SEMARANG – Meskipun sejumlah mobil rally dengan kategori RC terus meramaikan blantika dunia rally di Indonesia, namun pamor mobil sedan berpenggerak empat roda yang tergabung di dalam Group M masih menyimpan cerita menarik, terlebih untuk persaingan didalamnya.
Salah satu pereli yang bertarung di Group M, Andi Yusrizal dari Dewa United Motorsport, mengatakan sangat terkesan dengan tingginya persaingan di group tersebut.
Meskipun pada putaran keempat yang dilangsungkan akhir pekan lalu (27-28/9) dirinya harus berjuang lebih ekstra, tetapi hasil akhirnya ia masih berada di kloter 10 besar.
Berdasarkan wawancara bersama FastnLow, pereli ini mengungkapkan masih bersyukur masih bisa bersaing di group tersebut dan berhasil menempati posisi ketujuh.
Menurutnya, selama melakoni 4 Special Stage, Subaru Impreza berkelir hitam hitam oranye memang dalam kondisi yang tidak fit lantaran ada masalah terkait sektor kaki-kaki.

Andi Yusrizal (kiri) bersiap untuk mengarungi Special Stage (Foto: ist)
“Jadi imbas dari Rambong Sialang, ternyata disc brake pecah dan kita enggak tahu kalau ternyata disc brake retak. Karena setelah finish di Rambong itu, rem tidak ada masalah jadi kita percaya bahwa mobil sehat. Setelah kita tahu itu retak, ya akhirnya karena belum dapat yang sesuai, jadi kita pakai yang standar,” ujar Andi, melalui sambungan telepon.
Karena mobil tersebut menggunakan disc brake standard, Andi yang berpasangan dengan co-driver Deni Danismar, terpaksa mengubah strategi dan menangani Subaru Impreza miliknya.
Dengan komponen yang standar membuat titik pengereman menjadi lebih jauh dari yang biasa dia lakukan mengingat komponen yang digunakan bukan untuk racing purpose jadi harus mendapatkan treatment yang berbeda.
“Jadi ya ada perubahan karena komponen ini kan tidak mumpuni untuk mobil yang sudah di tuning. Titik pengeremannya mungkin harus dirubah karena pakai yang standar jadi braking point bisa di 100 atau bisa lebih jauh lagi. Tetapi Alhamdulillah di SS2, SS3 dan SS4 kita berhasil improve waktu dengan lebih baik lagi,” tambah Andi.
Berdasarkan hasil resmi, pada Special Stage pertama ia menorehkan waktu 5 menit 31,5 detik, Special Stage kedua 5 menit 28,3 detik, Special Stage ketiga 5 menit 20,1 detik dan pada Special Stage keempat torehan waktunya semakin tajam dengan mencatatkan 5 menit 17,5 detik. Berdasarkan catatan tersebut, ia menempati posisi tujuh di group M dengan total waktu 21 menit 37,4 detik.

Subaru Impreza terus bersaing di Group M (Foto: ist)
“Bisa ada di peringkat ketujuh ya Alhamdulillah, dengan kendala yang kita alami, sebenarnya meleset dari target karena kita harap bisa ada di lima besar, tapi dengan hasil dan kendala yang ada, kita tetap Alhamdulillah,” sambungnya.
Sementara itu, bicara persaingan yang terjadi di atas lintasan, pada Special Stage pertama Andi sempat mengalami kendala lain, yakni pecah ban serta sempat terhalang oleh mobil lain yang mengalami kendala teknis di lintasan.
Andi yang terpaksa harus naik kelas lantaran pengaruh tahun produksi mobil dengan rival-rival di Kelas M.1, mengungkapkan tetap fight meskipun secara spesifikasi mobil ada perbedaan yang cukup signifikan sehingga ia harus lebih ekstra dalam memaksimalkan potensi Subaru Impreza tersebut.
“Ya dibilang susah sebenarnya enggak juga, tapi kalau dibilang mudah tidak juga. Artinya persaingan masih di tengah-tengah dan kalau bicara teknologi memang kan mobil kita sudah pakai gearbox dogbox dan mobil ini kan Non DCCD,” pungkasnya. (*)

