Connect with us

Rally

Kejurnas Sprint Rally Kertajati Batal, Peserta Rugi Besar!

Seri Pertama Kejurnas Sprint Rally 2025 di Kertajati gagal dilangsungkan
Seri Pertama Kejurnas Sprint Rally 2025 di Kertajati gagal dilangsungkan (Foto: Andra Nidiawan)

JAKARTA – Pembatalan putaran pertama Kejurnas Sprint Rally 2025 yang sejatinya dilangsungkan pada 19-20 April di Grand Kertajati Aerocity, Majalengka, Jawa Barat, akhirnya harus diputuskan tidak dapat diselenggarakan. Alasannya satu, kondisi lintasan tidak layak.

Padahal, sejak sepekan sebelum diselenggarakan, banyak informasi yang menyebutkan kontur tanah di sirkuit tersebut sangat jauh dari kata layak. Bahkan, pada saat sesi Recce banyak mobil yang tidak dapat melintasi dan terjerembab karena lumpur. Hanya mobil dengan penggerak 4×4 dengan ground clearence tinggi yang dapat melintas.

Bicara kerugian, sudah jelas semua peserta merasa dirugikan secara materil. Tidak sedikit uang yang telah mereka keluarkan tetapi ujungnya pereli ini justru gagal balapan. TB Adhi, salah satu pereli yang bernaung di bawah Dewa Motorsport x MSRT, turut menjelaskan perihal kerugian apa saja yang ia dan timnya rasakan.

“Kerugiannya banyak sekali, pertama adalah ini merupakan putaran pertama Kejurnas Sprint Rally Kertajati 2025. Kemudian secara akomodasi juga atau material kita tetap dirugikan. Kalau memang dari awal tidak siap, harusnya diumumkan saja sebelum peserta ini berangkat ke lokasi,” jelasnya saat dihubungi.

TB Adhi di kejurnas sprint rally 2025

TB Adhi, pereli Dewa Motorsport x MSRT (Foto: Dewa Motorsport)

 

Seluruh personil tim serta tetek bengek pengeluaran lainnya telah dikeluarkan dengan harapan Kejurnas Sprint Rally ini bisa terlaksana. Namun, apa mau dikata, penyelenggara yang mempertahankan egonya untuk bisa ‘mengakali’ jalannya perlombaan justru terkesan memaksakan meski kondisi tidak memungkinkan.

Jika berhitung pengeluaran rata-rata yang telah dikeluarkan oleh peserta untuk kegiatan ini sebesar Rp 100 juta, maka bila dikalikan dengan jumlah peserta sebanyak 90 peserta, kerugian tersebut hampir menyentuh Rp 10 Miliar. Namun, hitungan tersebut dengan sistem prorate dan bisa jadi ada yang tidak sampai nilai tersebut atau bahkan melebihi nilai tersebut.

Senada dengan TB Adhi, Ryan Nirwan, pereli yang bernaung di bawah Toyota Gazoo Racing Indonesia juga mengungkapkan kekesalannya lantaran pembatalan seri pertama Kejurnas Sprint Rally 2025 ini. Baginya, sikap pantia terutama ketua penyelenggara yang masih berusaha untuk ‘mengakali’ jalannya balapan tidak masuk diakal.

Kejurnas sprint rally 2025 Kertajati

Ryan Nirwan (kiri) dan Adi Indiarto (kanan) menyesalkan pambatalan seri pertama (Foto: Andra Nidiawan)

 

“Sangat disayangkan mereka tidak memiliki rencana lain seri perdana Kejurnas Sprint Rally 2025. Padahal dari sepekan sebelumnya sudah terlihat bahwa kondisi tersebut tidak memungkinkan, tetapi kenapa dipaksakan?,” ujar pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dengan kejadian tersebut, pereli yang berpasangan dengan Adi Indiarto ini berpesan bahwa untuk kedepannya alangkah bijaknya pemberian kuasa penyelenggara harus melewati sejumlah hal salah satunya track record dari promotor itu sendiri.

“Dan ini kedepannya harus bisa memilah mana penyelenggara yang punya history bagus selama ini, enggak ada yang bikin seperti ini. Kalau boleh dibilang, pada Desember 2023 lalu di putaran terakhir, eventnya juga kurang safety karena ada salah satu jalan yang dibagi dua dan sangat tidak aman untuk sebuah kompetisi ini,” pungkasnya.

Meski penyesalan telah dirasakan oleh semua pereli yang hadir pada seri perdana tersebut, namun pelajarannya adalah bagaimana sikap promotor untuk bisa memastikan sebuah sirkuit yang layak dan safety untuk kemajuan industri motorsport Tanah Air. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect