damai.
Sistem Magnetic Ride Control milik Cadillac yang menjadi bagian dari teknologi suspensi adaptif mungkin menjadi salah satu fitur favorit pengemudi. Dengan menekan tombol, pengemudi akan merasakan sensasi berkendara layaknya diatas eskrim yang lembut tetapi juga sesuatu yang lebih tajam dan lebih responsif. Berkat kemampuannya untuk mengontrol perilaku suspensi kendaraan secara elektronik, sistem seperti Magnetic Ride Control menawarkan tunggangan yang lebih nyaman termasuk handling — ibarat mengendarai mobil yang jauh lebih kecil namun lebih atletis.

Pada mode SPORT, bodi kendaraan seakan lebih tertanam di atas roda, bahkan saat mengemudi intensif dengan kecepatan tinggi di sirkuit. Ini meningkatkan stabilitas kendaraan, mengurangi beban kerja pengemudi, dan membuat pengalaman berkendara terasa lebih santai dan tenang. Pengemudi yang ‘sensitif’ akan merasakan sistem bekerja untuk menjaga bodi kendaraan tetap rata dan stabil di atas roda.
“Cadillac menawarkan generasi terbaru sistem aktif suspensi Magnetic Ride Control (juga dikenal sebagai Continuous Damping Control-CDC), standar pada model V-Series dan tersedia pada model Sport untuk pasar global tertentu. Sistem ini memberikan kontrol gerak bodi yang akurat, ‘membaca’ jalan setiap milidetik yang 10 kali lebih cepat dari kedipan mata dan mampu mengubah respons redaman hanya dalam 10 milidetik,” cetus tim Manajer Produk Cadillac.
Sederhananya, teknologi ini secara individual memungkinkan shock absorbers mengoptimalkan pengendaraan dan karakteristik handling terhadap mode penggerak yang dipilih dengan kecepatan kilat. Pula memperkuat karakteristik yang diinginkan pengemudi pada setiap mode penggerak (drive) yang tersedia. Berkat kemampuan untuk melakukan penyesuaian besar pada suspensi dalam sepersekian detik, sistem ini juga menggunakan fungsi seperti Pothole Mitigation dan Pitch Control untuk memperhalus pengendaraan dalam beberapa situasi.
Mode SPORT — AWD
Penggunaan mode SPORT juga dapat mengubah perilaku sistem AWD kendaraan. Mode dengan fungsi ini, tenaga yang lebih besar biasanya dikirim lebih cepat ke roda belakang, dimana membantu handling yang lebih akurat dan memungkinkan pengemudi untuk berakselerasi secara lebih efektif terutama di tikungan. Distribusi torsi antara roda depan dan belakang, dan juga dari roda kiri ke kanan, dapat diubah untuk meningkatkan karakteristik SPORT terhadap handling kendaraan.

Mode SPORT — Sound Effects
Pengemudi juga bisa merasakan pengalaman suara mesin yang lebih dinamis pada mode SPORT. Beberapa kendaraan menggunakan suara mesin yang ‘di-sintesis’ dengan cara dipompa masuk melalui speaker kendaraan untuk menghasilkan pengalaman audible dari akselerasi full-throttle — dengan mode SPORT, efek ini dapat ditingkatkan.
Sementara kendaraan lain menggunakan katup atau saluran mekanis buka-tutup pada sistem air-intake atau sistem knalpot untuk menghasilkan suara yang lebih maskular dan ‘mengintimidasi’ ketika mode SPORT diaktifkan.
Mode SPORT — Turbocharger Pre-Spool
Di sisi lain, ada lebih banyak spesifikasi mode SPORT yang bahkan dapat melakukan pre-spool pada mesin turbocharger dalam kondisi idle saat mode SPORT diaktifkan. Mode sejenis ini dapat ditemukan pada Porsche 911 atau Mercedes E53 AMG, penggunaan mode penggerak higher-performance memicu perubahan elektronik dalam sistem manajemen mesin yang memungkinkan kompresor menghasilkan dorongan (boost) positif, bahkan dari kondisi mesin idle. Secara preventif juga menghilangkan boost-lag yang biasanya terjadi ketika throttle pertama kali diterapkan.

Mode SPORT — Extras
Beberapa model kendaraan termasuk Lexus yang memiliki higher-performance dan mesin Audi, bahkan didukung dengan perubahan gaya, warna dan animasi pada instrumen kluster mereka — tampilan yang terinspirasi dari mobil balap ketika mode SPORT diaktifkan.
Fungsionalitas mode SPORT lain yang ditemukan dalam beberapa pabrikan termasuk kemampuan untuk ‘mengencangkan’ penopang kursi elektrik pengemudi, menurunkan suspensi jika kendaraan dilengkapi dengan fitur height-adjustable, dan bahkan dapat mengurangi intervensi kontrol stabilitas untuk mempersiapkan pengendaraan yang lebih dinamis.
Selain mode SPORT, beberapa kendaraan juga menawarkan mode TRACK, COMPETITION, atau SPORT+ untuk tingkat performa yang lebih tinggi dengan sistem kalibrasi khusus yang tidak ditujukan untuk penggunaan di jalan raya umum.

KEKURANGAN MODE SPORT
Dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan, dua hal ini selalu berjalan beriringan, yang membedakan hanyalah porsinya. Meski mode SPORT memiliki banyak kelebihan, tentu saja terdapat kekurangan yang perlu anda ketahui, yaitu:
– Konsumsi bahan bakar
Perubahan mendadak pada akselerasi kendaraan anda, waktu respon, torsi, dan tenaga tidak hanya terjadi bergitu saja tanpa konsekuensi. Kelemahan terbesar dari mengaktifkan mode SPORT atau digunakan secara berkelanjutan adalah konsumsi bahan bakar kilometer per liternya. Tentu saja akan membutuhkan bahan bakar ekstra untuk memenuhi permintaan tenaga secara mendadak dan meskipun mungkin tampaknya tidak ada perbedaan di awal, konsumsi akan meningkat seiring waktu.
Itulah sebabnya mengapa banyak automaker telah menambahkan mode SPORT melalui tombol. Ini memungkinkan anda mengaktifkan dan mematikan mode sesuka hati, anda akan mendapatkan performa terbaik dari kendaraan anda tanpa harus merogoh uang ekstra ke pompa bensin.
– Durabilitas mesin
Sebagian besar automaker menyadari keinginan pelanggan dalam menggunakan mode SPORT sesering mungkin. Mesin pabrikan dirancang untuk mencegah banyak penyalahgunaan di jaman modern, khususnya mobil sport, tetapi perlu diketahui bahwa mengaktifkan mode SPORT akan memberi tekanan lebih besar pada mesin.
Tentu saja hal ini tidak akan menimbulkan masalah dalam jangka pendek, tetapi terlalu sering menggunakan mode ini untuk periode waktu yang lama dapat melemahkan mesin lebih cepat ketimbang mobil yang tidak dilengkapi dengan mode SPORT.
By: Lie

