Akhir minggu adalah hari yang paling ditunggu, menghabiskan waktu dengan berpetualang menjelajah hutan belantara naik kendaraan camper. Melibas medan apapun dan kemanapun tanpa kuatir dan bingung mau tidur dimana, tinggal buka atap campernya saja dan yang terpenting adalah stok logistik tercukupi. Menghabiskan malam dibawah temaram bulan sambil menyruput secangkir kopi, nikmat apalagi yang kau dustakan. Sayangnya, itu cuma mimpi saya di siang bolong. (Hehehe)

Anyway, Jeep Camper satu ini diproduksi oleh American Expedition Vehicles (AEV) dalam rangka memberi penghormatan terakhir atas usainya produksi Jeep Wrangler JK dengan mengusung konsep Camper Overland. Yaps, konsepnya didesain langsung oleh CEO AEV Dave Harriton yang diberi julukan Outpost II lantaran mengikuti jejak Output orisinil yang diperkenalkan pada tahun 2006. Seperti yang anda ingat tahun tersebut adalah Wrangler JK pertama kali masuk produksi.

Berita buruknya Outpost II adalah mobil konsep dan tidak ada rencana untuk diproduksi secara massal, akan tetapi Harriton menggunakannya sebagai kantor berjalan. Outpost II diambil dari basis Wrangler Unlimited, terlihat pada tampang bagian tengah ke depan. Bagian belakang kabin penumpang telah dipotong, digantikan rangka baja demi mendapatkan ruang lebih besar layaknya rumah berjalan tetapi masih mempertahankan sasis bawaan, hanya memperpanjang bingkai bodi dibelakang gardan belakang. Selain menciptakan ruang, hal ini ditujukan untuk menyimpan ban cadangan dibawah bodi belakang.

Dari situ AEV mulai membangun rangka baja untuk menopang beban camper berbahan fiberglass dimana memiliki atap yang bisa dibuka secara elektrik menggunakan engsel khusus, terinspirasi dari kap mesin Jeep. Berbicara soal atap telah dilengkapi solar/surya panel yang menghasilkan sumber tenaga listrik.

Solar panel berkapasitas 265 watt sebagai bekal saat kemping bahkan untuk menyalakan mesin jika aki Jeep mulai lemah. AEV mengatakan, “Harriton yang mendesain sudut atap agar pengisian bisa optimal di posisi lintang utara dari Montana ke Alaska. Karena itulah posisi parkir Outpost II menghadap ke barat untuk memaksimalkan pengumpulan energi matahari.”

Desain fasilitas on-board menjadi penentu tata ruang dan seisi camper, salah satunya kulkas 50 liter dengan teknik slide-out yang dipasang di atas kompor. Biasanya bukan tempat ideal untuk meletakkan kulkas supaya menjaganya agar tetap dingin, akan tetapi pada prinsipnya adalah kegiatan memasak dilakukan di luar kabin. Termasuk perlengkapan memasak yang tersimpan pada dinding kompartemen. AEV menegaskan bahwa ruang interior adalah yang utama.

Interior mencakup lemari, laci, dan sofa panjang 80 inci (203 cm) yang berfungsi ganda sebagai tempat tidur. Sejumlah komponen tersembunyi di bawah sofa termasuk tangki air berkapasitas 22 galon (83,2 liter), water heater, kompresor dan 13.000 BTU sentral pemanas.

Mengingat bobot bodi camper menambah berat kendaraan sekitar 750 lbs (340 kg), AEV meningkatkan suspensi dengan menambah stabilizer bar dibagian belakang, dan sistem suspensi 4,5 inci dari JK DualSport dengan per heavy-duty. Juga mengandalkan gardan Dynatrac ProRock 44 dan ProRock 60 dengan locker serta kit rem yang besar.
Alhasil bobot Outpost II yang dirasa besar, mesin bawaan JK 3.6 liter V6 tergantikan oleh mesin 5.7 liter HEMI V8. AEV tidak menuturkan lebih lanjut soal performa mesin, yang jelas sirkulasi udara didalam kap mesin bernafas melalui snorkel AEV dan spesial box udara.

AEV sebagai produsen spare part dan aksesoris kenamaan, menyematkan bumper depan premium milik produknya sendiri, dipadukan dengan winch Warn Zeon 10.0 dan velg 17 inci yang dibungkus ban BFGoodrich KM3 Mud-Terrain. Dalam menyempurkan penampilan sebagai multi-purpose camper disematkan awning tent (tenda samping), stabilizer jack stands dan sistem pencahayaan motion-sensing LED pada eksterior. Projeknya sedang berjalan, Dave Harriton mengaku akan menambahkan wastafel dan shower outdoor.

