BANDUNG – Berkaca pada hasil seri kedua Kejurnas Sprint Rally yang digelar beberapa waktu lalu, pereli Ghaffar Irianto yang berpasangan dengan Anandyo Dwiky, rasanya harus lebih banyak bersabar.
Pasalnya, sepanjang 4 Special Stage (SS) yang dilangsungkan pada 10-11 Mei 2025 lalu di area Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, keduanya benar-benar dihantui oleh masalah teknis pada Honda Brio yang menjadi andalannya.
Sejatinya, hasil yang mereka terima bukan sebuah pengecualian. Tetapi, Rian menjelaskan bahwa hal tersebut memang disebabkan lantaran persiapan yang minim.

Rian (racing suite hitam) dan Eky (racing suite merah) (Foto: Nudhiya Ghulam)
“Kurangnya persiapan, mengakibatkan balapan yang tidak maksimal. Mobil Brio mengalami as roda copot terus selama 4 SS berturut-turut,” jelas Rian, melalui pesan singkat kepada FastnLow.
Padahal, pereli yang bernaung di bawah Gazpoll Racing Team ini menyadari bahwa lawan yang harus dihadapi di Kelas F.1 ini bukan perkara mudah. Ia turut mengakui bahwa dengan adanya nama-nama yang lebih senior ditambah mobil-mobil yang lebih kompetitif, membuat persaingan di kelas ini menjadi lebih seru. Tetapi, nasi sudah menjadi bubur, perjuangan Rian dan Eky menjadi anti-klimaks di Tanah Pasundan.
“Di kelas saya untuk pesaing-pesaingnya sangat seru sebenarnya. Di peringkat 5 besar saja, perolehan waktunya sudah sangat bersaing. Hanya saja disayangkan saya belum berkesempatan untuk ikut persaingan itu karena kendala pada mobil,” sambung Rian.

Honda Brio yang dipacu Rian dan Eky (Foto: Nudhiya Ghulam)
Atas hasil yang kurang mengenakan tersebut, putera dari Dwi Irianto ini telah melakukan evaluasi dan memiliki beberapa catatan penting untuk melakoni seri mendatang.
“Bahan evaluasinya saya harus betul-betuk double check segala sektor bagian dari mobil sebelum balap, dan juga poin pentingnya adalah harus didukung dengan racing support yang memiliki banyak pengalaman,” pungkas Rian. (*)

