Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Cars

Proyek Mobil Elektrik, Ford Berkolaborasi Dengan Rivian

Ford baru saja menandangtangani surat persetujuan terkait investasi sebesar $500 juta ke perusahaan startup kendaraan listrik Rivian. Yaps, merk ini dipandang sebagai saingan potensial Tesla. Rivian yang berbasis di Plymouth, Michigan, berencana memulai produksi truk dan SUV pada akhir tahun depan. Keduanya akan ditenagai oleh paket baterai dan dirancang menjadi kendaraan mewah seperti Tesla dan model kelas premium lainnya. Sementara itu, Amazon juga menyatakan investasinya senilai $700 juta ke Rivian pada Februari lalu.

Upaya Ford dalam menjalin kemitraan tak lain untuk mempercepat debut proyek mobil listrik, selain itu juga dalam upaya merampingkan operasi, memangkas biaya dan meningkatkan profit. Perubahan ini menunjukkan sedikit kemajuan perusahaan sejak Jim Hackett menjabat sebagai chief executive dua tahun lalu. Saham Ford jatuh sekitar 9 persen sejak kedatangannya. Pada Kamis lalu, Ford dijadwalkan melaporkan pendapatan kuartal pertamanya dan banyak analisis memperkirakan penurunan. Menurut rekam jejak pada 2018, profit Ford turun lebih dari 50 persen.

“Kita bisa belajar banyak dari Rivian, seberapa cepat mereka mewujudkan ide. Ada manfaat besar dari kerjasama ini dengan pendekatan clean-sheet untuk kendaraan listrik,” ucap William C. Ford Jr, Chairman Ford.

Investasi Ford mencerminkan perubahan dinamika dalam industri otomotif sebagai pendatang baru yang menemukan pijakan atas kemajuan teknologi. Produsen mobil konvensional seperti General Motor dan Ford memang telah memperkenalkan kendaraan listrik, akan tetapi tak bisa dipungkiri bahwa Tesla memimpin pasar di Amerika Serikat sejauh ini. Bahkan sejumlah analisis mengatakan bahwa Waymo — divisi perusahaan induk Google, Alphabet, telah bergerak maju dalam mengembangkan kendaraan otonom.

Saat ini industri otomotif konvensional berada dibawah banyak tekanan dalam mengembangkan teknologi yang sangat mahal — untuk mewujudkan hal itu dan membuatnya ‘aman’ secara finansial adalah ditempuh dengan bekerja sama dengan perusahaan lain. Tuntutan industri memicu terjadinya aliansi, seperti halnya Ford dan Rivian.

Sementara kolaborasi antara Ford dan Volkswagen tengah berupaya mengembangkan teknologi self-driving. Kasus lain seperti General Motor sudah bekerja sama dengan Honda untuk kendaraan otonom, upaya ini untuk mendapatkan dukungan finansial dari Softbank — perusahaan raksasa teknologi yang bergerak dibidang software dan telekomunikasi selular.

Rivian didirikan tahun 2009 oleh R. J. Scaringe, seorang trained engineer M.I.T yang memperkenalkan truk dan SUV pada November lalu. Tiap model Rivian dibangun di atas sasis yang berbentuk seperti skateboard dan komponen penggerak seperti baterai, gardan, suspensi, sistem pendingin dan empat motor elektrik. Dengan daya penuh, Rivian diklaim memiliki jangkaun sejauh 400 mil.

Scaringe mengatakan bahwa Rivian telah berdiskusi dengan berbagai produsen mobil tetapi Rivian dan Ford memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kendaraan tanpa emisi, “Kami percaya dunia perlu mobil listrik”.

Model pikap Rivian R1T dan SUV R1S diperkirakan akan dijual seharga $ 68.000 atau lebih. Scaringe berharap R1S mampu bersaing dengan Tesla Model X dan SUV lainnya yang diproduksi oleh Land Rover dan Porsche. Soal penjualan Rivian menetapkan target sekitar 20.000 unit pada 2021 dan dua kali lipat pada 2022. Sedangkan Tesla berhasil menjual sekitar 245.000 unit tahun lalu meskipun penjualannya merosot pada kuartal pertama tahun ini.

Pada Senin kemarin, Elon Musk, chief executive Tesla, mengatakan bahwa Tesla berencana mengoperasikan armada satu juta taksi self-driving pada akhir tahun depan. Hal sama juga dilakukan oleh Ford dan Rivian dalam mengembangkan teknologi otonomos. Seperti pandangan eksekutif industri lainnya, Scaringe mengatakan rencana Elon Musk tampaknya terlalu optimis, “Mobil otonomos akan mulai berlaku dalam 10 tahun ke depan”.

Rivian berencana memproduksi kendaraannya di Normal, Illinois, sebuah pabrik bekas yang diakusisi 2016 silam. Ford telah berencana menghabiskan $ 11 miliar untuk mengembangkan hampir dua lusin kendaraan listrik, termasuk SUV yang targetnya dirilis tahun depan serta versi truk pikapnya F-150. Ford pun mengatakan akan menggunakan sasis skaterboard Rivian dalam menambah varian model.

“Kita bisa bekerja lebih cepat dengan Rivian,” ujar Joe Hinrichs, president global automotive businesses of Ford. Sebelumnya Rivian mendapatkan investasi senilai $ 500 juta dari Sumitomo, konglomerat Jepang yang dikenal karena divisi bannya, dan Abdul Latif Jameel, grup industri Saudi. Investasi Ford tunduk pada persetujuan regulator, kedua perusahaan menolak untuk merinci berapa banyak kepemilikan yang akan diambil Ford di Rivian.

Comments

Mitsubishi XPANDER AP4 Tampil Perkasa Di Hari Pertama Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Racers

Mitsubishi XPANDER AP4 Kembali Membuktikan Performanya Dengan Menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Rally

KEMBALI PERCAYA DIRI DI PUTARAN KETIGA, GIBRAN BAWA PULANG 4 TROPHY

Karting

SERI 3 KEJURNAS GOKART ESHARK CHAMPIONSHIP

Karting

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect