Connect with us

Did You Know?

Merotasi Posisi Ban 4×4 Bikin Memperpanjang Usia

Selain mesin, suspensi dan sejumlah fitur lainnya, tentu peran ban juga tak kalah penting. Ban berkualitas tinggi untuk kendaraan 4×4 memang terbilang mahal, terutama bagi anda yang aktif dalam kegiatan offroad atau bekerja ke daerah terpencil perlu merogoh biaya ekstra untuk ban yang menawarkan kombinasi performa yang piawai di jalanan aspal sekaligus offroad. Pula tak ketinggalan soal durabilitas dan ketahanan karet.

Terlepas dari merk dan seberapa pun mahalnya ban yang anda pilih, kemungkinan besar anda tidak menggunakan ban tersebut lebih dari delapan puluh ribu kilometer dalam satu set. Apalagi jika ditambah faktor berat kendaraan, kondisi medan yang biasa dilalui , serta perawatan yang anda tempuh.

Salah satu trik ini efektif untuk memperpanjang usia ban yakni menggilir posisi ban secara berkala atau sebut saja rotasi reguler, dipercaya dapat meratakan keausan pada keempat ban kendaraan anda. Tetapi jika anda memiliki ban cadangan bertipe sama, anda bisa menyertakannya ke dalam jadwal rotasi. Tak ayal, seringkali kita jumpai ban cadangan para offroader terkadang beda tipe. Trik ini dapat memperpanjang periode ban hingga 20 persen. Lumayan kan, sob!

 

Apa Penyebab Tingkat Keausan Tiap Ban Berbeda?

Jawabannya adalah lantaran masing-masing ban memiliki ‘tugas’ yang berbeda tergantung posisi ban pada kendaraan. Contohnya, ban belakang mungkin lebih cepat aus ketimbang ban depan — ini disebabkan anda lebih sering mengemudi di jalanan gravel/ berkerikil, ban belakang bertugas menahan benturan akibat lemparan batu dari ban depan.

Sebaliknya, ban depan lebih cepat aus jika kendaraan anda dilengkapi dengan bumper bullbar, lampu, dan winch. Disinilah fungsi rotasi ban perlu dilakukan dalam urutan tertentu secara teratur supaya tingkat keausan ban merata. Aspek lain yang mempengaruhi keausan ban adalah beban yang ditanggung setiap ban, relatif bervariasi tergantung pada muatan penumpang atau seberapa banyak perlengkapan yang anda bawa di ruang kabin atau roof rack.

Desain suspensi juga dapat mempengaruhi usia ban. Misal, kendaraan 4×4 dengan suspensi independen bermuatan ringan akan memiliki camber positif dimana roda seolah-olah miring ke dalam, hal ini akan mengakibatkan tapak ban bagian terluar tergerus secara berlebihan. Kebalikannya, camber negatif menyebabkan gerusan berlebih pada sisi tapak bagian dalam.

Berbeda halnya dengan suspensi live-axle, roda akan selalu tampak tegak lurus terhadap permukaan jalan, seberapapun berat muatan kendaraan. Sementara kendaraan 4×4 yang memiliki suspensi depan independen (IFS) dan live-axle dibagian belakang, tingkat keausan ban belakang dan depan tentu akan berbeda.

Sementara kendaraan 4×4 bersistem full-time, tingkat keausan yang berbeda pada tiap ban dapat menimbulkan masalah. Ban dengan tingkat keausan berlebih diseluruh permukaan tapak akan memiliki putaran diameter lebih kecil ketimbang ban dengan alur kembang yang masih terbilang bagus. Jika kondisi tersebut tetap dipaksakan, maka dapat menimbulkan kerusakan pada komponen driveline karena salah satu roda memiliki kecepatan yang berbeda dari lainnya.

 

Seberapa Sering Harus Merotasi Ban Secara Reguler?

Disarankan merotasi ban setiap 10.000 km atau ketika salah satu ban terdeteksi mengalami aus berlebihan. Selain penyebab aus yang disebutkan diatas, kesalahan lain diantaranya adalah tekanan ban yang kurang tepat dan kesalahan mekanis seperti keseimbangan roda, sokbreker, komponen steering, per, bahkan pengaturan yang kurang pas pada suspensi lift. Sebaiknya masalah mekanis perlu diperbaiki terlebih dahulu agar tidak mengganggu kinerja ban.

Pada prinsipnya, sebagian besar ban yang digunakan kendaraan 4×4 dapat di-reposisi, selama semua ban memiliki ukuran dan tipe yang sama dengan load rating. Tetapi perlu dicatat bahwa rotasi ban 4×4 punya trik khusus, tidak sembarangan. Misalnya saja ban unidirectional hanya dapat dipindahkan dari depan ke belakang, begitupun sebaliknya, tetapi bukan dari sisi ke sisi. Ban unidirectional digunakan searah sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya terdapat tanda panah didinding ban.

 

Rotasi Empat Ban

Urutan rotasi empat ban untuk kendaraan berpenggerak empat roda tanpa cadangan memiliki teknik khusus seperti di gambar. Ban tidak hanya menghasilkan cengkeraman namun juga mentransfer tenaga dari mesin ke permukaan jalan.

 

Rotasi Lima Ban

Jika ban cadangan anda sesuai dengan empat ban lainnya dalam hal ukuran dan tipe, maka ban cadangan dapat dimasukkan ke dalam jadwal rotasi reguler. Teknik ini secara efektif bisa memperpanjang usia ban hingga 20 persen. Selain itu, ban cadangan anda justru lebih awet jika dipakai bergiliran untuk menghindari karet getas akibat jarang digunakan. Baik rotasi empat ban maupun lima ban, pastikan setiap ban bergantian menduduki setiap posisi pada kendaraan.

Merotasi ban secara berkala adalah salah satu metode yang dapat anda gunakan untuk memperpanjang usia ban. Selebihnya, perawatan dan pengecekan rutin juga wajib dilakukan. Selalu ikuti prosedur yang aman, karena keamanan tak kenal kompromi!

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect