Connect with us

Rally

Jadi Co-Driver di Mobil Rally R5, Bedanya Apa Sih?

Jadi co-driver mobil rally R5 beda gak sih?
Hyundai i20 N R5 jadi andalan Haji Rahmat dan Hade Mboi

JAKARTA – Dengan seiring perkembangan dunia rally di Indonesia, saat ini banyak pereli yang memboyong mobil rally dengan spesifikasi yang begitu mumpuni. Sebut saja kelas R5 atau Rally2, yang merupakan satu kelas di bawah WRC, belakangan menjadi buruan dari pereli Tanah Air.

Selain driver yang harus beradaptasi dengan cepat terhadap mobil-mobil berteknologi tinggi tersebut, co-driver juga harus menyesuaikan diri dengan karakter mobil. Namun, adaptasi seorang co-driver tidak begitu banyak bila dibandingkan drivernya.

Ade Ramadhan, co-driver senior Tanah Air yang masih eksis di ajang kompetisi tersebut, mengungkapkan bahwa sejatinya tidak ada perbedaan yang begitu signifikan ketika menjalani tugasnya. Hanya saja, dukungan fitur pada mobil R5 ini memang jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan mobil lainnya.

Jadi co-driver mobil rally R5 beda gak sih?

Ade Ramadhan (kiri) dan Shammie (kanan)

 

“Mau mobil baru atau mobil lama sebenarnya sama aja, hanya saja memang kalau bicara teknologi lebih oke. Kalau kita di co-driver sama aja, cuma harus lebih memperhatikan kabin, karena ada beberapa perbedaan dengan mobil lama, terutama pada tombol-tombolnya,” ujar Ade Ramadhan.

Selain hal tersebut, faktor lain yang menurutnya menjadi perbedaan adalah posisi duduk, di mana pada mobil rally R5 memiliki posisi yang lebih rendah pada saat mobil tersebut baru datang dari workshop luar negeri.

“Kalau sekarang (mobil R5), posisinya kependekan, dan bisa diatasi dengan bikin penambahan supaya agak lebih tinggi. Ini kan postur bule, dan kita beda posturnya. Makanya paling dikoreksinya di jok ditinggiin, lalu selebihnya semua sama,” tambah Ade.

Begitupun dengan toolkit yang ada di mobil tersebut. Menurutnya, toolkit seperti dongkrak, memiliki spesifikasi yang berbeda, dan hal ini memberikan keuntungan kepada driver dan co-driver ketika mengalami insiden pecah ban saat kompetisi berlangsung.

“Dongkrak juga beda, gimana cara mengoperasikannya. karena tiga kali dongkrak udah naik. beda sama yang dulu, dan ini harus dipelajarin juga. Kalau dia gak pelajarin, gimana cara ganti bannya.. kan teknologi itu harus dipelajarin,” bebernya.

Jadi co-driver mobil rally R5 beda gak sih?

Haji Rahmat (kiri) dan Hade Mboi (kanan)

 

Senada dengan Ade Ramadhan, menurut Hade Mboi, co-driver nasional yang juga sempat mencicipi ajang internasional bersama Subhan Aksa beberapa waktu silam, menjelaskan ada penyesuaian yang dia lakukan saat membaca pacenote. Terlebih, performa mobil yang dikemudikan oleh Haji Rahmat, driver yang ia dampingi sepanjang musim 2023 merupakan Hyundai i20 N Rally2 yang memiliki performa buas.

“Jadi makanya paling tinggal ngatur timing kapan kita memberitahu driver. Kalau pakai mobil M seperti Evo itu, mungkin 100 meter kita bisa kasih tahu di depan seumpamanya kiri tiga. Tapi di mobil R5 mungkin gapnya 150 meter kita sudah kasih tau bahwa di depan kiri tiga, karena momentum mobilnya sampai akan lebih cepat, dan juga faktor breaking point juga memengaruhi,” jelasnya.

Di samping itu, saat membaca pacenote di sprint rally dan speed rally dengan menggunakan mobil rally R5 juga harus disesuaikan. Pasalnya, saat melakoni sprint rally, jarak yang ditempuh lebih pendek ketimbang speed rally. Sehingga, pada saat bertemu dengan jarak yang panjang, co-driver harus menyesuaikan pembacaan pacenote tersebut.

“Baca pacenote di speed rally, lu akan dapat kesempatan ketemu speed yang lebih tinggi. Tapi, sebenrnya logicnya sama. Pada saat rally panjang, co-driver juga harus mastiin per section. Kalau jaraknya 800 meter, kan jauh nih, jd dibagi berapa check point, entah itu ada tanda apa yg buat patokan supaya driver gak nungguin 800 meter itu di mana ya,” sambungnya.

Di luar itu semua, Hade, juga memiliki pesan bahwa meskipun menggunakan mobil rally R5, satu hal yang penting dan harus dilakukan adalah perbanyak testing terhadap mobil. Sebab, R5 ini memiliki banyak variabel setting yang membuat mobil bisa lebih nurut kepada driver.

“Testing mesti rajin, karena variabel set up jadi banyak banget dibanding jaman Evo. Mungkin sekian kali lipat dari Evo yang bisa disetup dari R5, terutama di suspensi,” pungkasnya. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect