JAKARTA – Meski lintasan rally Dakar 2026 menghadirkan rintangan yang begitu menantang, namun Shammie Zacky berhasil menuntaskan empat etape dengan hasil yang impresif yakni berada di peringkat ketiga overall Dakar Classic.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Land Rover Club Indonesia (LRCI), merasa hal ini memang menjadi sesuatu yang mengejutkan. Pasalnya, peserta yang harus menjadi lawannya memiliki pengalaman dengan lintasan padang pasir Arab Saudi.
“Dengan dinamika persaingan yang semakin menantang, saya bersama navigator, Ignas Daunoravicius, berusaha untuk tampil tetap dalam kondisi yang stabil, menjaga mobil dengan sebaik mungkin, dan berusaha keras untuk tidak melakukan kesalahan,” jelas Shammie.

Medan terjal dan berpasir jadi santapan sehari-hari
Sementara itu, mengenai performanya yang begitu memikat selama empat etape rally Dakar 2026, pereli yang bernaung di bawah tim Compagnie Saharienne, menjelaskan bahwa hal ini tidak lepas dari target utama dirinya yang berusaha untuk menuntaskan kompetisi dengan hasil positif.
Meskipun ia harus berada satu arena dengan para pereli dunia yang kerap mengikuti ajang ini, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah hal yang menyurutkan semangat perjuangan dari Shammie. Justru dengan kondisi tersebut, ia harus tampil lebih baik lagi.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai sejauh ini. Kita tahu bahwa semua pereli yang ikut di sini memang hampir semuanya ex-Dakar, dengan begitu saya hanya berusaha untuk sebaik mungkin dalam mencapai hasil yang terbaik,” paparnya.

Konsistensi Shammie di Dakar 2026
Di samping itu, pencapaian yang ia raih untuk bisa berada di peringkat tiga besar pada klasemen sementara Dakar Classic 2026 bukan perkara mudah. Dalam penuturannya, selain harus berjibaku dengan medan yang yang ekstrem, pereli yang juga pernah mencicipi Asia Cross Country Rally (AXCR), juga harus melakoni jarak yang panjang.
Bicara lintasan yang dilalui, sepanjang empat stage tersebut, Shammie, telah menempuh jarak kurang lebih lebih dari 1.000 kilometer. Perjalanan tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga pikiran untuk merancang strategi yang apik.
“Pada hari ke-2 kondisinya memang sangat berat, dan kita sempat melakukan beberapa kesalahan dalam race. Tetapi memang pada stage 3 di RT 3.3, kita hanya mengikuti jalur yang sudah ada, dan tidak ada strategi yang bisa kita lakukan. Di RT 3.3 ini kita bertemu padang pasir yang sangat luas, tidak bisa banyak bermanuver dan membuat kita kehilangan waktu banyak di sesi ini. Tapi Alhumdulillah kami bisa finish dengan selamat begitu pula dengan mobil,” pungkas Shammie. (*)

