Connect with us

Cars

Mimpi Ford Roadster Pickup yang Terealisasi di Tangan Gearhead Monkey Garage

JOGJAKARTA – Mimpi seseorang untuk memiliki mobil kustom Ford Roadster Pickup lansiran 1932 akhirnya berhasil direalisasikan oleh workshop kustom Gearhead Monkey Garage yang dinahkodai oleh Iman Kusumo.

Dalam gelaran ajang kustom kulture terbesar di Indonesia, Kustomfest, yang digelar di Jogjakarta pada 1-2 Oktober 2022, mobil berdarah Amerika Serikat ini kembali memancarkan auranya di antara deretan mobil kustom lainnya. Menurut builder tersebut, kondisi yang saat ini ia pamerkan di Kustomfest 2022, mampu menjawab ekspektasi kustomer terhadap mobil ikonik ini.

Tentunya hal ini sangat kontras jika mengingat saat pertama kali mobil tersebut masuk ke dalam workshop. Mobil ini sempat diam beberapa tahun sebelum akhirnya diputuskan untuk dibangun oleh gerai yang punya spesialisasi merestorasi mobil-mobil klasik keluaran negara Paman Sam tersebut.

“Tapi saya bilang, bahwa pengerjaan ini enggak bisa buru-buru, karena menurut saya Hot Rod ini adalah kertas polos nih. Saya harus pelajari dulu, dan tidak bisa seenaknya langsung bikin begitu aja. Dia datang dengan bodi-bodi asli, dan begitu saya cek, ternyata geometrinya semua salah dan ukuran salah, lalu saya bilang boleh enggak kalau kita ukur ulang?,” buka Iman sambil mengenang saat mobil tersebut masuk ke dalam workshopnya.

Setelah mendapat persetujuan dari pemilik, ia bersama tim langsung bergegas untuk menjadikan mobil ini menjadi sebuah masterpiece baru yang bisa ditampilkan. Karena tim Gearhead Monkey Garage telah melakukan atas perbaikan tersebut, juri Kustomfest rupanya sadar ada yang tidak biasa pada mobil tersebut.

“Makanya tadi tanggapan dari juri-juri internasional itu berkomentar ini Ford 32, saya tahu bentuknya benar, tapi ada yang beda. Dan begitu saya jelaskan mengenai teknisnya, mereka mengerti. Jadi kita melakukan potong sasis di bagian tengah, lalu kita rapetin lagi, dipendekin, serta disesuaikan dengan ukuran bodinya Ford Roadster Pickup lansiran 1932,” jelas Iman.

Meski kustomer telah memberikan kuasa penuh kepada Gearhead Monkey Garage untuk pengerjaan, namun workshop tersebut tidak langsung bergerak sesuai keinginan mereka. Justru sebaliknya, di mana pengerjaan yang dilakukan senantiasa diinformasikan ke pemilik agar hasil akhirnya bisa sesuai dengan ekspektasi.

“Semua pengerjaan itu melewati approval dari kustomer. Jadi saya menganggap diri saya bukan builder, saya itu tukang jahit, kasarnya kita menyarankan kalau polanya seperti ini, nanti kurang bagus atau kurang matching, jadi saya kasih tahu nanti bentuknya kaya gini dan semua harus approval dari pemilik,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang lebih proper, maka Iman bersama tim harus melakukan mix and match. Pria yang dikenal dengan beberapa karya terbaiknya ini akhirnya mendapatkan satu unit Ford Anglia yang memang memiliki basis sama seperti Ford Roadster Pickup lansiran 1932 untuk dikawinkan dengan beberapa komponen lainnya.

“Karena kita mau memperbaiki semua kesalahan yang sudah dilakukan sebelumnya, untuk mendapatkan hasil terdekat dengan Ford 32 roadster pickup, ya Ford Anglia ini. Dan kebetulan, saya dapat Ford Anglia nya memang utuh dan bersurat, jadi saya modifikasi sekalian. Jadi supaya modifikasinya lebih sempurna lagi,” sambungnya.

Tidak hanya perkara pekerjaan yang mayor seperti mix and match sasis atau komponen lainnya, untuk urusan pemilihan warna yang disematkan pada desain eksterior dan interior, ia terus melakukan komunikasi dengan kustomer. Tujuannya hanya satu, tidak mau mengecewakan harapan kustomer di mana mobil ini menjadi sebuah benda art yang mampu menyihir banyak orang.

“Kaya contoh pemilihan warna jok, warna mobil, bentuk bodinya semua dari dia. Saya moulding, kita bentuk jadi yang saya paling seneng adalah build mobil bukan terserah buildernya, saya enggak suka kaya gitu. Saya lebih senang kustomer ikut merasakan prosesnya, karena kalau enggak nanti dia cuma tau bayar jadi, bayar jadi, jadi pas ngejelasin detail dia enggak ngerti,” lanjut Iman.

Bicara mengenai berapa lama waktu untuk membangun mobil ini, builder tersebut menegaskan sejatinya untuk proses tersebut memakan waktu tujuh bulan sampai satu tahun. Namun, lantaran adanya pandemi, maka waktu pengerjaan menjadi lebih molor dan terkendala pembatasan.

“Rebuild ini, kalau kita rapel semua sebenernya tidak begitu lama. Tapi kan kita sempat ada pandemi, kalau dihitung waktu pengerjaan itu sekitar 7 bulan sampai 1 tahun. Tapi karena pandemi, saya menganggap dua tahun lah, karena kita terkendala dengan pembatasan juga kan,” tuturnya lagi.

Dari beberapa pengerjaan, untuk urusan simulasi warna menjadi paling ekstra. Sebab, beberapa kali melakukan penyesuaian, selalu tidak sesuai dengan harapan si pemilik. Dengan begitu, Iman dituntut untuk lebih mengerti taste dari kustomer tersebut agar hasilnya benar-benar maksimal.

“Paling lama makan waktu adalah pemilihan warna, karena catnya ini root beer candy, terus saya coba matching warna dan kustomer tidak suka sampai berulang-ulang terus, saya bikin sample warna dan akhirnya saya terpaksa import dari Amerika saya pakai House of Kolor, saya import dan saya cat, baru dia suka,” pungkasnya. 

Berkat usaha serta kreativitas Gearhead Monkey Garage, Hot Rod Ford roadster ini berhasil menyabet gelar Best Kustom Car. Tidak hanya itu, mobil yang juga memenangkan Best Hot Rod serta Best Pick dari Mooneyes tersebut juga berhasil mengawinkan gelar prestisius lantaran menyabet Piala Raja 2022 dari Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai trofi bergilir. (*)

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect