MALANG – Pereli HRVRT BGM HBM BMB, Rihan Variza, mengaku puas dengan perolehan akhir sebagai runner up di Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2024. Hal ini ia sampaikan usai melakoni seri pamungkas di Malang, Jawa Timur.
Perjuangan yang dilakukan oleh Haji Rihan bersama M Fahrezi Fadh, bisa dikatakan semakin berat pada seri terakhir ini. Selain harus mengantisipasi comeback-nya Ryan Nirwan, pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia yang memacu Toyota GR Yaris AP4, ia juga harus bekerja ekstra untuk mengejar pesaing lainnya, yakni Haji Putra Rizky dari JRT LFN Sederhana Motorsport, yang menggunakan Ford Puma Rally1.
“Saya tetap bersyukur, Alhamdulillah kita tetap mendapatkan hasil terbaik di runner up pada Kejurnas Sprint Rally 2024,” ujarnya, saat wawancara dengan FastnLow di sela-sela penyerahan podium di Sirkuit Puslatker TNI AL Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur (15/09).

Hyundai i20 N Rally2 berkelir biru jadi andalan Haji Rihan (Foto: HRVRT Official)
Apa yang dicapai tersebut, menurutnya menjadi buah dari perjuangan dan usaha yang telah dilakukan selama enam putaran berturut-turut. Sebab, sejak awal musim persaingan yang terjadi di atas lintasan kerap terjadi dalam tensi tinggi.
Sebelum putaran keenam ini digelar, poin sementara Kejurnas Sprint Rally 2024 antara ia dengan Haji Putra hanya terpaut 6 poin. Dari lima putaran yang telah dilangsungkan sebelumnya, Haji Rihan, berhasil mengalahkan rivalnya pada putaran keempat yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.
Sementara pada putaran pertama dan kedua, Haji Rihan kerap membuntuti Haji Putra Rizky yang tampil dominan yang mengamankan podium pertama. Sementara pada putaran ketiga, pereli yang menggeber Hyundai i20 N Rally2 berada di podium kedua, sementara Haji Putra berada di podium ketiga.
“Ini adalah perjuangan saya dan tim, dan hasil ini adalah yang terbaik untuk kami,” tambah Haji Rihan.

M Farezi Fadh (kiri) dan H Rihan Variza (kanan) (Foto: HRVRT Official)
Dalam bicangnya tersebut, pengusaha asal Binuang, Kalimantan Selatan ini menjelaskan bahwa selama lima putaran yang telah dilalui, ia merasa pada seri Meikarta yang digelar Agustus 2024 lalu, menjadi salah satu laga yang menurutnya kurang maksimal. Hal ini dikarenakan adanya masalah teknis pada mobilnya, sehingga performa dari Hyundai i20 N Rally2 tidak bisa maksimal.
“Jika bicara satu musim ini, saya sangat puas. Tapi saat di Meikarta, sayang sekali mobil mengalami masalah di sensor turbo dan spring pada suspensi. Pada sensor turbo, yang harusnya 1,5 bar karena ada masalah jadi yang bisa digunakan hanya 0,8 bar,” kenangnya.
Jika bicara hasil yang diraih, selama empat special stage yang digelara pada Sabtu – Minggu (14-15/09), ia membukukan waktu tercepat 15 menit 53,2 detik dan terpaut 17,9 detik dari Haji Putra Rizky yang menggeber Ford Puma Rally1 di peringkat pertama.
Meski demikian, ia masih mengejar target untuk bisa mengamankan gelar Juara Nasional Rally yang akan dilangsungkan di kampung halamannya, Binuang, Kalimantan Selatan, pada Oktober mendatang. (*)

