Akhir tahun sudah dekat dan SSC Racing Organizer ingin memanjakan para pecinta kecepatan dengan event Drag race yang dilaksanakan sabtu 14 desember 2013 lalu di Jalan Letnan Tukiyat, Mungkid, Magelang.
Ini merupakan kali ketiga SSC membuat event drag race (mobil), walaupun begitu SSC berhasil menyeret 245 starter yang untuk ambil bagian dalam event ini. Besarnya antusias dari para peserta bisa dilihat dari banyaknya peserta yang datang dari luar jawa tengah untuk turut meramaikan drag race akhir tahun yang di adakan oleh SSC.
Ada 17 kelas yang diperlombakan yang terdiri dari kelas brecket 12 detik, brecket 11 detik, brecket 10 detik, brecket 9 detik, 3.3B Stock Minibus, 3.1B Stock Sedan, 3.1B Stock Sedan, 3.1A, 3.5 Stock Sedan, 2.6 Modified Sedan, 2.1 Modified Sedan, 2.5 Modified Sedan, Pro N/A, FFA, 2.7 Modified Sedan, 2.9 Modified Sedan, Super Retro, dan kelas 3.3A.
Yang sedikit berbeda adalah mulainya event ini, yang biasanya dimulai dari pagi akan tetapi acara ini baru dimulai sekitar jam 3. Hal itu dikarenakan dari pihak SSC baru diijinkan menutup jalan itu jam 1 siang. Sebelum race dimulai para starter diberi kesempatan untuk QTT selama 20 menit. Disaat QTT nasib sial menimpa baim dari bening motor dengan Mitsubishi Evo 3 mengalami kerusakan pada transfer case, yang pada akhirnya baim tidak dapat melanjutkan lomba.
Pada saat QTT, mata saya sempat tertuju pada sebuah mobil corolla hatch back 2 pintu milik dari Joseph dari Jakarta. Ternyata ini baru pertama kalinya Joseph mengikuti event drag race, biasanya dia hanya mengikuti ISOM dan Sprint Rally.
Dengan menggunakan mesin 4AGE Blacktop, Joseph mendapatkan juara 5 nasional Super Touring ISOM di Sentul kemarin. Amat disayangkan pada event kali ini Joseph tidak bisa tampil maksimal. Karena Corolla yang digunakan memiliki spek touring apalagi menggunakan blacktop, yang tenaganya baru keluar apabila rpm tinggi. Hal itu membuat corolla ini menjadi kesulitan disaat start, dan yang sering terjadi adalah rpm bakalan ngedrop.
Banyak kejadian-kejadian konyol yang terjadi pada event drag race kali ini. Seperti dari Shift Enginering, disaat mengikuti kelas breket 11 detik Karimun turbo mengalami break out dengan catatan waktu 10,8 detik. Disaat ganti joki dengan mobil yang sama malah catatan waktunya 12 detik, “belom biasa bawa karimun, lagian tadi ga pake launch control disaat start jadi ngedrop rpmnya” saut Tanto pembalap dari Shift Enginering.
Hal serupa pun terjadi pada Alex dari manado dengan Mitsubishi Evo 3 miliknya. Disaat sudah start, jok Evo 3 milik Alex secara tiba-tiba jok mobil mundur kebelakang alhasil kakinya Alex sulit untuk menginjak gas. Hingga pada akhirnya Alex mencatat waktu 13 detik pada kelas FFA.
Disaat matahari mulai tenggelam timbul masalah baru bagi para pembalap. Dimana kondisi saat itu hujan, walaupun itu hanya gerimis tapi cukup berpengaruh dalam traksi mobil.
Hampir rata-rata pembalap catatan waktunya menurun, dikarenakan kesulitan disaat start karena trek yang cukup licin. Hal itu terjadi terhadap Boy dimana waktu start, Estilonya Boy sulit untuk dikendalikan.
Begitu juga dengan Ayopa, mobil City Type Z milik dimas sempat kesulitan untuk mencari celahnya agar startnya bisa mulus. Rekan setimnya Dimas yaitu Moza dengan Estilo full-fullannya mengalami nasib yang kurang baik. Karena disaat mobil sudah melaju kencang mesin tiba-tiba mesin brebet, hal serupa pun dialami Akbar yang menjoki mobil Estilo tersebut.
Semakin malam race bertambah semakin sengit dimana kelas-kelas modified mulai turun.
Walau pun hujan hal itu tidak menghalangi mereka untuk balapan.

Hingga pada akhirnya race pun diberhentikan pukul 12 malam. Dan ini lah saat yang ditunggu-tunggu yaitu pembagian piala.

Selamat bagi Amanah Iman Racing Team yang menyabet 2 piala pada kelas 3.3B dan kelas 3.1B.













