Beberapa pekan lalu, ajang Monster Jam baru saja diadakan di National Stadium, Singapore, tepatnya pada 7 Desember 2019. Menurut laman resmi Monster Jam, hasil pemenang berhasil diraih oleh tim Grave Digger kategori Freestyle, dan tim Monster Energy yang menjuarai dua kategori — Donut dan 2-Wheel Skills Challenge. Meskipun kali ini kurang beruntung, aksi pemain lainnya seperti El Toro Loco, Monster Mutt, dan Max-D juga tak kalah seru.
Nah, sebenarnya kapan sih kultur monster truk ini mulai nge-pop di Amerika? Bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya.
Pada dasarnya monster truk adalah truk spesialis dengan suspensi heavy-duty, 4 wheel-drive, dan ban oversize yang dipakai untuk racing dan kebutuhan hiburan, atau bisa disebut dengan racertainment. Awalnya monster truk merupakan gabungan modifikasi yang diambil dari basis truk pikap dan SUV, kemudian berevolusi menjadi kendaraan kustom dengan rangka sasis tabung dan bodi fiberglass. Tipikal monster truk untuk kompetisi memiliki tinggi 3,7 meter dan dibekali ban offroad ukuran 66 inci atau berdiameter 1,7 meter.

Sejarah
Berawal pada akhir 1970-an, kultur modifikasi truk pikap mulai populer, sejumlah pemilik memodifikasi truk bongsor untuk bersaing dalam gelaran otomotif, kemudian berkembang untuk mempertahankan gelar “biggest truck”. Truk yang paling banyak mendapat sorotan nasional adalah Bigfoot milik Bob Chandler, USA-1 milik Everett Jasmer, Bear Foot milik Fred Shafer dan Jack Willman, serta King Kong milik Jeff Dane. Yaps, para pemilik punya sebutan khusus untuk kendaraannya. Kala itu ban terbesar yang dipakai berdiamater 48 inci (1,2 m).
Awal 1980-an ajang truk pikap kian menjadi sorotan publik, selain ajang kompetisi lain yang tengah populer saat itu seperti motorcross, balap traktor, dan mud bogging. Bob George, salah satu pemilik perusahaan promosi motorsport bernama Truck-a-rama yang kini dikenal United States Hot Rod Association (USHRA) adalah penggagas yang menciptakan frase “Monster Truck”. Monster truk merujuk pada Bigfoot, istilah ini kini dikenal luas untuk semua truk pikap dengan ban oversize.

April 1981, Bob Chandler melibas tumpukan mobil rongsok dengan Bigfoot, diyakini sebagai monster truk pertama yang menghancurkan mobil rongsok. Ini dilakukan tak lain untuk menguji kemampuan truk dan mem-filmkannya sebagai media promosi untuk menunjukkan performa 4WD, wajar karena Bob adalah seorang builder. Seorang promotor event menonton video tersebut dan meminta Bob melakukannya didepan publik. Awalnya Bob ragu karena citra destruktif yang dikaitkan dengan Bigfoot namun akhirnya setuju.

Setelah beberapa pertunjukan kecil, tahun 1982 Bob memamerkan debut terbarunya di Stadion Pontiac Silverdome yakni versi Bigfoot dengan ban 66 inci. King Kong dan Bear Foot mengikuti tren ini dan tak lama kemudian menyusul monster truk lainnya seperti King Krunch, Maddog, dan Virginia Giant. Truk-truk ini awalnya dibangun di atas sasis pabrikan reinforced, suspensi per daun, bodi standar, dan gardan berspesifikasi militer untuk mendukung kerja ban.
Hampir sepanjang awal 1980-an, monster truk berlaga di ajangmud boggingatau tractor VS truck pulling. Agustus 1983, Bigfoot dan USA-1 bersaing side-by-sidedalam balapan monster truk yang disiarkan untuk program televisi “That’s Incredible”. Tahun 1985, promotor besar seperti USHRA dan TNT (Tractor & Truck) Motorsport menyelenggarakan balap monster truk secara berkala. Tahun 1988, TNT Motorsport menyajikan seri kejuaraan nasional pertama balap truk, USA-1 dengan pembalap pemula Rod Litzau berhasil menyingkirkan Bigfoot yang dikendarai oleh Rich Hoosier.

Di tahun yang sama, Bob Chandler, Braden, dan George Carpenter membentuk Monster Truck Racing Association (MTRA). Asosiasi ini menciptakan aturan standar untuk konstruksi truk dan keselamatan, serta memainkan peran utama dalam pengembangan olahraga otomotif di AS dan Uni Eropa.
Lantas sejumlah tim mulai berpikir cara baru tentang membangun truk sesuai regulasi. Menjelang akhir 1988, Gary Cook dan David Morris menelurkan Equalizer, sebuah truk yang memadukan coil spring dan sokbreker sebagai suspensi utama. Yaps, per daun mulai ditinggalkan. Tahun 1989, Jack Willman Sr memulai debut truk baru yang disebut Taurus, dimana menggunakan sistem solid axle suspension paralel 4-link dan coilover, total bobot truk hampir 4,1 ton.

Kemudian menyusul inovasi lebih modern dari Bob — Bigfoot #8 dengan basis CAD (Computer Aided Design) yang menampilkan sasis full tubular, sistem suspensi long-travel dengan triangulasi 4-link, bump stop, strap, cantilevers dan sokbreker nitrogen. Truk buatan Bob ini merevolusi cara monster truk dibangun, dan dalam beberapa tahun kemudian sebagian besar tim top level membangun kendaraan yang sama. Rupanya modifikasi karya Bob selalu menjadi acuan ‘role model’ sejak monster truck mulai diminati.
Tahun 1991, TNT diakusisi oleh USHRA dan menggabungkan seri poin partisipan. Kejuaraan “The Special Events” kian tumbuh dalam kepopuleran termasuk tim karena memiliki tempat kualifikasi terbuka yang tidak dimiliki olek kejuaraan USHRA. Seri “The Special Event” kehilangan sponsor dari Pendaliner tahun 1997. Kemudian sempat muncul seri ProMT, sayangnya hanya bertahan selama dua tahun sejak tahun 2000.
Meskipun balap dominan sebagai kompetisi, USHRA mulai menyelipkan pertunjukan freestyle pada awal 1993 yang sifatnya hanya hiburan. Pertunjukkan ini dikembangkan oleh beberapa pembalap, terutama Dennis Anderson dari tim yang kini sangat populer — Grave Digger. Salah satu tim yang kalah di putaran awal akan tampil menunjukkan aksi freestyle-nya di akhir balap.

Promotor cukup jeli memperhatikan popularitas freestyle di kalangan penggemar, dan pada tahun 2000-an USHRA mulai menambahkan freestyle sebagai poin di berbagai event kompetisi bahkan kini seperti yang kita tahu kategori ini memberikan gelar kejuaraan. Sesi freestyle merupakan kompetisi terakhir sebuah balap, karena biasanya truk mengalami kerusakan.
Seri Monster Jam USHRA kini dimiliki oleh Feld Entertainment dan melakukan tur ke Amerika Serikat serta beberapa negara kawasan Eropa dan Asia.

