Connect with us

News

Kustomfest Sukses Jadi Pioneer Event Kustom Kulture di Indonesia

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia
Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

JOGJAKARTA – 11 tahun lalu, Lulut Wahyudi, yang dikenal sebagai builder kenamaan di Indonesia, memiliki rencana untuk membuat sebuah event kustom kulture yang dapat menjadi wadah bagi para pelakunya.

Bak gayung bersambut, event perdana kustom kulture yang dikenal sebagai lebarannya anak kustom, yakni Kustomfest, berhasil menyedot dan menjadi sebuah acara yang kerap menjadi buah bibir di kalangan pecinta kustom.

Hasil karya dari para builder tersebut benar-benar dikurasi dengan begitu teliti. Hasilnya, motor dan mobil yang pantas dipamerkan pun menjadi sebuah pemandangan yang sayang untuk dilewatkan oleh pengunjung.

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

Melihat keberhasilan tersebut, saat ini mungkin ada beberapa event yang kehadirannya mengambil inspirasi lewat Kustomfest tersebut. Meski demikian, sebagai orang yang cukup berpengaruh di kalangan kustom kulture, Lulut, tidak melihat banyaknya event ini sebagai kompetisi.

“Saya tidak pernah liat kompetisi ya, Kustomfest adalah acara kustom pertama yang menelurkan kustom kulture festival 2012. Kemudian, setelah kita bikin event, banyak teman-teman yang kemudian terinspirasi ataupun pingin membuat sebuah movement di setiap daerah dan kemudian lahirlah event-event lain dan kita saling support,” buka Lulut, saat berbincang dengan Fastnlow, Sabtu (1/10/2022) di JEC, Jogjakarta.

Namun, di samping memberikan apresiasi atas menjamurnya penyelenggaraan event dengan embel-embel kustom kulture, Lulut, berharap hal ini tidak hanya mendompleng nama. Dalam artian, semangat kustom kulture yang digaungkan sejak pertama kali Kustomfest lahir, harus terus dijaga oleh siapa pun yang ingin membuat acara dengan nama kustom kulture.

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

Chopper electric bike jadi lucky draw di Kustomfest 2022

“Kami tidak pernah melihat itu sebagai kompetisi atau apa, yang kami harapkan adalah orang yang mau membuat event apapun itu, dengan embel-embel kustom kulture kembali ke kultur kustom kulture. Jangan hanya event komersial karena kustom kulture lagi hits, kemudian event bla bla bla kustom kulture, jadi tidak begitu caranya,” tegasnya.

Di ujung wawancara dengan Fastnlow, Lulut, juga menambahkan agar semua pihak yang ingin dunia kustom kulture ini semakin maju, maka dibutuhkan dukungan serta kerjasama, dan tidak ada yang namanya kompetisi.

Sebab, pada 11 tahun lalu, saat Kustomfest ini lahir, event ini bisa dikatakan sebagai pioneer acara kustom kulture yang ada di Indonesia.

“Kalau memang mau mendevelop, mau mensupport, mau mengembangkan kustom kulture ya ayo, kita bareng-bareng. 11 tahun yang lalu, kita sudah loh. Jadi kalau mau ngomong kompetisi, kompetisi yang mana? 11 tahun lalu, enggak ada namanya dunia kustom kulture,” pungkas pria berkacamata ini. (*)

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

Kustomfest sukses jadi pioneer event kustom kulture di Indonesia

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect