THAILAND – Pereli Julian Johan dan Recky Resanto harus berjuang lebih ekstra lantaran mengalami insiden terperosot ke sawah saat melakoni etape ketiga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023.
Dalam penjelasannya, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, menceritakan bahwa hal tersebut dikarenakan ada sistem pada mobilnya yang kurang mendukung sehingga performanya sedikit terganjal.
Seperti yang sempat dijelaskan oleh pereli kelahiran 1 Agustus ini, sistem pengereman yang menggunakan Anti-lock Braking System (ABS) tidak bisa dilepas lantaran terkoneksi dengan sistem ECU mobil.
“Bicara kejadian waktu masuk ke sawah pada SS3, jadi memang ABS-nya belom bisa dinonaktifkan, karena complex electricalnya berpotensi bikin error sistem di ECU,” buka Jeje kepada Fastnlow.
Dengan kondisi tersebut, ia menambahkan performa pengereman mobil justru menjadi tidak maksimal saat digunakan pada kondisi rally raid. Sehingga, seharusnya mobil bisa melakukan deselerasi, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Jeje mengalami insiden saat melakoni etape ketiga AXCR 2023
“Nah jadi mobil enggak bisa direm dengan optimal di permukaan licin dan menyebabkan mobil akan menggelosor maju, sampai akhirnya di satu tikungan sempit, tebing dan sawah kanan kiri, pas mau belok ke kiri mobilnya enggak mau ngerem, akhirnya kecepatan gak berkurang dan pada saat belok ke kiri meluncur ke sawah,” kenangnya.
Sejatinya, ia bisa melakukan recovery mobil dengan dua cara, yakni mengaitkan winch pada sebuah pohon, atau dengan menggunakan metode ground anchor. Namun sayangnya, kondisi di lintasan tersebut tidak memungkinkan baginya untuk melakukan recovery secara mandiri.
“Sawahnya itu untuk mau recovery, sebenarnya masih bisa, tapi enggak ada pohon buat mengaitkan winch, dan akhirnya kita coba pakai ground anchor dengan cara menanam di tanah, dan akhirnya enggak bisa juga karena tanahnya keras gak bisa nancep anchorya,” imbuh pereli yang sempat bernaung di bawah tim rally Malaysia, One Motorsports.
Beruntung, meski ia terjerembab di sawah, tim Taiwan melintas dan memberikan pertolongan untuk melakukan recovery mobil. Dengan mengandalkan metode strap, akhirnya ia bersama Recky Resanto berhasil dan dapat melanjutkan kompetisi sampai garis finish di etape tersebut.

Jeje (kedua dari kiri) dan Recky (tengah) bersama tim Taiwan yang membantu melakukan recovery
“Dan ada tim Taiwan, dia nawarin untuk ditarik pakai strap, akhirnya ditarik keluar dan dia tetap lanjut lagi, lalu saya sama Recky bersiap untuk lanjut lagi. Dan dengan kondisi mobil aman, kita lanjut lagi ke finish dengan menyisakan jarak sekitar 120 kiloemter lebih dengan pace yang aman,” sambung pereli yang membawa nama Jejelogy GHP Law and Firm ini di ajang AXCR 2023.
Beruntung, saat menyelesaikan etape ketiga tersebut ia masih bisa menuntaskannya dengan batas waktu yang sudah ditentukan.
“Sampai di finish, hasilnya masih di bawah batas aman, jadi finishnya itu intinya masih sebelum batas waktu maksimal dengan kondisi kita aman dan mobil juga masih dalam kondisi aman, ini juga menjadi pengalaman baru di sini dengan rally raid ini tidak gampang dengan sesuatu apapun bisa terjadi,” tutupnya. (*)

