Jeep tampaknya berhasil membuat para pengunjung Geneva International Motor Show terpukau atas hadirnya Jeep Renegade dan Compass versi plug-in hybrid. Tak hanya pengunjung disana, bahkan kehadiran dua keluaran mobil terbaru ini seakan dipamerkan ke seluruh penjuru dunia, terbukti menjadi headline di sejumlah media otomotif online.

FCA melaporkan penjualan keseluruhan meningkat 14 persen pada 2018 di AS, sementara merek Jeep mengalami peningkatan penjualan sebanyak 17 persen. Jeep Wrangler khususnya yang merupakan best-seller dengan total penjualan 240.032 unit.

Coba anda pikirkan, banyak SUV yang menawarkan kenyamanan lebih, ruang kabin yang lebih luas, dan mesin yang lebih agresif. Akan tetapi hanya sedikit yang menawarkan kapabilitas offroad seperti Jeep. Menurut anda, kira-kira apa yang menjadi daya tarik dari Jeep? Fans Jeep, mana suaranya!

Dalam lanskap otomotif yang terus berubah, Jeep tengah melakukan langkah go green. Siapa yang menyangka Jeep akan dibekali motor listrik dan baterai? Tetapi ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, Jeep melakukan hal yang selayaknya dilakukan seperti halnya pabrikan mobil lainnya. Jeep mengambil langkah bijak terhadap pasar EV yang saat ini sedang berkembang, hal ini dibuktikan dengan merancang powertrain plug-in hybrid yang dibenamkan pada Renegade dan Compass.

Adapun Jeep belum membeberkan spesifikasi baterai, tetapi Renegade dan Compass PHEV diklaim menyodorkan high power dan long range. Serupa dengan PHEV lainnya, paket baterai dapat diisi ulang dari stop kontak eksternal. Berbekal tenaga listrik murni, kedua model mobil memiliki jangkauan sekitar 31 mil atau 50 km dan kecepatan tertinggi 80 mph.

Motor elektrik bekerja sama dengan mesin bensin 1.3-liter turbocharged. Baik Renegade PHEV dan Compass PHEV memiliki tenaga sekitar 190-240 hp, hasilnya dari 0-60 mph ditempuh dalam waktu sekitar 7 detik. Jika menilik Jeep Compass Sport 4×4 2017, dari 0-60 mph menempuh waktu 8,4 detik, sementara Jeep Renegade 2.4 Sport 4×4 ditempuh dalam 9 detik. Yaps, versi PHEV menawarkan akselerasi yang lebih cepat, respon mesin yang lebih baik dan emisi CO2 yang lebih bersih.

Lantas bagaimana soal kapabilitas di medan offroad? Renegade dan Compass PHEV hadir dengan sistem all-wheel drive elektrik atau eAWD yang sepenuhnya baru. Yaps, sistem penggerak elektrik juga dapat anda temukan pada SUV Audi E-tron, hanya saja Audi berbasis EV murni. Torsi di gardan belakang mengandalkan motor listrik, sementara gardan depan digerakkan oleh motor turbocharged. Oleh karena itu kedua model Jeep ini tidak menggunakan propeller shaft.

Sebagai pelengkap, torsi antara kedua gardan dikendalikan secara independen saat anda melibas medan berbatu dan jalan yang tertutup salju serta efisien untuk penggunaan harian. Mengingat kedua model memiliki jangkauan 31 mil dengan kondisi baterai terisi penuh, kalian bisa menikmati offroad paling ekstrim sekalipun dalam keheningan. Seru nggak sih kalau offroad sepi-sepi aja 🙂
Soal harga belum diumumkan secara resmi, tetapi jika mengacu pada model base Renegade dan Compass memiliki harga $ 18.000 dan $ 21.000. Dengan tambahan motor elektrik dan paket baterai, diperkirakan akan naik sekitar $ 3000 – $ 5000. Jika anda merasa postur Wrangler terlalu besar dan ingin merasakan teknologi hybrid dalam sebuah Jeep, kedua model ini bisa jadi alternatif. Kabarnya Renegade dan Compass PHEV akan tiba di dealer Jeep pada awal tahun 2020.

