Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Did You Know?

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang
sumber: pinterest

Apa yang kalian ketahui tentang asal usul drifting? Dalam dua dekade terakhir ini, aksi sliding menggunakan mobil berbasis rear-wheel-drive telah berubah, bermula dari balap ilegal di jalur perbukitan Jepang menjadi kompetisi profesional yang diakui secara global.

Tanpa disadari, dasar-dasar teknik sliding sudah ada sejak balap mobil mulai bermunculan tepatnya sekitar 1950-an. Drifting kini sering dikaitkan dengan sosok Keiichi Tsuchiya, juga dijuluki sebagai ‘Drift King’ atau ‘Dorikin’ — yang mempopulerkan aksi ini pada pertengahan 1980-an. Memang, Keiichi bukanlah pembalap Jepang pertama yang menguasai seni drift, namun gelar itu telah menempel selama 20 tahun lebih.

Merunut dari asalnya, Jepang memainkan peran penting dalam mengantar popularitas teknik drift sedemikian rupa sehingga telah menjadi salah satu bentuk kompetisi otomotif yang paling populer. Tak seperti cabang motorsport lainnya, drifting sama sekali berbeda — dalam kompetisi drifting, hal yang menjadi critical point adalah garis, sudut (angle), kecepatan dan faktor penampilan.

Bagi yang belum tahu, garis ditentukan terlebih dahulu oleh juri sebelum kompetisi, drifter yang mencetak poin berarti mereka mengambil garis yang benar. Sudut adalah sudut yang diambil mobil saat drifting. Faktor kecepatan, secara spesifik ditentukan oleh kecepatan mobil saat memasuki belokan, saat berbelok, dan kecepatan saat keluar dari belokan — dalam hal ini tentu saja melibatkan mesin bertenaga tinggi, semakin cepat mobil berputar, semakin harum baunya di depan juri. Kemudian faktor penampilan yang juga menjadi salah satu bagian esensial dari drifting — antara lain meliputi ketebalan asap ban yang terbakar dan bagaimana navigasi mobil di trek dengan trik yang paling berani.

Dari semua faktor penilaian yang kita ketahui, dan perkembangan drifting belakangan ini, sama pentingnya bagi kita untuk belajar tentang bagaimana olahraga ini terbentuk. Berakar dari Negeri Matahari Terbit hingga menjadi fenomena dunia yang begitu dikenal oleh jutaan penggemar yang begitu puas menyaksikan kepulan asap dari ban.

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

sumber: www.drivetribe.com

 

PIONIR DRIFT

Mengingat olahraga drifting berakar dari Jepang, tak ayal jika satu pembalap dikreditkan sebagai ‘Father Of Drift’ karena membuat teknik ini begitu populer di kalangan orang Jepang. Adalah Kunimitsu Takahashi, seorang pembalap sepeda motor dan mobil balap profesional. Ia mengawali karirnya sebagai pembalap motor yang makin dikenal berkat kemahirannya dalam teknik drifting. Dan fakta bahwa Ia merupakan pembalap Jepang pertama yang memenangkan Grand Prix Motorcycle Racing di Jerman pada tahun 1961. Menyusul cedera parah akibat kecelakaan selama Isle of Man TT 1962, Ia beralih ke balap mobil pada tahun 1965.

sumber: ripituc.blogspot.com

Selama berkompetisi di All Japan Touring Car Championship, Takahashi terkenal karena keahliannya yang spektakuler dalam mencapai puncak lintasan dengan kecepatan tinggi — Ia melahap semua sudut dengan teknik drifting dan mampu mempertahankan kecepatan saat keluar dari tikungan. Penguasaan teknik drifting dan gerakannya yang begitu lincah dalam segala kondisi membuatnya berada di puncak podium dari waktu ke waktu, para pesaing kewalahan menyamai kecepatannya saat di tikungan. Selain menyabet banyak gelar, Takahashi juga memenangkan hati ribuan penonton yang menaruh perhatian ekstra saat Ia melakukan aksi ‘ban berasap’. Pada tahun 1970-an, teknik ini kemudian mulai menginspirasi para pembalap liar di Jepang.

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

sumber: highsnobiety.com

 

DRIFT ILEGAL

Sama halnya bagaimana balap mobil stok dan NASCAR berevolusi dari kegiatan ilegal, drifting mengikuti jalur yang sama. Pembalap jalanan ilegal di Jepang yang disebut ‘hashiriya’ melakukan balap dari titik A ke B di jalan pegunungan, atau disebut ‘toge’ (juga dieja touge), dalam upaya untuk menentukan waktu tercepat. Mencapai batas-batas cengkeraman di jalur yang berliku-liku dan terinspirasi oleh aksi balap Takahashi pada saat itu, gaya drift mulai mendapatkan dukungan dalam mempertahankan garis cepat melalui jalur.

Salah satu pembalap liar tersebut adalah Keiichi Tsuchiya muda, yang memiliki bakat terpendam dalam mempertahankan kecepatan dari satu sudut ke sudut lain menggunakan Toyota Sprinter Trueno. Melihat reputasinya dalam menaklukkan jalur pegunungan yang berkelok-kelok, lantas membuatnya dijuluki ‘Drift King’ atau ‘Dorikin’.

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

sumber: www.drivetribe.com

Berkat ketekunannya berlatih ‘toge’, Tsuchiya dengan cepat meningkatkan kemampuan mengemudi dan akhirnya memasuki seri balapan Fuji Freshman pada tahun 1977, sebelum maju ke All Japan Touring Car Championship seperti pahlawannya Takahashi. Hasrat Tsuchiya nyaris tak terbendung, Ia tak bisa meninggalkan akar sebagai ‘hashiriya’ di belakangnya.

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

sumber: option-tokyo.com

 

KOMPETISI DRIFT RESMI PERTAMA DI JEPANG

Dirilis pada tahun 1987, aksi ngebut dan drifting ilegal toge Tsuchiya ditampilkan dalam sebuah film low budget berdurasi 23:33 dengan judul ‘Pluspy’, yang kemudian mengakibatkan lisensi balapnya dicabut untuk waktu singkat. Sejumlah majalah dan garasi tuning yang terkenal di Jepang adalah dalang dibalik pembuatan video ini.

Film Pluspy mungkin tidak membantu karir balap Tsuchiya dalam jangka pendek, tetapi terbukti menjadi pemicu dalam pertumbuhan drifting sebagai hobi, dan akhirnya cabang motorsport dengan sendirinya. Sebelumnya, majalah tuning Jepang — Carboy menjadi tuan rumah kompetisi drift pertama pada tahun 1986. Kemudian menyusul tahun 1989, majalah Option di bawah kepemilikan Daijiro Inada (juga pendiri Tokyo Auto Salon) dan dengan bantuan Tsuchiya menciptakan kompetisi drift resmi level profesional yang disebut Ikaten. Kompetisi ini bukan dalam format seperti yang kita kenal hari ini, tetapi sebaliknya menampilkan tim yang terdiri dari lima pembalap sebagai nilai hiburan.

Semakin populernya ajang Ikaten, membuka jalan menuju All Japan Professional Drift Championship tahun 2000 yang berlangsung di Sirkuit Ebisu di Fukushima. Tsuchiya dan Manabu Orido tercatat sebagai juri dengan daftar peserta lebih dari empat puluh pengemudi yang dinilai berdasarkan navigasi. Ajang ini dianggap sebagai putaran pertama kejuaraan 2001, dan seri selanjutnya kemudian berganti nama menjadi D1 Grand Prix.

Dari babak dua dan seterusnya, ide dua pembalap bersaing secara head-to-head dalam format eliminasi tsuiso (twin run) lahir. Format ini tetap diberlakukan hingga hari ini sebagai dasar dari semua kompetisi drift di seluruh dunia.

Sejarah & Perkembangan Drifting Yang Berasal Dari Jepang

sumber: www.hireacamera.com

 

PERTUMBUHAN DRIFT DI DUNIA

Sementara drif bertumbuh pesat menjadi olahraga otomotif terpopuler di Jepang dengan berbagai kompetisi yang berbeda diadakan di negara tersebut, drifting mulai menyebar ke dunia — sebut saja California dimana salah satu ajang drifting pertama di luar Jepang yang terjadi pada tahun 1996.

Ajang itu adalah Willow Springs Raceway di Willow Springs, California, yang juga diorganisir oleh salah satu founding father D1 Grand Prix, Daijiro Inada. Pula dihadiri oleh pembalap drag Funny Car NHRA Kenji Okazaki, dan Keiichi Tsuchiya yang memberikan demonstrasi dengan Nissan 180SX yang dibawa langsung dari Jepang. Di ajang tersebut, bintang-bintang drifting masa depan termasuk Rhys Millen dan Bryan Norris adalah dua pendatang baru. Sejak itu drifting meledak di negara-negara Barat, menjadi salah satu bentuk kompetisi motorsport yang paling populer.

sumber: www.driftzone.com

Drifting telah berkembang menjadi olahraga kompetitif dimana pengemudi berkompetisi untuk mendapatkan poin dari juri berdasarkan berbagai faktor. Adapun memungkinkan menggunakan mobil berbasis 4WD, namun dalam kompetisi drifting hampir secara eksklusif menggunakan basis rear-wheel-drive

Di tingkat kompetisi teratas, D1 Grand Prix menjadi acuan sejumlah ajang kompetisi drifiting lainnya di beberapa negara seperti:

– Drift Games Extreme, secara resmi dikenal sebagai Irish Drift Championship (IDC) di Irlandia

– Formula D di Amerika Serikat

– Drift Allstars, King of Europe, Drift Masters dan British Drift Championship di Eropa

– World Drift Series (WDS) di China

– Russian Drift Series (RDS) di Rusia

– Formula Drift Asia di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia

– NZ Drift Series di Selandia Baru

– Grand Prix Drifting di Australia

– Greek Drift Championship (Drift Wars) di Yunani

– Nordic Drifting Series di Eropa

– Red Bull Drifting Championship

Bagaimanapun drifting berakar dari Kunimitsu Takahashi sang ‘Father Of Drift’ yang fasih melakukan teknik driting pada balap motor maupun mobil. Kemudian muncul Keiichi Tsuchiya yang terinspirasi dari Takahashi, berawal dari pembalap mobil jalanan menjadi drifter profesional yang akhirnya dijuluki ‘Drift King’. Bahkan Tsuchiya disebut-sebut sebagai inspirasi dibalik karakter animasi Initial D, Takumi Fujiwara. Serta tak terlepas dukungan dari Daijiro Inada yang mewujudkan drift menjadi bentuk kompetisi resmi yang kini mendunia. Sesuatu yang patut dibanggakan oleh leluhurnya dari Jepang!

 

Lead image from pinterest.com

By: Lie

 

 

 

 

 

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

HONDA RACING INDONESIA PERKENALKAN PEMBALAP MUDA BERBAKAT SEBAGAI FORMASI BARU UNTUK BALAPAN MUSIM 2021

Racers

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect