Kalau mobil otonom atau mobil tanpa sopir berkeliaran di jalan raya mungkin sudah sering terdengar. Tapi kalau mobil otonom untuk offroad alias untuk bermain lumpur, apakah kalian sudah pernah dengar? Salah satu pabrikan mobil ternama asal dari Britania Raya ini yaitu Land Rover, sedang mengembangkan mobil otonom untuk off-road. Bahkan lebih gila lagi, sistem otonom yang bakal ditawarkan kali ini bisa mencapai level 4 dan 5. Artinya mobil ini tak perlu jasa manusia untuk menyetir.

Land Rover menghabiskan dana GBP 3,7 juta atau hampir Rp 69 triliun untuk projek penambangan teknologi otonom untuk penggunaan off-road. Pabrikan Inggris ini ingin kendaraan otonomnya menjadi paling kapabel di pasaran dengan pilihan penggunaan beragam, termasuk medan off-road. Kendaraan seperti Discovery atau Discovery Sport akan cocok untuk dibekali teknologi otonom, meskipun tak ada pengumuman kapan akan diluncurkan.

Teknologi otonom yang dimiliki oleh Land Rover ini dilabeli dengan nama Cortex. Proyek Cortex diharapkan tidak hanya dapat menjajal segala jenis medan juga bisa beradaptasi dengan beragam cuaca dan kondisi tanpa hambatan. Selayaknya medan off-road yang identik dengan kondisi jalanan yang ekstrem, teknologi Cortex dirancang demi mengakomodasi mobil-mobil Land Rover yang memang identik untuk menerabas jalanan yang tidak rata, jalan bebatuan, medan penuh lumpur, jalanan berlubang, genangan air, dan medan ekstrem lainnya.

Land Rover juga tengah mengembangkan apa yang mereka sebut dengan 5D (lima dimensi) alias lima perangkat multidimensional yang nantinya akan mendukung teknologi Cortex untuk menjalankan tugasnya. Lima perangkat ini mencakupi sistem video, sensor akustik, kamera, distance sensing (LiDAR), dan pendeteksi cahaya.

Nantinya, kelima dimensi ini akan bekerja berdasar waktu aktual (real time) yang mampu memberi data ke sistem Cortex. Dengan memanfaatkan lima perangkat ini, Land Rover berharap teknologi yang sedang dikembangkannya ini mampu menemukan ‘jalan’ dan menavigasi dengan tepat di tengah kondisi yang ekstrem seperti hujan, kabut, atau salju sekalipun. Tak hanya itu, melalui akses ke data gabungan ini, diharapkan sistem Cortex bisa menerima sejumlah informasi dan lebih waspada terhadap kondisi lingkungan yang akan dilewati oleh kendaraan.

Connected and Autonomous Vehicle Research Manager of Jaguar Land Rover, Chris Holmes mengatakan bahwa pengembangan ini merupakan hal yang mereka anggap penting untuk masa depan industri otomotif yang sedang gembar-gembor terhadap pengembangan kendaraan otonom. “Penting bagi kami untuk mengembangkan kendaraan self-driving kami dengan kemampuan dan kinerja yang sesuai dengan yang diharapkan pelanggan kami dari semua lini produk Jaguar dan Land Rover,” ujar Holmes.

