Sistem penggerak mobil pada dasarnya ada dua jenis, yakni two-wheel drive (2WD) dan four-wheel drive (4WD). Sistem ini memiliki andil sebagai penggerak atau penerus tenaga dari mesin ke roda. 2WD berarti hanya mengandalkan tenaga penggerak pada dua roda — roda depan atau roda belakang saja. Mobil dengan sistem penggerak roda depan atau disebut Front Wheel Drive (FWD) misalnya Brio, Vios, Swift, dan Mirage. Sementara sistem penggerak roda belakang yang juga disebut Rear Wheel Drive (RWD) diantaranya Avanza, Terios dan Wuling Confero S. Yaps, 4WD berarti mengandalkan tenaga penggerak keempat roda.
Lantas, pernahkah terbesit mengonversi mobil 2WD anda menjadi 4WD? Bisa nggak sih? Jawabannya pasti bisa, tetapi itu sama sekali bukan pilihan yang murah dan butuh upaya keras. Sistem 4WD dapat ditanamkan ke mobil dengan drivetrain 2WD, apalagi jika mobil tersebut juga ditawarkan dalam versi penggerak 4WD mungkin akan lebih mudah. Wiring harness, lubang mounting, dan braket kemungkinan tersedia pada model 2WD namun ada sektor lainnya yang perlu dipertimbangkan seperti drivetrain, transfercase, suspensi, transmisi, elektronik, tenaga mesin, gardan dan diferensial.
Konversi 2WD ke 4WD pernah dilakukan oleh segelintir orang di Tanah Air, diantaranya Daihatsu Terios 4×4 di Jogjakarta beberapa tahun silam, Innova 4×4 di Palembang dan Kijang Pikap 4×4 untuk mengangkut kelapa sawit di Kalimantan Barat. Jadi poinnya adalah konversi ini sangat mungkin terjadi, tetapi kembali lagi apakah proyek semacam ini layak secara finansial. Mungkin sebagian dari anda akan menyarankan untuk menjual mobil 2WD dan membeli mobil 4WD bekas dengan model sejenis.
Daripada kalian penasaran, berikut hal-hal yang wajib anda ketahui terkait konversi 2WD menjadi 4WD termasuk sejumlah komponen untuk keperluan upgrade, modifikasi, maupun komponen lain yang perlu diganti.

Pertimbangan
Dalam beberapa kondisi jalanan yang tak menentu, mobil 4WD memang banyak memberi kemudahan, ini berkat kemampuan low-range gear. Saat melakukan konversi 2WD ke 4WD, akan ada banyak komponen, modifikasi, kustom, dan faktor teknik untuk dipertimbangkan, termasuk soal biaya, waktu serta harus dilakukan oleh mekanik profesional. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa lebih baik menjual mobil 2WD anda dan membeli 4WD bekas, ini adalah pilihan bijak plus menjaga kewarasan anda.
Memang sih terdengar gila untuk melakukan proyek senekat ini, meskipun ada yang mencobanya. Namun jika tekad sudah bulat, hal yang biasanya terjadi adalah anda menolak untuk menghitung biaya secara rinci atau tidak menyimpan nota tagihan yang berisi pembelian semua komponen karena jika anda segera menyadarinya, anda akan memilih membeli mobil 4WD bekas. Yaps, tak menutup kemungkinan biaya konversi yang sudah anda keluarkan paling tidak senilai atau lebih dengan 2WD yang anda miliki. Belum lagi kalau-kalau ternyata hasil akhirnya nggak sesuai dengan harapan anda.
Jika kita asumsikan konversi 2WD ke 4WD untuk tujuan hiburan, ini lain hal, apalagi anda nggak mempermasalahkan soal biaya. Katakanlah Avanza dimodifikasi dengan full roll-bar, roof-rack, gardan portal, lampu sorot, swap engine, dan ban donat untuk kepentingan kontes atau show car — nah dalam hal ini memang akan lebih baik mengonversi 2WD yang anda miliki dari nol ketimbang membeli 4WD bekas.

4WD modern VS 4WD jadul
Memilih tahun produksi dan model dari sistem 4WD berarti membedakan antara yang relatif bebas elektronik, mekanik murni, dibandingkan dengan 4WD yang lebih modern dengan sensor elektronik dan wiring harness. Sensor elektronik dan perkabelan ini perlu dihubungkan ke ECU dan sistem manajemen elektronik rumit lainnya. Ini berarti anda perlu ahli khusus di bidang kelistrikan-otomatis.
Mobil 4WD modern pastinya lebih canggih dan kompleks dalam desain dan konstruksi. Ini disebabkan produsen dituntut untuk mengembangkan kendaraan yang user-friendly, lebih ramah lingkungan, dan lebih aman. 4WD modern juga memiliki fitur seperti sistem kontrol traksi, sensor roda, kabel kelistrikan, dan sistem pengereman yang canggih, dalam konteks IFS (Independent Front Suspension) berarti komponen suspensi yang lebih kompleks.
Jadi ketika anda berhasil menyelesaikan sisi mekaniknya, kemudian anda akan dihadapkan dengan urusan kelistrikan. Anda akan membutuhkan banyak kustomisasi agar 4WD berfungsi dengan benar dan ideal. Pula akan jauh lebih mudah dan murah jika anda memilih gardan depan solid dengan per daun, bukan IFS dengan damper, per keong, lower control arms, stabilizer arms, linkages, dan ball joints.

Donor Sistem 4WD ke mobil 2WD
Jadi jika anda tetap nekat melakukan eksperimen ini, akan lebih baik memilih donor 4WD dari merk produsen yang terkenal. Biasanya mereka menggunakan sasis, drivetrain, dan sejumlah komponen yang sama di beberapa model dan jenis. Pabrikan melakukan ini untuk mengurangi biaya pengembangan sasis terpisah antara 2WD vs 4 WD atau mengubah wiring harness dalam mengakomodasi model tertentu. Mereka menggunakan komponen yang sama dan mengosongkan beberapa bagian yang tidak diperlukan pada model base.
Setelah anda mempersiapkan donor, anda mulai masuk ke proses bongkar-pasang. Jika 2WD yang anda miliki berasal dari pabrikan besar seperti Ford, Chevy, Toyota, dan Volkswagen, maka anda dalam posisi yang cukup aman untuk mengubah 2WD menjadi 4WD dengan tingkat kesulitan paling sedikit. Perusahaan aftermarket tertentu menawarkan paket pabrikan atau kit sistem 4WD yang memungkinkan anda melakukan konversi, terutama jika model tersebut sangat populer dan konversi bolt-on pun cukup sederhana.
Jadi apa saja komponen utama yang anda perlukan untuk mengubah 2WD menjadi 4WD. Pastinya anda akan membutuhkan komponen lainnya yang tak terbatas tetapi daftar di bawah ini merupakan komponen yang paling mayor:
– transfercase
– upgrade transmisi tail-shaft/ output shaft
– drive-shaft depan dan belakang (kecuali RWD hanya butuh driveshaft depan)
– transfercase gear shifter
– wiring harness
– upgrade/ mengganti transmisi 4×4 baru yang kompatibel
– upgrade suspensi untuk mengakomodir bobot mobil dan keperluan offroad

Menambahkan transfercase 4WD ke 2WD
Transfercase adalah jantung dan jiwa dari 4WD, setelah piranti ini dipasang dan berfungsi dengan baik, maka anda sudah lolos dari tahap pertama tetapi mengawinkan transfercase 4WD dan transmisi bawaan mobil anda bukanlah perkara mudah. Tentunya butuh kustomisasi atau modifikasi untuk mengawinkan keduanya, transfercase harus kompatibel dengan transmisi khusus 4WD karena fungsinya sangat berbeda dari transmisi 2WD. Membeli atau menukar transmisi yang sejenis dengan transfercase akan sedikit meringankan tugas anda. Pada akhirnya, daya dari transfercase dikirim melalui driveshaft ke gardan depan-belakang.
Konversi 2WD ke drivetrain 4WD
Jika mobil 2WD anda juga dipasarkan dalam konfigurasi 4WD, maka biasanya ketersediaan suku cadang utama dan lainnya untuk mendukung drivetrain 4WD mudah diperoleh. Sebaliknya, jika 2WD tidak pernah ditawarkan dalam konfigurasi 4WD, anda harus mempersiapkan desain dan proyek konstruksi secara matang sebelum memulai. Biaya, waktu, dan keahlian untuk mencapai keberhasilan butuh upaya besar.

Upgrade suspensi 2WD untuk mengakomodasi 4WD
Karena adanya bobot yang ditambahkan, suspensi 2WD butuh upgrade secara substansial. Misalnya damper depan-belakang serta per daun, ini akan menguras jutaan kantong anda. Upgrade suspensi wajib dilakukan untuk mengakomodasi bobot tambahan dari transfercase, drive-shaft, dan differential.
Ini belum termasuk komponen atau piranti lainnya yang secara keseluruhan akan menambah bobot ekstra seperti roll-cage, roof-rack, winch, dll. Hal yang lazim dimana mengonversi 2WD menjadi 4WD, berat otomatis akan meningkat dan memberi tekanan pada sasis dan semua bagian mobil. Ini juga berlaku pada mobil 4WD standar saat melakukan upgrade karena adanya bobot tambahan. Jadi anda juga harus memodifikasi daya dukung beban bagian lainnya untuk menanggung muatan.

Menambahkan diferensial 4WD
Memilih gardan depan solid akan menjadi pilihan termudah karena tidak membutuhkan komponen tambahan seperti pada suspensi IFS. Diferensial depan dikawinkan dengan driveshaft depan yang terhubung ke transfercase. Setelah 4WD diaktifkan, transfercase mengirim daya ke driveshaft untuk memberi tenaga pada roda depan. Jadi jika mobil 2WD anda adalah RWD dengan poros belakang, itu mengurangi kebutuhan anda akan poros belakang.
Tenaga mesin 2WD VS 4WD
Bobot tambahan dari transfercase, diferensial, dan komponen lainnya akan meningkatkan konsumsi bahan bakar dan menurunkan kinerja mesin. Drivetrain 4WD memiliki bagian rotasi yang lebih banyak dimana semuanya menambah bobot, sehingga akan mengurangi tenaga mesin. Ini berarti anda perlu memodifikasi tenaga mesin untuk mengakomodasi bobot ekstra misalnya dengan mengganti knalpot aftermarket, menambahkan filter, intake, dsb. Yaps, tenaga mesin juga perlu diupgrade atau mungkin setelah itu anda ingin memodifikasi piston.
Biaya
Sebelum memulai proyek ini akan lebih baik jika anda melakukan penghitungan secara detail serta membuat desain dan konstruksi secara matang agar efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Jika anda ingin menekan biaya komponen, anda harus meluangkan waktu ke beberapa tempat junkyard spare part bekas. Merek, model dan tingkat teknologi dalam hal elektronik akan menambah biaya secara dratis. Mungkin anda mempersiapkan anggaran sebesar 50 jutaan sebagai titik awal, tetapi besar kemungkinan angka tersebut akan membengkak hingga dua kali lipat. Sudah siapkah anda secara finansial?

