Connect with us

Racers

Pesan Dadakan dan Kiprah Amandio di Russian Drift Series GP 2021

The Humble Friends From Russia

Setelah D1GP, Amandio pernah mengikuti ajang King of Nations Drift Championship 2016 dan memperoleh Juara 1 di Seri 3 dan Juara 3 di Seri 4. Di awal tahun yang sama Dio juga memenangkan ajang King of Asia yang berlangsung di Malaysia.

Cina juga pernah menjadi saksi kehebatan drifter asal Indonesia ini. Pada 2018, Amandio mengikuti 4 dari 5 seri D1GP China dan meraih posisi overall ke-7 hingga seri terakhir. 

Ajang drift yang bertempat di Asia seperti Jepang, Malaysia, dan Cina sudah pernah disambangi oleh Dio, bahkan Amerika pun sudah, pada 2012 ketika Dio masuk ke Top 5 Qualifier di Formula Drift USA California. Benua Eropa khususnya Rusia melalui ajang D1GP Russia di Asia Pacific Prim Ring juga pernah diikuti Amandio dengan pencapaian berupa Top 3 Qualifier dan masuk di Top 9 saat sesi battle.

Dan pada tahun yang baru saja terlewat, 2021, Dio mendapat ajakan untuk kembali berkarir di Eropa dan berujung dengan keikutsertaannya di tiga seri Russian Drift Series melawan banyak drifter Eropa kawakan.

Amandio mendapat pesan dari Gocha Chivchyan yang mengajaknya untuk mengisi slot personel di tim Forward Auto. Gocha dan Dio sendiri bertemu di waktu Dio berkompetisi di D1GP Japan. 

Tim drifting asal Rusia memang terkenal dengan persiapan dan antusiasme yang besar, baik dimanapun mereka bertanding. Karena itu lah Gocha punya penonton yang mendukungnya di Jepang. Berbanding terbalik dengan Dio yang saat bertanding sangat minim dukungan penonton dari Indonesia.

Keduanya pernah bertemu di sesi battle, dan Amandio terpilih sebagai pemenangnya. Usai bertanding keduanya saling berkenalan dan sejak itu terus saling berbagi kabar. Dari persaingan di Jepang ini lah yang tidak disangka bakal menjadi tiket Amandio untuk bertanding di Rusia. Amandio bakal mengisi slot Masato Kawabata yang berhalangan dalam meneruskan sisa seri dari RDS GP 2021

Kurang baik apa Gocha dan tim Forward Auto? Ini adalah salah satu bukti kalo para drifter tak hanya saling menjadi lawan di trek kompetisi saja, di luar mereka adalah teman untuk saling bertukar pikiran dan bahkan saling mendukung satu sama lain. Selain dengan Gocha, Amandio juga ditemani oleh Roman Tivodar yang perdana Dio temui di RDS GP Agustus lalu.

Di awal pengajakan, Gocha dan Dio saling bertukar email untuk membicarakan apa saja yang perlu diurus seperti VISA misalnya. Pengurusan berkas ini cukup bersifat gambling mengingat tiket pesawat ke Rusia saja belum didapat.

Keberangkatan Dio terbilang sangat mepet, seminggu sebelum RDS GP dimulai barulah Dio mendapatkan email dari Gocha yang juga berisi tiket pesawat.

Bagi Dio, ia sangat senang bisa membantu seorang teman, tetapi memang momen ke Rusia yang satu ini tidak pernah terpikirkan oleh Dio sendiri. Bertanding di RDS GP dan bersaing dengan banyak drifter besar seperti James Deane tentu memberi kebanggan tersendiri bagi Amandio. Apalagi momen Dio terbang ke Rusia masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus. 

FYI, Amandio sejak pertama diajak sama sekali tidak pernah meminta fee maupun bayaran awal sama sekali. Bagi Dio kesempatan ini pure untuk menambah pengalaman dan jam terbang.

Sesampainya di Rusia, Amandio dapat sambutan yang begitu hangat dari tim Forward Auto. Setelah membereskan barang bawaan dan juga mandi, Dio langsung request untuk melihat mobil yang bakal ia gunakan. 

Ketika di bengkel, Amandio hanya perlu melakukan sedikit adjustment ke mobil Nissan 180SX yang disediakan oleh Forward Auto. Selesai uji coba di track, Dio hanya melakukan satu kali penyesuaian lagi di bagian suspensi dan.. selesai

Kecepatan Amandio dalam mengatur ulang mobil ini ternyata membuat tim mekanik kaget. Kabarnya Dio cukup berbeda dengan Masato yang terbilang “rewel” masalah setting mobil. Bisa dibilang tim mekanik tidak perlu terlalu banyak bekerja untuk menyiapkan mobil Amandio.

Seri ke-5 RDS GP jadi debut pertama Amandio di ajang ini. Bagi seseorang dari luar rusia dan newcomer, Dio nampaknya berhasil membuktikan bahwa ia punya kemampuan yang patut diwaspadai. Buktinya di sesi qualifier Dio masuk jajaran Top 10 dengan berada tepat di posisi ke-10. Lolos ke jajaran Top 8 dan rebut posisi Overall ke-6 adalah pencapaian pertama yang fenomenal bagi newcomer dan bagi Dio sendiri. Di momen ini lah juga para penikmat dan penggiat drifting Indonesia semakin merasa bangga melihat Amandio bisa berada di posisi tersebut di ajang sebesar RDS GP.

Meski tenaga mobil yang dikendarai Amandio bukan yang paling teratas, nyatanya Dio berhasil membuktikan skill yang ia miliki lah yang patut diperhitungkan. Sekitar 750HP adalah tenaga yang bisa dipakai Dio, tetapi di sesi kualifikasi saja sudah bisa berada di setidaknya 15 besar. Buat yang belum tau, banyak kompetitor Dio yang punya tenaga sekitar 900HP, jadi hal ini cukup luar biasa.

Pada seri ke-6 RDS GP, Amandio amankan posisi ke-15 di sesi qualifier. Sayangnya di seri kali ini mobil 180SX yang ia piloti mengalami kerusakan di bagian valve seat yang mengakibatkan dirinya harus absen di Run 2 di Top 32 dan merelakan lawannya lolos ke Top 16.

Seri ke-7 RDS GP adalah Final Round dalam musim 2021, Amandio kembali raih posisi ke-10 di sesi QTT. Sayangnya Dio harus puas perjalanannya terhenti di Top 16.

Fast forward ke penghujung acara, Round 7 (Final) dari RDS GP berhasil dimenangkan oleh James Deane di posisi pertama dan Georgy Chivchyan, teman setim Amandio, di posisi kedua. Amandio Bersama Forward Auto berhasil memperoleh podium kedua pada klasemen overall team.

Dari tujuh seri yang terselenggara, Amandio turut berpartisipasi dalam membuat Forward Auto masuk jajaran Top 3 Team di RDS GP 2021. Kejuaraan tim bukanlah hal kecil bagi para drifter rusia, karena itulah mereka sangat senang dengan kinerja Amandio.

Kalau kata Amandio, orang-orang Rusia itu asik-asik seperti orang Indonesia meski raut muka memang terkesan sangat serius. Sudah seperti keluarga baru, Dio dan rekannya cukup banyak menghabiskan waktu bersama.

Hal baru yang dirasakan Amandio di RDS GP adalah seberapa humble dan terbukanya tim-tim rusia ini kepada semua orang yang ada di venue. Mereka membuka lebar paddock dan menyiapkan berbagai fasilitas bagi siapa saja mau mampir ke paddock.

Makanan prasmanan dan minuman disediakan dengan baik sebagian bagian dari hospitality untuk sponsor, pengunjung bahkan untuk tim kompetitor. Tak ada istilah membedakan mana lawan atau kawan ketika off track, semua adalah teman.

Perihal hospitality ini lah yang ingin dibawa Amandio ke Indonesia. Namun, memang diakui Dio kalau masih sulit menerapkan hal seperti ini. Hal itu karena space paddock di event tanah air masih cukup mahal dan terbilang kecil untuk membuat area terbuka dan hospitality untuk khalayak umum.

Apakah Dio bakal lanjut berkarir di Rusia dan ikut lagi ke RDS GP 2022? perihal ini dirinya sudah diajak untuk kembali bertanding dengan tim yang sama. Dan lagi-lagi, untuk sebuah kesempatan sebesar ini Dio tak akan menerima start money ataupun fee atas kontribusinya membela tim Forward Auto pada Kejuaraan di Rusia nanti.

Bertanding di kejuaraan yang diikuti banyak drifter papan atas dunia seperti James Deane pasti bukan lah hal yang mudah. Namun, kiprah Amandio di RDS GP nampaknya cukup membekas bagi penikmat motorsport di tanah air. Kapan lagi ada kesempatan untuk salah satu anak Indonesia bisa mengharumkan dan membuktikan bahwa Indonesia punya banyak talenta menakjubkan seperti Amandio.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect