Connect with us

Did You Know?

Tiga Mobil Paling Bengis di Rally Dakar

Rally Dakar sebuah kompetisi balap internasional bergengsi yang tengah berlangsung selama 40 tahun merupakan kompetisi yang terbilang ‘kejam’. Kenapa tidak? Mulai dari keganasan medan, durasi balap selama 14 hari, jarak tempuh hingga 9000 km, belum lagi bahaya kecelakaan hingga dehidrasi. Saat ini belum ada ajang rally yang melegenda seperti Rally Dakar.

Rally Paris-Dakar adalah nama yang awalnya digunakan, dari kota Paris ke Dakar, Senegal. Atas alasan keamanan, ajang ini sempat terhenti selama dua tahun sebelum akhirnya pindah ke Amerika Selatan. Rally Dakar 2018 pada Januari lalu melakukan perjalanan melalui Peru, Bolivia dan finish di Argentina.

Ada regulasi yang sedikit berbeda Rally Dakar tahun ini lantaran peserta tidak diperbolehkan menggunakan peta, hanya mengandalkan navigasi GPS pada tiap kendaraan. Gurun pasir yang menjadi panggung balapan peserta, pastinya punya tantangan tersendiri. Acara ini menarik perhatian pemain offroad terbaik di dunia, termasuk mantan juara World Rally Sebastian Loeb dan Carlos Sainz, Bryce Menzies yang dikenal sebagai ‘Mr Dakar’, dan Stephane Peterhansel juara 13 kali dikategori balap motor dan mobil.

Untuk menaklukkan medan yang melelahkan seperti bukit pasir, gravel, bumpy dan jalur berbatu saat musim panas di Amerika Selatan, tentunya butuh kendaraan tangguh. Itulah mengapa Peugeot, Mini dan Toyota telah mengembangkan mesin khusus demimengikuti ajang Rally Dakar. Yuk kita intip.

 

PEUGEOT 3008 DKR MAXI

Merk Perancis swansong di Rally Dakar mengeluarkan program buggy sejak empat tahun lalu. Peterhansel yang paling memimpin atas kemenangan tiga kali berturut-turut, ada pula Loeb, Sainz, dan mantan juara biker Cyril Despres mengendarai empat unit Peugeot 3008 DKR Maxi.

Sesuai namanya Peugeot mendapat embel-embel 3008 dibelakangnya namun jenis ini tidak dijual dipasaran. Peugeot 3008 DKR Maxi menghadirkan dimensi yang lebih besar untuk menaklukkan trek dengan jalur gravel, bukit pasir dan pegunungan yang menuntut enduran. Yaps, mobil buggy ini 20 cm lebih lebar dari pendahulunya yang melegenda, karena suspensi track disetiap sisi meningkat 10 cm.

Untuk mengimbangi hal tersebut dipasangkan wishbone atas dan bawah independen, termasuk tie rod depan-belakang dan driveshafts. Hasilnya tunggangan menjadi lebih stabil dan dinamis, itulah mengapa teknologi suspensi semacam ini kebanyakan diaplikasikan pada mobil yang berbentuk bongsor lantaran membutuhkan level kenyamanan berkendara yang tinggi.

Peugeot sengaja merancang mesin khusus untuk kebutuhan rally, mesin itu adalah diesel twin-turbo 3.0-liter V-6 yang terpajang dibelakang pengemudi dan navigator. Output mesin twin-turbo menghasilkan tenaga 340 hp dan torsi 590 lb-ft di 5,000 rpm, sedangkan kecepatan maksimal mampu mencapai 124 mph.

Untuk sistem penggerak Peugeot memilih konfigurasi penggerak roda belakang (RWD) dengan transmisi 6-speed, tujuannya supaya mendapatkan traksi lebih besar layaknya mobil offroad. Mengingat jalurnya tergolong berat tugas pembalap dibantu dengan sistem kemudi hydraulic power steering. Terlepas dari kemenangannya di Rally Dakar, Peugeot berhasil membuktikan ketangguhan 3008 DKR diberbagai kondisi trek, terlebih kemampuan offroad yang dimilikinya.

“Peugeot 3008 DKR Maxi mengalami peningkatan signifikan, apalagi saat ditikungan dan jalur gravel mobil jauh lebih stabil dari sebelumnya. Selama beberapa tahun para teknisi Peugeot Sport bekerja keras, mengerahkan tenaga dan pikiran semaksimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik, sungguh luar biasa,” cetus Carlos Sainz, pembalap paling tua di Rally Dakar.

 

MINI JOHN COOPER WORKS BUGGY

Dimensi Mini Cooper memang kecil tetapi jangan dipandang sebelah mata, siapa bilang Mini satu ini tidak bisa menaklukkan medan offroad. BMW dan Mini sebagaimana satu tim pernah mencetak sejarah dengan memenangkan Rally Dakar sebanyak empat kali antara tahun 2012 dan 2015 dengan mesin basis Mini Countryman AWD. Kesukesan Peugeot belakangan ini dengan 2-wheel buggy andalannya, menginspirasi tim X-raid membangun buggy berbasis Mini.

Layaknya Peugeot, Mini John Cooper Works Buggy mungkin mengenakan emblem pabrikan Inggris tetapi pada kenyataannya Mini membuat buggy kustom berspesifikasi offroad khusus Rally Dakar. Meskipun ada beberapa isyarat gaya pada Mini Countryman, buggy John Cooper Work memiliki bentuk tubuh aerodinamis yang didesain khusus untuk mendukung melintasi bukit pasir.

Terbenam mesin diesel Turbocharged 3.0 L inline 6-cylinder milik BMW yang kemampuannya telah terbukti selama 6 tahun terakhir di tubuh Mini Countryman. Mesin ini memiliki tenaga 340 hp di  3,250 rpm dan torsi 590 lb-ft di 1,850 rpm serta kecepatan maksimal 118 mph. Seperti yang saya sebutkan tadi bahwa Mini berspesifikasi offroad, sudah tentu kendaraan ini dibekali 4WD tetapi untuk model buggy mengandalkan penggerak belakang dengan transmisi Sadev 6-speed.

“Dari sisi teknikal performa Mini John Cooper Works Buggy benar-benar mengesankan tanpa masalah, kinerja kami adalah modal masa depan Mini. Jika dari sisi safety Mini tergolong aman, tidak ada pembalap yang terancam bahaya selama balapan karena kami memiliki mobil super-safe terlebih untuk ajang rally,” ujar Sven Quandt, Principal tim X-raid.

 

TOYOTA HILUX GAZOO

Mobil asal Jepang ini memegang prinsip formula Dakar tradisional yakni sistem penggerak AWD. Tiga unit Hilux telah dimodifikasi oleh Toyota Gazoo Racing Afrika Selatan, sebuah tim dengan banyak pengalaman dalam ajang Rally Dakar. Sebut saja pembalap andalan tim ini Giniel de Villiers dan Nasser Al Attiyah.

Tidak seperti pesaingnya yang menggantungkan perjuangannya pada mesin diesel, Hilux termotivasi oleh mesin bensin V8 berkat perubahan regulasi Rally Dakar 2018. Pada perhelatan kemarin, Hilux dirasa lebih ringan dibanding sebelumnya dan suspensi yang didesain ulang untuk menaklukkan trek berbukit.

Tim ini mengandalkan mesin 5.0 L V8 yang dicomot dari Lexus IS-F, alasannya sederhana demi memangkas bobot. Wajar sih karena pertimbangan jarak tempuh dan medan offroad berupa lautan pasir. Tercatat mesin Lexus memiliki tenaga 455 hp di 6,000 rpm, torsi 442 lb-ft di 3,250 rpm, dan kecepatan tertinggi 168 mph.

“Sebelum turun rally, Toyota Hilux Gazoo telah diuji sejauh 3000 km. Mobil ini terasa sangat cepat dan memiliki keseimbangan yang baik, semua permukaan jalur bisa teratasi. Tidak diragukan ini adalah Toyota Hilux terbaik yang pernah kami kendarai di Dakar,” ujar Giniel de Villiers.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect