Connect with us

Did You Know?

Supercar VS Hypercar, Temukan Perbedaannya Disini

Dalam dunia otomotif banyak sekali istilah yang membingungkan dan berbelit-belit misalnya otonomos, teknologi self-driving, torsi, horsepower dan sejenisnya terdengar seperti kata dan frasa yang tidak bisa dilogika bagi orang awam. Bahkan ada istilah yang sedikit lebih sulit dipahami atau dijabarkan seperti halnya perbedaan antara supercar dan hypercar, keduanya mungkin tampak sama saja bagi orang yang tidak memahaminya. Disini FnL bakal menarik benang merah diantara kedua jenis kendaraan, mengapa disebut sebagai “super” VS mengapa dianggap sebagai “hyper”? berikut ulasannya.

Supercar

Sulit untuk mengatakan dengan tepat kapan supercar lahir, karena supercar telah mengalami perkembangan yang begitu pesat dalam hal performa. Pionir yang mengawali segmen supercar diantaranya Mercedes 300SL Gullwing 1954 dan Chevrolet Corvette C1, pada masa itu automaker seluruh dunia bersaing dan melakukan progress secara signifikan.

Tetapi faktanya, istilah “supercar” telah ada jauh lebih lama dari yang anda kira. Kemunculan istilah supercar pertama tercatat dari tahun 1920-an ketika sejumlah surat kabar menerbitkan iklan kendaraan yang digembor-gemborkan sebagai puncak dari terobosan otomotif, dalam hal ini mesin. Terlepas dari apakah predikat supercar layak disematkan untuk kendaraan tersebut, namun hingga waktunya pada paruh kedua abad ke-20 — supercar sejati betul-betul memulai debutnya dan deretan kendaraan tersebut masih dianggap sebagai ‘the greatest of all time’ hingga kini.

Sementara itu, para pengamat otomotif dan penggemar kawakan mengklaim supercar pertama adalah Ford GT40. Awalnya dirilis tahun 1965 untuk mengalahkan Ferrari di arena balap, kabarnya dilatarbelakangi penolakan Ferrari menjual produknya ke Ford. Mungkin boleh dibilang pukulan telak untuk Ferrari. Sesuai produksi versi road-legal, kendaraan ini mampu menghasilkan output 335 hp, 0-60 mph dalam waktu 5,1 detik, torsi 336 lb-ft dan top speed hingga 172 mph. Hal itu memicu efek domino di dunia automobile selama tahun-tahun berikutnya dan diantaranya keluarlah Shelby AC Cobra 427 dan Lamborghini Miura. Yaps, akhir 60-an sejumlah supercar sejati lahir ke dunia.

Lantas, apa sih yang membuat kendaraan itu disebut “super”? Ada sejumlah acuan atau metrik dalam menentukan kendaraan termasuk dalam kelas supercar, sementara disisi lain sebuah supercar tidak harus memenuhi semua syarat seperti yang disebutkan di bawah ini:

Ketersediaan: Membeli supercar tidaklah semudah membeli jenis kendaraan lain yang pada umumnya dilakukan dengan menuju ke dealer lokal, ini dikarenakan supercar tidak diproduksi massal layaknya sedan. Dari segi permintaan dan biaya yang besar dalam membangun supercar membuatnya diproduksi dalam jumlah sedikit. Tetapi hal ini juga menjadi daya tarik dimana supercar tidak akan ‘seheboh’ ini jika semua orang memilikinya. Jadi hal terbesar yang membuatnya menarik adalah ekslusivitasnya.

Kemewahan: Tentu saja anda dapat berkendara dengan sport car yang sangat cepat dan mengesankan tetapi jenis mobil ini seringkali memiliki sub-part yang buruk dibeberapa bagian karena kurangnya quality control. Sebaliknya, supercar dibangun melalui proses quality control yang lebih ketat pada setiap detailnya mulai dari awal hingga akhir pengerjaan. Karena tidak diproduksi massal menggunakan alat mesin, proses produksi supercar lebih rumit — dibangun oleh tangan-tangan pengrajin bersertifikat. Untuk itulah, supercar relatif mahal.

Performa: Dari kedua metrik diatas, performa menjadi poin mutlak agar kendaraan dianggap “super”. Faktor ini harus menempati tingkat tertinggi yang tak tertandingi dari supercar, baik ditinjau dari angka horsepower, torsi, kecepatan 0-60 dan top speed — ajaibnya, semua berjalan beriringan. Jadi jika kendaraan memiliki salah satunya, kemungkinan besar masuk dalam kelas supercar atau setidaknya satu level dibawah supercar.

Hypercar

Cara berpikir yang paling mudah untuk membedakan antara hypercar dan supercar adalah seperti membedakan bentuk kotak dan persegi panjang — artinya semua hypercar adalah supercar, tetapi supercar belum tentu hypercar. Mungkin sedikit membingungkan bahwa hubungan antara keduanya sebenarnya relatif, artinya tidak ada garis yang tegas yang bisa ditarik antara keduanya. Sebagai contoh, kendaraan yang masuk dalam kategori hypercar sangat mungkin turun level menjadi supercar dalam beberapa tahun berikutnya.

Jadi apa sebenarnya hypercar? Yang jelas istilah hypercar mulai diperkenalkan tahun 1990-an sebagai versi highest-performance dari supercar. Mengklasifikasikan hypercar seringkali memancing perdebatan, sebagian berpendapat bahwa Mclaren F1 1993 adalah hypercar pertama, namun sebagian orang meyakini Bugatti Veyron 2005 adalah yang pertama.

Terlepas pendapat diatas, Bugatti Veyron mungkin lebih pantas disebut hypercar, mewujudkan segalanya yang tak masuk akal yang tak pernah ditemukan pada hypercar manapun. Kenapa tidak? Pasalnya Bugatti Veyron dibekali mesin 16 silinder bertenaga 1.200 hp, torsi 1.106 lb-ft, dan top speed hingga 235 mil per jam. Pula dilengkapi interior kelas premium yang belum pernah terdengar di kendaraan apapun. Tak heran jika Bugatti Veyron dibandrol dari harga 1 juta dolar dimana hampir lima kali lipat dari biaya produksi.

Hal itulah yang menandai perbedaan nyata antara supercar dan hypercar. Jika supercar menempati tingkat tertinggi dalam hal automobile, butuh sedikit sentuhan ekstra untuk melebihi kehebatan supercar dan itulah hypercar. Sementara supercar tidak perlu memenuhi semua acuan/ metrik untuk menjadi “super”, hypercar lebih kompleks dalam hal performa, kemewahan, harga dan eksklusivitas.

Seperti halnya kendaraan pada umumnya, hypercar terus bertumbuh selama beberapa tahun terakhir. Merek kenamaan seperti McLaren, Koenigsegg, Lamborghini, Pagani, dan sejenisnya — semuanya memiliki setidaknya satu hypercar dikatalog mereka. Begitu pula banyak bermunculan merek-merek baru dan perusahaan independen yang menawarkan hypercar.

Jadi bagaimana hypercar di masa mendatang? Yaps, gelombang teknologi baru sudah dimulai dengan menunjukkan wajah barunya sebagai automobile high-end, apalagi kalau bukan hypercar full elektrik — diantaranya adalah Lotus Evija, Rimac C_Two, Pininfarina Battista, dan Dendrobium D1.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect