Beberapa kalian yang pernah mengganti aki pasti sempat bingung memilih antara aki basah dan aki kering. Memang sebenarnya apa sih perbedaan dari kedua aki ini? Sebelum itu mari kita bahas apa itu aki kering dan aki basah. Aki kering tipe gel itu menggunakan elektrolit yang lebih kental seperti jelly, sedangkanaki kering pada dasarnya sama seperti aki basah namun dibuat lebih tertutup sehingga kalau dilihat dari luar aki kering tipe gel danaki kering itu sama persis. Yang akan kita bahas di sini adalah perbedaan antara aki basah (reguler) denganaki kering, karenaaki kering yang paling banyak digunakan pada mobil-mobil saat ini. Sementara aki kering tipe gel hanya digunakan pada mobil-mobil premium karena harga aki kering tipe gel ini bisa mencapai 2 juta rupiah.
Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah
1. Tampilan fisik

Perbedaan fisik lainnya ada di bagian atas aki. Kalau aki basah, anda akan menemukan enam buah tutup yang masing-masing bisa dibuka dengan mudah. Namun pada aki kering, permukaan atas aki rata. Dengan kata lain tidak ada penutup aki, namun sebenarnya ada tempat untuk membuka bagian aki hanya saja penutup ini dibuat tidak menonjol dan diberi perekat yang sangat kuat. Sehingga sulit untuk dibuka.
2. Proses penguapan elektrolit

Penguapan terjadi saat proses penggunaan dan pengisian aki, jadi baik pada aki basah maupunaki kering sama-sama mengalami penguapan elektrolit. Namun padaaki kering penguapan dibuat seminimal mungkin sehingga volume air aki bisa bertahan cukup lama. Sedangkan pada aki basah, terdapat ventilasi di tiap tutupnya sehingga proses penguapan elektrolit bisa lebih cepat. Bisa disimpulkan, penguapan pada aki basah itu lebih cepat dibandingkanaki kering. Namun, aki karena tutup aki basah bisa dibuka dengan mudah maka kalau air akinya kurang, kita tinggal mengisi air aki dengan mudah. Sementaraaki kering kalau air akinya kurang, tidak bisa kita isi.
3. Masa pakai aki

Mungkin anda mengiraaki kering itu memiliki masa pakai lebih lama, tapi sebenarnya tidak juga. Alasannya seperti yang dijelaskan diatas, aki ini memang memiliki penguapan elektrolit yang minim namun kalau air akinya sudah berkurang maka tidak bisa diisi lagi sehingga perlu diganti. Air aki didalam aki kering bisa bertahan antara 1 tahun sampai 2 tahun tergantung pengguaan aki. Sementara pada aki basah, meski penguapannya lebih besar air akinya dapat diisi dengan mudah. Jadi asal kita selalu menjaga volume air aki tetap normal maka aki akan terus bertahan. Biasanya aki akan rusak setelah bertahun-tahun saat elemen lain seperti separator atau pole aki mengalami kerusakan.
4. Harga

Dari segi harga,aki kering itu lebih mahal dibandingkan aki basah. Alasannya sesuai peruntukannya, aaki kering dengan label MF (Maintenance free) dibuat agar aki tidak lagi memerlukan perawatan. Jadi kalau mobilnya dibekali aki kering, kita tidak perlu merawat akinya sampai aki tersebut rusak sendiri. Sementara aki basah, kita harus mengecek volume air aki dan juga berat jenisnya secara rutin. Sehingga dari segi harga, aki basah lebih terjangkau.

