JAKARTA – Pada ajang drag race yang diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, kehadiran mobil Peugeot memang pemandangan yang tidak biasa. Dominasi pabrikan otomotif asal Jepang serta Eropa seperti BMW dan Mercedes, merupakan spesies yang kerap ditemui pada kejuaraan tersebut.
Berbeda halnya dengan Engine Block Autoworks yang digawangi oleh Hadi Taruna alias Hatar, ia justru menurunkan Singa asal Perancis, untuk memberikan perlawanan terhadap hegemoni tersebut. Hasilnya, beberapa kali Peugeot yang memang menjadi ‘peliharaannya’ berhasil menembus podium lewat joki andalannya, Farhan Taruna yang merupakan putera pertamanya Hatar.

Peugeot 405 jadi amunisi baru Engine Block Autoworks di ajang drag race
Namun pada seri kali ini, Farhan, yang biasanya menggeber Peugeot 306 harus berganti pacuan menggunakan Peugeot 405. Menurutnya, memang terdapat perbedaan karakter di antara dua mobil tersebut. Untuk 306, acapkali ia berhasil menembus podium dan mencatatkan waktu yang ideal dalam kelas bracket.
“Ya masih dalam tahap penyesuaian, soalnya dari sebelumnya saya pake 306 sekarang bawa Peugeot 405 pasti agak jauh ya perbedaannya. Terlebih dalam segi handling, sasis, kemudian bobot juga lebih berat. Dan Alhamdulillahnya, dengan karakter tersebut membuat mobilnya juga agak lebih diam dari pada yang 306,” jelas Farhan, saat ditemui di Sirkuit Sentul, Sabtu (9/8/2025).

Farhan jadi joki andalan di balik kemudi Peugeot 405
Penggunaan Peugeot di ajang balap tersebut, masih menurut Farhan, juga sebagai pembuktian di mana banyak orang beranggapan bahwa mobil lansiran Perancis ini kerap mengalami gangguan teknis. Dengan keberhasilan dirinya tersebut, ia ingin memperlihatkan bahwa Peugeot merupakan mobil yang proper untuk digunakan pada balapan.
“Karena kan Peugeot ini stigmanya adalah suka overheat, suka mogok, jadi dengan kami ikutan di ajang balap ini bisa sekaligus mematahkan stigma negatif tersebut. Dan Alhamdulillah, dengan aktifnya kita pakai mobil ini menjadi perhatian sehingga banyak juga yang bertanya-tanya tentang Peugeot, dan jadi dapat customer baru dari situ,” tambah Farhan.

Karakternya memiliki potensi untuk bersaing di atas lintasan
Tidak sebatas itu, baginya mengikuti ajang balap dengan menggunakan mobil retro ini memiliki kenikmatan tersendiri. Mulai dari karakter yang solid, ditambah dengan performanya yang baik, membuat ia jatuh hati dengan produk tersebut.
“Itu sih sebenernya yang saya suka karena mobilnya yang enggak common dipake trackday atau balap gitu. Kalau mobil yang lain kan sudah biasa, jadi ini keunikan dan pasti jadi sorotan. Benar-benar enak om Karena mesinnya torsi juga besar dan sasisnya juga enak terasa rigid,” pungkas Farhan. (*)

