THAILAND – Pereli Julian Johan merasa puas dengan performa SUV Land Cruiser 200 yang ia geber untuk melakoni pertempuran di Asia Cross Country Rally (AXCR) yang berlangsung pada 13-19 Agustus 2023.
Sepanjang dua etape yang sudah berlangsung, mobil yang semula adalah Lexus LX570 dan sudah berganti wajah berhasil tampil maksimal dan memberikan performa yang mumpuni di segala medan.
Dalam bincangnya, pereli yang akrab disapa Jeje, menjelaskan bahwa dari semua perubahan yang ia lakukan untuk menghadapi ajang rally paling ganas di Asia ini semua berjalan lancar dan optimal.
“Mobil sehat dan aman tidak ada kendala sama sekali. Performa dari mesinnya itu menurut saya sudah cukup untuk bawa mobil ukuran segede ini, dan transmisi maticnya juga aman serta banyak yang dipakai itu manual shifting triptonik, serta temperatur aman karena sudah diupgrade cooling systemnya,” buka Jeje.

Julian Johan (kiri) dan Recky Resanto (kanan) foto: Jejelogy/Fauzan Pasha)
Meski semua berjalan dengan sesuai targetnya, namun pereli yang ditemani oleh Recky Resanto ini memberikan beberapa catatan. Terlebih, jika bicara medan yang cukup sempit dengan menggunakan mobil besar, hal ini menjadi sebuah issue yang harus ia selesaikan dengan sangat cepat.
“Kalau bicarea kendala lebih ke nyasar dan memang banyak yang nyasar karena tahun ini roadbooknya benar-benar ngaco dan ini jadi hal yang normal. Tapi kalau nyasarnya pakai Land Cruiser, jadi lebih susah putar baliknya dibanding yang lain,” selorohnya.
Di samping itu, ia juga mengungkapkan di mana fitur ABS pada mobil yang ia geber belum bisa dinonaktifkan. Dengan begitu, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang memang cukup mengganjal secara teknik pengereman mobil.

Performa Toyota LC 200 mampu memberikan performa yang maksimal di AXCR 2023 (foto: Jejelogy/Fauzan Pasha)
“Yang jadi kendala adalah ABS (Anti-lock Braking System), tidak bisa dinonaktifin. Karena ABS ini sistemnya rumit dan sekarang ini masih belum dinonaktifkan. Padahal kalau kita balap, fitur itu harus dimatiin karena kalau enggak, ketika dihadapkan pada medan lumpur atau tanah licin, bannya tidak mau ngerem. Jadi karena pakai ABS, saya harus melalukan pengeremannya lebih awal dan tidak boleh mendadak,” bebernya.
Sementara terkait handling yang ia rasakan, berbekal spesifikasi suspensi aftermarket dari King Shocks, hal ini menambah rasa percaya dirinya untuk melahap segala medan yang disajikan oleh penyelenggara.
“Suspensi enak karena pakai long travel dan kalau ketemu lobang yang dalam, aman saja. Ditambah ban dengan ukuran 285/70 R17 jadi ketemu lobang itu makin berasa rata ketimbang yang lain,” pungkas pereli yang membawa nama Jejelogy GHP Law and Firm ini. (*)

