Mengaplikasi supercharge memang menjadi trend yang sedang digemari saat ini, terlebih mobil-mobil yang biasa digunakan untuk aktifitas sehari-hari tidak jarang diaplikasikan sistem pendongkrak tenaga instan. Tujuannya utamanya tak lain agar tenaga mampu bekerja secara maksimal.
Namun khusus untuk penggunaan supercharge dengan kapasitas mesin kecil 1500cc, aplikasi supercharge sebaiknya disesuaikan dengan jenis serta karakter yang mumpuni untuk jenis mesin berkapasitas kecil seperti ini. Di pasaran sendiri jenis supercharge memang sulit dibedakan secara fungsi berdasarkan kapasitas mesin mobil, karena produk ini memang bisa diaplikasikan diseluruh kendaraan dengan kapasitas mesin kecil, sedang, dan besar.
Khusus untuk mesin berkapasitas 1500cc peran supercharger untuk kebutuhan di putaran mesin bawah memang sangat membantu tenaga yang dihasilkan. Pada intinya supercharger yang terdapat pada mobil memanfaatkan putaran mesin untuk bekerja. Supercharger bergerak menggunakan pulley (driven pulley), supercharger terdiri dari pompa yang memompa udara ke ruang bakar
Untuk itu dengan teknik kinerja supercharger yang tertanam pada mesin, tentunya perlu mendapat perawatan berkala agar sistem pendongkrak tenaga bawah ini tetap maksimal dalam menyokong kebutuhan tenaga mesin diputaran bawah. Walaupun terbilang cukup mudah dan tidak terlalu sulit dalam melakukan perawatan berkala pada supercharge, namun untuk lebih menjaga kinerja supercharge terus maksimal sistem perawatan tetap menjadi faktor penting bagi para penggunanya.
Supercharge pada intinya harus memiliki sistem pelumasan yang baik, karena dengan sistem pelumasan yang terjaga, komponen dalam supercharge bisa bekerja secara maksimal. Sistem pelumasan pada supercharge pada dasarnya sangat mempengaruhi kinerja komponen dalaman, jika komponen dalaman supercharge minim dengan pelumas, kerja komponen yang berhubungan satu sama lain akan terus mengalami gesekan material yang mengakibatkan sistem kinerja supercharge akan berkurang.
Pada mesin berkapasitas menengah dengan jenis mesin berkapasitas 2.0 liter hingga 2.5 liter, peran supercharge memang menjadi komoditi utama pada pecinta kecepatan. Dengan kapasitas mesin yang sudah cukup mumpuni untuk menggeber tenaga rata-rata 150 HP peran supercharge sangat digandrungi untuk mendapatkan performa awal kinerja mesin jadi lebih bertenaga.
Saat ini mesin-mesin menegah berkapasitas 2,0 liter hingga 2.5 liter memang lebih banyak mengaplikasikan perangkat turbo yang diandalkan untuk mendongkrak tenaga putaran atas. Namun secara fungsi kendaraan dengan sistem transmisi otomatis yang membutuhkan akselerasi maksimal untuk putaran bawah, banyak mengaplikasikan perangkat supercharge.
Sebagai dasar kebutuhan akselerasi putaran bawah dengan transmisi otomatis, maka kinerja supercharge secara teknis akan membantu bahan bakar masuk keruang bakar dengan sistem pump, sehingga volume bahan bakar yang masuk menjadi lebih banyak dan dengan volume udara dan bahan bakar semakin banyak yang masuk kedalam ruang bakar membuat efisiensi volumetric tersebut maka tenaga mesin bertransmisi matik akan meningkat.
Saat ini banyak merek supercharge yang beredar sebagai komponen pemasok tenaga instant, namun dalam pengaplikasiannya pemilihan supercharge harus dipilih yang sesuai dengan kapasitas mesin serta jenis yang mempengaruhi penempatan pada volume ruang mesin. Karena jika pemilihan jenis supercharge terlalu besar maka akan mempersulit letak perangkat dan pastinya akan sedikit mengurangi kinerja supercharge itu sendiri.
Sedangkan untuk perawatan supercharge pada mesin berkapasitas menegah ini, biasanya memili perlakuan yang sama dengan jenis supercharge yang diaplikasikan pada semua jenis mesin. Kinerja supercharge tidak lepas dari sistem air flow yang terdapat pada intake, sehingga saluran pada intake pun harus disaat kondisi yang prima.
Tak hanya sistem intake yang menyalurkan udara segar pada ruang bakar, putaran pada pulley yang terhubung secara langsung dengan supercharge merupakan kesatuan yang juga harus memiliki kondisi yang prima. Sehingga jika sistem kerja pulley maksimal komponen supercharge tentunya akan bekerja baik.
Kendaraan dengan kapasitas mesin besar seperti 3.0 liter keatas saat ini telah dilengkapi dengan sistem turbocharger, suplai tenaga instant ini memang sudah menjadi kelengkapan yang disematkan oleh banyak produsen mobil untuk produksi kendaraan dengan kapasitas mesin besar. Dengan tujuannya tak lain agar tenaga yang dikeluarkan pada mesin menjadi lebih besar.
Aplikasi turbo bawaan pabrik yang banyak beredar saat ini tentunya tetap tidak dapat menggantikan sistem kerja supercharge, sebab tubocharger baru akan bekerja diatas 4000 rpm. Pastinya untuk putaran mesin dibawah 4000 rpm perangkat turbocharger tidak mendapat pasokan tenaga besar yang dihasilkan mesin.
Untuk itu banyak pemilik kendaraan dengan kapasitan mesin besar ini mencangkokkan supercharge sebagai pelengkap sistem suplai tenaga untuk putaran bawahnya. Sehingga kerja tenaga mesin baik untuk putaran bawah maupun atas masing-masing disokong dua peranti supercharge dan turbocharger.
Namun dalam pengaplikasian supercharge yang bukan berasal dari bawaan pabrik, sudah barang tentu harus didukung dengan sistem air intake dan pulley labelan racing agar kinerja supercharge semakin maksimal. Karena biasanya sistem air flow dan pulley bawaan pabrik tidak mampu memaksimalkan kinerja supercharge. Sehingga untuk pemasangannya harus melakukan penggantian pada air intake dan pulley.
Secara mekanis sistem kerja pulley pada dasarnya mengandalkan putaran pada poros engkol yang disalurkan melalui driver pulley pada supercharge, rpm supercharge bisa diatur dengan menggunakan diameter pulley yang berbeda. Semakin kecil driven pulley supercharge, maka rpm supercharge akan semakin tinggi dan menghasilkan tekanan yang tinggi juga.
Jika secara mekanis sistem kerja supercharge sudah tebaca, tentu perawatan serta pemilihan supercharge yang akan digunakan untuk mesin berkapasitas besar berbeda dengan penggunaan supercharge mesin berkapasitas kecil.
Karakter mesin berkapasitas silinder besar tentu membutuhkan asupan udara ke ruang bakar lebih besar, oleh karenanya dengan sistem kinerja supercharge yang memberi pasokan udara lebih ke ruang bakar akan lebih memaksimalkan proses pembakaran pada ruang bakar. Sedangkan untuk perawatan tentunya tidak berbeda dengan kapasitas mesin lain, yang harus tetap menjadi perhatian adalah melakukan service pelumas berkala.
Sumber:Modifikasi Plus Magazine



