Memangnya manusa saja yang bisa masuk angin, mesin diesel pun juga bisa. Akan tetapi cara mengatasinya tentu saja bukan dikasih balsem dan di kerokin, hehe. Penasaran seperti apa caranya? Yuk mari simak artikel ini. Sebelumnya, ada dua macam sistem bahan bakar diesel yakni diesel konvensional dan diesel common rail. Kedua sistem ini sama-sama menggunakan tekanan solar namun perbedaan teretak pada operasional injektor dimana pada sistem konvensional pembukaan injektor diatur oleh pompa injeksi sementara pada common rail sudah dikontrol secara elektrik. Teknik bleedingnya juga berbeda
1. Pada mesin diesel konvensional

Pada sistem konvensional yang masih dipakai pada mesin diesel bus dan truk, proses bleeding dilakukan dengan memompa primming pump untuk mengeluarkan udara dari sistem. Prinsipnya, saat tekanan bahan bakar ditingkatkan maka udara akan dikompresi dan akan bergerak ke arah tekanan yang lebih kecil.

Langkah awal anda harus mengestimasi volume udara yang terjebak didalam sistem. Jika kondisinya cukup banyak seperti saat kehabisan solar maka langkah pertama yakni cari baut bleeder dan buka baut itu hingga ada aliran solar keluar dari dalam lubang. Jika tidak ada, anda bisa mengendorkan salah satu injektor hingga solar keluar.

Selanjutnya, cari letak primming pump. Biasanya lokasinya ada diatas saringan bahan bakar. Atau ada pula yang terletak di dekat pompa bahan bakar mekanis. Anda cukup tekan dan pompa hingga ada aliran solar keluar dari dalam baut bleeder. Biasanya disertai dengan gelembung udara atau busa. Terus tekan hingga gelembung tersebut tidak lagi muncul.

Saat selesai, tutup baut bleeder atau kencangkan injektor jika tidak dilengkapi baut bleeder.
Langkah selanjutnya, pompa kembai primming pump hingga terasa berat. Proses ini diakukan untuk menggiring udara sisa agar bergerak ke ujung dalam hal ini injektor. Saat pompa telah keras, langsung hidupkan mesin. Mungkin di awal start akan sedikit lama namun biasanya saat proses start yang pertama mesin langsung hidup.

Jika mesin belum juga hidup, lakukan langkah ini berulang-ulang hingga udara benar benar keluar dari sistem. Anda juga bisa memompa primming pump secara bersamaan saat proses starting, fungsinya untuk membantu kinerja pompa injeksi mendorong sisa udara yang masih terjebak.
2. Pada mesin diesel common rail

Sistem bahan bakar common rail, sebenarnya sama saja dengan sistem diatas karena memang common rail itu pengembangan dari sistem sebelumnya. Namun kontrol injektor sudah diambil alih oleh ECU, itulah sebabnya campuran solar jauh lebih ideal yang menyebabkan mesin diesel lebih efisien, tidak berisik dan ramah lingkungan.

Proses bleeding pada mesin common rail itu lebih mudah dibandingkan dengan sistem konvensional karena kita tidak perlu melakukan pemompaan, karena memang sampai kapanpun anda tidak akan menemui primming pump pada mesin common rail. Langkahnya sebagai berikut

Pastikan seluruh saluran solar telah tersambung dengan kencang, setelah itu jangan langsung menghidupkan mesin, tapi lakukan bleeding otomatis menggunakan kunci kontak. Caranya putar kunci kontak ke posisi ON maka seluruh indikator didashboard menyala, saat semua indicator mati putar kunci kontak ke posisi OFF.

Selanjutnya putar kembali kunci kontak ke posisi ON hingga semua indikator menyala, saat semua indikator mati sama kembalikan kembalikan kunci kontak ke posisi OFF. Lakukan langkah ini hingga minimal 7 kali. Setelah selesai baru anda bisa menghidupkan mesin diesel karena proses bleeding sudah selesai.

Memang pada mesin common rail proses bleeding hanya dilakukan lewat kunci kontak. Tapi sebenarnya komponen yang melakukan bleeding adalah electric fuel pump yang terletak didalam tanki bbm. Cara kerjanya, saat kunci kontak ON pompa akan menyala dalam beberapa detik yang ditandai dengan indikator didashboard.

Hanya saja walau mesin diesel sudah bisa hidup, beberapa saat setelah dimatikan mesin diesel akan kembali susah hidup. Hal ini karena masih adanya sisa udara didalam sistem, sehingga saat tekananan drop udara kembali mengembang. Mesin diesel akan kembali normal saat sudah kita gunakan hingga beberapa jam.

