BANDUNG – Perhelatan seri kedua Kejurnas Sprint Rally yang berlangsung di area Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, mendapat apresiasi dari pereli nasional yang berpartisipasi pada ajang tersebut.
Karakter aspal di area ini memang telah mendapat penyempurnaan di beberapa sektor. Jangkar Biru Motorsport bersama Gazpoll Racing Team dan Volcano Motorsport, saling bahu membahu untuk menyempurnakan area tersebut agar para pereli dapat dengan nyaman melakukan balapan.
TB Adhi, pereli yang bernaung di bawah Dewa United Motorsport x MSRT, mengungkapkan bahwa lintasan di area ini jauh lebih ideal dibandingkan dengan lintasan tarmac lainnya.
“Di sini jauh lebih ideal dibanding tarmac event seperti di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kemudian juga faktor resikonya jauh lebih baik dibandingkan Meikarta. Meskipun di Meikarta flowing, tapi resikonya tetap besar kalau kita menabrak tiang. Jadi sejauh ini, lintasan Si Jalak Harupat cukup okeuntuk tarmac,” jelas TB Adi.

Canya Prasetyo – Banteng Motorsport (Foto: Nudhiya Ghulam)
Senada dengan TB Adhi, pereli wanita dari tim Banteng Motorsport, Canya Prasetyo, ia memberikan apresiasi kepada penyelenggara atas lay out yang dipakai pada seri kali ini. Meskipun ia merupakan ‘anak baru’, tetapi ia merasa bahwa meskipun sangat challenging, tetapi ia sangat terkesan dengan karakter lintasan tersebut.
“Lintasan seru, dan ini sangat tricky buat saya. Ini adalah pertama kalinya saya turun di aspal dan meskipun saya tidak suka reli di aspal, tetapi saya sangat menikmati lintasan ini dan saya cukup enjoy melakukan balapan di sini,” tambah Canya.
Kendati demikian, sebagai pereli yang telah merasakan asam garam pertempuran di beberapa lintasan reli di Indonesia, TB Adhi, juga memiliki sedikit masukan kepada penyelenggara. Menurutnya, apabila bisa lebih dieksplor lagi, tentunya ini akan menjadi lebih challenging dan membuat adrenalin semakin memuncak.
“Di sini yang harus dievaluasi sebetulnya kalau kita bisa dapat area di luar parkiran dan membuatnya lebih variatif. Jadi mungkin harus dieksplor lagi untuk di area lurus-lurusnya. Lebih kepada tikungannya ditambah lagi, karena saat ini lebih banyak straight,” beber TB Adhi.

Yassin Kosasih, promotor Jangkar Biru Motorsport (Foto: Jangkar Biru Motorsport)
Sementara itu, M Yassin Kosasih sebagai salah satu promotor menjelaskan pada saat balapan ia bersama Tomi Hadi juga mengunjungi beberapa pereli. Menurutnya, dari semua yang ia temui memberikan kesan yang positif dan mereka mengapresiasi kinerja kita.
“Tidak ada yang bilang jelek, dan memang mereka melihat kesungguhan kita. Pada saat survei seminggu sebelum balapan, apabila dari peserta melihat ada yang tidak bagus, mereka langsung menhubungi saya dan nanti saya akan teruskan ke tim untuk melakukan perbaikan agar semua bisa lebih nyaman saat melakukan balapan,” pungkas Yassin.
Sebagai langkah penyempurnaan tersebut, promotor sepakat untuk melakukan revisi atau pembokaran sementara agar lintasan yang dilewati oleh pereli tidak menimbulkan bahaya. (*)

