Connect with us

Did You Know?

Sejarah Panjang Kesuksesan Chevrolet Corvette (part 1)

Chevrolet Corvette adalah mobil sport yang diproduksi oleh Chevrolet, salah satu divisi dari General Motors. Mobil ini sudah dibuat dalam 7 generasi. Model pertamanya, sebuah konvertibel, didesain oleh Harley Earl, dipertunjukkan ke publik di GM Motorama pada tahun 1953 sebagai mobil konsep. Myron Scott adalah orang yang mencetuskan nama “Corvette” untuk mobil ini. Aslinya dibuat di Flint, Michigan dan St. Louis, Missouri, saat ini Corvette dibuat di Bowling Green, Kentucky dan menjadi mobil sport resmi Persemakmuran Kentucky.

C1 (1953–1962)

Pada tahun 1953, hanya 300 unit Corvette yang diproduksi. Pada saat itu mobil dua pintu ini dibuat dengan tangan yang membuat seluruh Corvette produksi 1953 memiliki sedikit perbedaan. Pada awalnya mobil ini menggunakan mesin Blue Flame 6 silinder segaris berkapasitas 3.900 cc yang bertenaga 150 hp. Mesin ini dipasangkan dengan transmisi otomatis Powerglide 2-percepatan. Tentu ini bukan hal yang diharapkan oleh penggemar mobil sport pada saat itu. Akibatnya penjualan Corvette kurang sukses. Belum lagi kualitas produksi yang juga dipertanyakan, seperti kebocoran air dan pintu yang dapat terbuka ketika mobil sedang berjalan.​

Pada tahun 1955, Chevrolet menawarkan mesin small-block V8 yang bertenaga 195 hp. Transmisi yang dipasangkan dengan mesin adalah Powerglide otomatis 2-percepatan dan manual 3-percepatan hanya untuk tipe V8. Tahun 1956 insinyur Chevrolet meningkatkan tenaga yang dikeluarkan oleh mesin V8 berkapasitas 4.300 cc tersebut menjadi 210 hp dan 240 hp. Dan satu tahun kemudian ditawarkan mesin V8 dengan kapasitas 4.600 cc yang memproduksi tenaga 290 hp. Ini merupakan mesin injeksi langsung pertama yang digunakan oleh Chevrolet setelah sebelumnya dipakai pada Mercedes 300SL ‘Gullwing’ pada tahun 1955.

Chevrolet melakukan penyegaran atau facelift pada tahun 1958. Di sektor eksterior Corvette pada saat itu hadir dengan empat buah lampu utama dan aksen krom di beberapa bagian. Pada bagian interior terdapat takometer yang ditempatkan langsung berhadapan dengan pengemudi. Mesin yang ditawarkan masih sama, yakni Small Block V8. Tapi ditawarkan pilihan tenaga baru, yaitu 230 hp dan 290 hp. Lalu pada tahun 1961, desainer Chevrolet mengubah sedikit tampilan belakang Corvette dengan lampu belakang yang berjumlah empat buah dan kini menjadi trademark hingga sekarang. Peforma mesin juga mengalami peningkatan tenaga menjadi 315 hp. Dan pada tahun 1962 mesin V8 Small Block kapasitasnya ditingkatkan menjadi 5.400 cc dengan pilihan tenaga 250 hp, 300 hp, dan 340 hp. Selain itu juga terdapat mesin injeksi langsung dengan kapasitas yang sama, tapi mempunyai tenaga yang berbeda, yaitu 360 hp.

C2 (1963–1967)

Generasi kedua Corvette muncul pada tahun 1963 dan diproduksi sampai tahun 1967. Pada generasi ini Corvette juga memiliki nama lain, yaitu Sting Ray. Nama tersebut diambil dari mobil konsep bertema balap yang dikembangkan oleh Bill Mitchell, Larry Shinoda, dan Peter Brock pada tahun 1959. Tapi untuk desain eksteriornya Corvette Sting Ray ini terinspirasi dari mobil konsep Q Corvette yang diperkenalkan pada tahun 1957. Desain mobil yang juga hadir dalam format atap terbuka/convertible ini termasuk yang paling unik dalam sejarah dunia otomotif. Dengan body berjenis fastback, Corvette ini memiliki kaca belakang yang terpisah membuatnya semakin menarik. Selain itu mobil ini juga memiliki empat buah lampu utama model pop-up yang akan berputar jika dinyalakan. Ini juga membuatnya sebagai mobil Amerika kedua yang menggunakan lampu utama tersembunyi setelah DeSoto 1942. Dan Corvette terus menggunakan lampu model pop-up hingga generasi kelima yang diluncurkan tahun 1997.

Untuk mesin yang digunakan, Chevrolet membenamkan Small Block V8 berkapasitas 5.400 cc yang sanggup memproduksi tenaga sebesar 250 hp. Selain itu juga terdapat pilihan tenaga lainnya, yaitu 300 hp, 340 hp, 350 hp yang mulai ditawarkan pada tahun 1965, dan 365 hp yang mulai ditawarkan pada tahun 1964. Selain itu juga terdapat pilihan mesin Small Block V8 injeksi langsung dengan kapasitas mesin yang sama. Tenaga yang dikeluarkan lebih besar, yakni 360 hp dan 375 hp. Pada tahun 1965 mobil ini hadir dengan mesin baru, yakni Big Block V8 dengan kapasitas 6.500 cc yang menyemburkan tenaga sebesar 425 hp. Satu tahun kemudian Chevrolet menawarkan pilihan tenaga lainnya yang lebih kecil, yakni 390 hp. Dan pada tahun terakhir peredarannya, Sting Ray ditawarkan dengan mesin Big Block Tri-Power V8. Dengan kapasitas mesin yang sama, tenaga yang dikeluarkan lebih besar, yaitu 430 hp pada 4.600 rpm. Tapi beberapa pihak menyatakan bahwa tenaga yang sebenarnya disemburkan oleh mesin tersebut adalah 560 hp pada 6.400 rpm.

Dari segi penjualan, Corvette generasi kedua ini lebih sukses dibandingkan generasi pendahulunya. Pada tahun 1963, mobil ini diproduksi sebanyak 21.513 unit. Ini melebihi rekor penjualan pada generasi pertama yang mencapai 14.531 unit. Pada tahun 1964, 1965, dan 1966 penjualan mobil sport ini terus mengalami kenaikan dengan angka 22.229 unit, 23.562 unit, dan 27.720 unit. Tapi pada tahun terakhirnya penjualan Corvette justru mengalami penurunan menjadi 22.940 unit. Kemungkinan ini disebabkan mesin Tri-Power harus memakai bensin dengan oktan tinggi yang hanya terdapat di beberapa SPBU saja. Tentu ini bukan mesin untuk semua penggemar kecepatan.

C3 (1968–1982)

Generasi ketiga Chevrolet Corvette diluncurkan tahun 1968. Model ini bertahan sampai tahun 1982. Sama seperti generasi pendahulunya, Corvette ini terinpirasi dari mobil konsep, yakni Mako Shark II yang didesain oleh Larry Shinoda pada awal 1964. Desain eksterior antara mobil konsep dengan versi produksinya hampir terlihat sama dis emua sektor, kecuali kontur body mobil yang lebih halus. Corvette generasi ketiga ini muncul dengan kaca belakang yang disebut sugar scoop yang diletakkan secara tegak vertikal. Pihak Chevrolet pada saat itu terus berupaya untuk menyimpan rapat detil informasi mengenai Corvette ini sebelum peluncuran resminya. Tapi beberapa minggu sebelum diperkenalkan, produsen mainan terkemuka, Mattel, merilis miniatur mobil Corvette terbaru lewat merk Hot Wheels.

Sama seperti generasi sebelumnya, Corvette generasi ketiga ini juga ditawarkan dalam format coupe dan convertible. Untuk tipe atap terbuka, mobil sport ini hadir dengan T-Top dan kaca belakang yang dapat dilepas. Nama ‘Sting Ray’ ditanggalkan oleh Chevrolet. Tapi pihak pabrikan tetap memakai nama tersebut dalam iklannya. Pada sektor interior terdapat speedometer yang berbentuk lingkaran besar dan takometer tepat di depan pengemudi, Selain itu juga terdapat beberapa indikator, seperti temperatur air radioator, tekanan oli, bensin, jam analog, dan lainnya.

Pada tahun 1973 Corvette mulai bertransformasi dari mobil yang berotot atau muscle car menjadi touring car. Oleh karena itu pihak pabrikan melakukan perbaikan di seputar desain eksterior dan menggunakan ban radial. Hasilnya pengendalian Corvette mengalami perbaikan dan kabin mobil lebih hening sekitar 40%. Tahun 1978 merupakan tahun yang penting untuk Corvette. Selain karena Corvette generasi ketiga ini sudah berumur 10 tahun, mobil ini juga sudah berumur 25 tahun sejak kelahiran pertamanya pada tahun 1953. Pada tahun tersebut semua Corvette hadir dengan bagian moncong berwarna silver dan kaca belakang model fastback. Pihak Chevrolet juga meluncurkan model edisi khusus dalam menyambut ulang tahun Corvette yang ke-25.

Untuk pilihan mesinnya, Chevrolet menyediakan dapur pacu yang sangat beragam. Mesin Small Block V8 berkapasitas 5.400 cc hadir dengan tenaga 300 hp dan 350 hp. Lalu juga ada pilihan mesin Big Block V8 berkapasitas 7.000 cc yang sanggup mengeluarkan tenaga sebesar 390 hp. Pada tahun 1973 ditawarkan mesin L-48 yang memiliki tenaga 190 hp dan L-82 yang mampu menghasilkan tenaga 250 hp.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect