Connect with us

Did You Know?

Kok Busi Bisa Mengeluarkan Percikan Api? Ini Penjelasannya!

Mesin menghasilkan putaran karena terjadi pembakaran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi didalam siklus mesin baik 2 tak maupun 4 tak. Untuk mesin diesel, pembakaran terjadi karena suhu udara yang dikompresi sangat tinggi. Sementara untuk mesin bensin yang memiliki rasio kompresi lebih kecil, membutuhkan sebuah sistem untuk melakukan pembakaran.

Sistem ini kita kenal dengan sistem pengapian. Lalu apa sih sistem pengapian itu? Bagaimana sistem pengapian bisa menimbulkan pembakaran didalam mesin? Sistem pengapian adalah sebuah rangkaian mekanikal dan elektrikal yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api didalam silinder mesin saat akhir langkah kompresi.

Percikan api didalam silinder mesin diperoleh karena adanya lompatan energi listrik bertegangan tinggi yang diperoleh dari proses induksi elektromagnetik. Sistem pengapian sendiri memiliki beberapa tipe antara lain :

1. Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian konvensional adalah sebuah rangkaian mekatronika yang menghasilkan percikan api melalui proses pemutusan arus. Ciri yang khas pada sistem pengapian konvensional yaitu platina sehingga banyak yang menyebutnya sistem pengapian platina.

Platina sendiri merupakan logam yang digunakan untuk memutuskan arus primer ignition coil. Untuk mengenal dan mengetahui cara kerja pengapian konvensional lebih lengkap, bisa baca Cara kerja sistem pengapian konvensional.

2. Sistem pengapian Transistor

Sistem pengapian transistor pada prinsipnya sama dengan sistem pengapian konvensional namun pada tipe ini, platina sudah tidak digunakan. Sehingga banyak yang menyebutkan sistem ini dengan sistem pengapian elektronik. Transistor akan menggantika fungsi platina pada pengapian jenis ini. Transistor sendiri merupakan komponen semi konduktor yang berfungsi sebagai saklar elektronik. Baca cara kerja pengapian transistor untuk lebih lengkap.

3. Sistem pengapian DLI

Sistem pengapian DLI (Distributor less ignition) menjadi tipe pengapian yang populer digunakan saat ini. Prinsip pengapian DLI, sama dengan pengapian transistor melalui metode pemutusan arus. Namun tidak lagi dilengkapi komponen distributor. Distributor pada sistem pengapian, berfungsi untuk membagikan listrik bertegangan tinggi dari output coil sekunder ke masing-masing busi sesuai FO (Firing Order) mesin.

Pada sistem pengapian DLI, distributor ditiadakan karena listrik dari coil sekunder langsung tersalur ke busi. Untuk itu, pada pengapian DLI umumnya menggunakan coil pack dimana setiap satu busi dilayani oleh satu coil. Simak cara kerja pengapian DLI untuk lebih jelas.

4. Sistem pengapian CDI

Untuk jenis pengapian keempat, lebih populer digunakan pada mesin silinder tunggal yang banyak diaplikasikan pada motor. Prinsip kerja CDI menggunakan metode penyimpanan arus pada capasitor untuk selanjutnya dilepaskan ke coil agar terjadi induksi elektromagnetik. Pada jenis pengapian ini, capasitor menjadi komponen pilar. Capasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan arus listrik dalam kapasitas tegangan yang besar. Untuk mengenal lebih detail, simak cara kerja pengapian CDI pada mesin motor.

Mengapa Busi Bisa Mengeluarkan Api?

Setelah membahas tentang jenis pengapian, maka pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa busi bisa mengeluarkan percikan api. Kuncinya ada pada ignition coil. Didalam ignition coil akan terjadi proses induksi elektromagnetik yang menyebabkan kenaikan tegangan listrik dari 12 Volt menjadi 20 KiloVolt.

Sementara pada busi, kita akan melihat sebuah celah pada ujung busi. Celah itu memisahkan elektroda yang akan dialiri arus listrik dan masa atau ground. Ketika listrik bertegangan tinggi itu melewati elektroda busi, maka listrik tersebut akan lompat ke masa karena memiliki muatan besar dan sifat listrik selalu mendekati masa. Sehingga terjadilah lompatan api pada busi.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect