Connect with us

Rally

Sepinya Mobil RC di Kejurnas Sprint dan Rally, Dampak Euforia WRC Indonesia?

WRC Indonesia
Aksi TB Adhi dengan Ford Fiesta Rally3 di ajang Kejurnas Sprint Rally (Foto: Dewa United Motorsport/Nudhiya Ghulam)

JAKARTA – Kabar mengenai WRC Indonesia yang direncanakan pada tahun 2026, kabarnya turut membuat banyak pereli nasional yang melakukan wait and see untuk turun di seri kejuaraan nasional.

Adapun alasannya adalah khawatir mobil yang akan digunakan untuk meramaikan gelaran reli dunia tersebut keburu mengalami kerusakan, dan ditakutkan tidak bisa mengikuti ajang tersebut.

Saat wawancara bersama FastnLow, Tubagus Moerinsyahdi atau yang lebih dikenal TB Adhi, mengungkapkan sedikit keresahannya terkait hal tersebut.

Menurut pereli yang tahun ini sukses mengunci gelar juara nasional rally RC3, dengan adanya informasi bahwa gelaran dunia akan diselenggarakan di Tanah Air, beberapa pereli memilih untuk menahan diri untuk turun di event kejurnas.

“Ya sekarang ini kan trendingnya selalu WRC 2026 atau WRC 2027, terus tiba-tiba beberapa peserta akhirnya tidak jadi untuk ikut di ajang kejurnas. Mereka berdalih nanti saja tunggu WRC Indonesia, khawatir mobilnya sudah keburu rusak. Dan benar ada yang bilang bahwa mereka takut kalau pas WRC diadakan di Indonesia, mobilnya keburu harus jadwal overhaul engine atau gimana, karena kan itu memang maintenance schedule by kilometer ya,” ungkap TB Adhi.

WRC Indonesia

TB Adhi (kiri) dan Rezifadh (kanan) sukses menjadi Juara Nasional Sprint Rally di Kelas RC3 (Foto: Dewa united Motorsport/Nudhiya Ghulam)

 

Dia mencontoh dari ajang rally yang ada di Paraguay. Di negara tersebut, diselenggarakan kejuaraan rally CODASUR (Confederacion Deportiva Automovilismo Sudamericana), kejuaraan setingkat dibawah WRC, tapi diatas kejuaraan nasional, yang mencakup negara-negara tetangganya seperti Argentina, Bolivia, Chile, Uruguay, dan Paraguay.

Industri rally memang sudah tumbuh dan memang kerap diramaikan oleh peserta. Dengan hidupnya motorsport tersebut, maka hal ini yang menarik perhatian dari penyelenggara WRC untuk bisa menyelenggarakan di negara tersebut.

Apabila dikaitkan dengan yang ada di Tanah Air, melihat peserta yang masih naik turun diharapkan Indonesia untuk bisa menjadi sentra rally di Asia terlebih dahulu, kolaborasi dengan negara-negara tetangga agar bertanding disini guna menciptakan kompetisi yang ketat dan memperkuat infrastruktur rally nasional.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, sebab dengan kondisi nanti yang sudah ramai dan senantiasa lebih hidup, bukan tidak mungkin untuk penyelenggara dari WRC sendiri yang nantinya akan menginginkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah.

Adapun yang terjadi di Paraguay, melihat antusiasme yang begitu besar dari peserta hingga penggemar, akhirnya membuat penyelenggara WRC mengajak negara ini untuk menjadi salah satu tuan rumah, dan 2025 menjadi tahun pertamanya diselenggarakan.

“Di Indonesia kan begitu diberikan informasi akan adanya WRC, pereli pasti akan menagih janji tersebut. Padahal idealnya komitmen pereli terhadap rangkaian sprint rally atau rally dalam satu tahun yang harus menjadi modal awal untuk kita bisa menghadirkan WRC. Jangan sampai hanya ramai di WRC saja, tapi sebelum WRC datang, pesertanya justru sepi,” jelasnya.

WRC Indonesia

Kehadiran mobil Rally3 kian ramah di Tanah Air (Foto: Dewa United Motorsport/Nudhiya Ghulam)

 

Padahal bila melihat keragaman mobil rally yang ada di Indonesia, kini baik untuk kejurnas sprint rally atau rally, unitnya pun sudah sangat beragam, mulai dari Rally2 yang mulai menjamur, Rally3 yang kian bertambah dan Rally4 yang juga sudah hadir, hingga bahkan di Indonesia ada yang memiliki Ford Puma Rally1.

Ini merupakan unit pertama di Indonesia dan bahkan Asia Pacific, sehingga berbekal hal tersebut sejatinya agenda rally harus lebih ramai untuk menarik peserta dari luar Indonesia.

“Selama masih tujuannya menunggu WRC, saya rasa tahun depan kejurnas tidak akan ramai. Masih kita-kita saja yang ikutan. Salah satu caranya adalah Indonesia seperti yang saya bilang, harus menjadi negara sentra rally dulu setidaknya di Asia Tenggara, kira-kira dengan konsep seperti itu” pungkas pria yang telah memiliki gelar juara nasional 9 kali tersebut. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect