JAKARTA – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) menunjukkan komitmennya dalam ajang motorsport global dengan mengikuti SCORE Baja 500 yang berlangsung di Meksiko, Amerika Utara.
Kompetisi yang diselenggarakan sejak 29 Mei hingga 2 Juni 2024 ini, merupakan event bergengsi untuk pertarungan mobil-mobil berpenggerak 4×4 di atas lintasan padang pasir.
Pada dasarnya, konsep SCORE Baja 500 ini mirip dengan Asia Cross Country (AXCR) ataupun Rally Dakar. Namun, pada kompetisi ini dibedakan dari jarak tempuh yang dilalui, oleh karena itu ajang ini dibagi menjadi kategori SCORE Baja 400, SCORE Baja 500 dan SCORE Baja 1000 di mana angka di belakang tersebut menunjukkan jauhnya jarak yang harus ditempuh oleh masing-masing pereli.

Antrian sebelum scrut mempergunakan jalan umum di salah satu kota di Meksiko (Foto: TGRI)
Sama seperti halnya balapan lainnya, seluruh peserta dan tim balap harus mengikuti sesi scrutineering. Terkait pembedanya, dalam bincangnya bersama FastnLow, Direktur Toyota Gazoo Racing Indonesia, Dimitri Fitra Ditama, yang berada di Meksiko, menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sistem scrutineering di SCORE Baja 500 ataupun di AXCR.
“Sebenarnya, proses scrutineering di sini dengan AXCR sama, tapi bedanya di SCORE Baja 500 ini semua antri di jalanan. Sehingga, proses scrut tersebut antri dan penonton atau publik bisa langsung akses ke pembalap dan mobil balapnya,” jelas Dimitri.
Selain itu, untuk proses scrut yang dilakukan terhadap mobil oleh penyelenggara SCORE Baja 500 juga tidak ada perbedaannya. Semua komponen mobil yang ada di dalam dan luar semuanya melewati pengecekan secara teliti oleh tim penyelenggara.

Ikuo Hanawa (kiri), Toshio Obara (kedua dari kiri), TB Adhi (kedua dari kanan), H Somemiya (kanan) (Foto: TGRI)
“Terkait bagian yang discrut, macam-macam. Pertama yang dicek adalah chassis, lalu rollcage. Kemudian sisi safety juga dicek oleh mereka, mesin, GPS (alat navigasi) serta radio, juga dicek semuanya,” tambahnya.
Toyota Gazoo Racing Indonesia pada ajang ini menurunkan empat atletnya, yakni Ikuo Hanawa, Hirikazu Somemiya, Tubagus Moerinsyahdi, dan Toshio Obara. Mereka akan berlaga dengan menggunakan Toyota Fortuner yang telah dimodifikasi di beberapa sektor, serta akan turun di kategori Class 3. (*)

