Mungkin buat kalian pemilik Nissan yang membaca judul ini awalnya sedikit was-was lantaran sekitar dua tahun lalu PT Nissan Motor Indonesia pernah melakukan penarikan model Grand Livina, Latio dan Navara terkait masalah airbag di kursi pengemudi. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung sekitar 53 ribuan unit kendaraan. Tapi anda tak perlu kuatir karena recall ini diperuntukkan khusus pasar Amerika Serikat dan Kanada.
Tersiar kabar bahwa total 166.000 unit Nissan mengalami penarikan terkait saklar pengapian yang berpotensi menyebabkan mesin mati mendadak saat kendaraan melaju. Recall sekitar 153.000 kendaraan tersebut berada di Amerika Serikat, sementara 13.000 terjadi di Kanada.

Saat ini Nissan menghimbau para pemilik agar tidak menambahkan gantungan kunci kontak pada kendaraannya. Tentunya penarikan hanya berlaku pada kendaraan dengan kunci konvensional, bagi kendaraan berfitur start-stop button terhindar dari masalah ini.
Pada kendaraan tertentu dengan sistem kunci pengapian mekanis, pegas di saklar pengapian berpotensi putus juga memungkinkan kunci berpindah dari posisi ‘On’ ke posisi ‘ACC’ atau aksesoris. Hal ini dapat menyebabkan mesin mati dan mempengaruhi fitur air bag serta sistem pengereman berhenti bekerja. Akibatnya pengemudi kehilangan kendali saat kendaraan melaju hingga mengalami resiko kecelakaan fatal.

Sesuai yang dilansir dari Automotive News, Nissan menuturkan tidak ada insiden di AS akibat dari kesalahan tersebut. Pihak NHTSA pun membenarkan hal itu, belum mendapat laporan adanya korban jiwa.
Untuk pasar AS, penarikan mencakup model-model tertentu produksi tahun 2017 dan 2018 yakni Frontier, Juke, Sentra, Versa, Versa Note, Micra, Navara, dan NV200. Sementara di Kanada, diantaranya termasuk Frontier, Micra, Versa Note, NV200, NV1500, NV2500, dan NV2500.

Bulan ini Nissan akan memberi tahu konsumen tentang penarikan dan melakukan pengecekan kendaraan serta mengganti kunci kontak jika diperlukan. Sejauh ini PT Nissan Motor Indonesia belum ada pemberitahuan soal penarikan kendaraan.

