Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Did You Know?

Volvo Perintis Seatbelt Modern 3-titik

Jaman sekarang hampir mustahil setiap mobil tidak dilengkapi dengan sabuk pengaman atau seatbelt yang menjadi bagian dari keselamatan seisi kru kendaraan. Yaps, seatbelt akan menahan tubuh anda dari dorongan jika kendaraan mengalami rem mendadak atau kecelakaan.

Menurut sejarah, seatbelt diciptakan dari dunia aviasi sejak awal 1900-an berupa strap sederhana 2-titik untuk menjaga pilot jika terjadi turbulensi. Seiring waktu seatbelt 2-titik mulai diperkenalkan ke industri otomotif, Automaker Amerika seperti Nash dan Ford menawarkan seatbelt sebagai opsi pada awal tahun 1950.

Sementara seatbelt 3-titik diciptakan oleh Roger W.Griswold dan Hugh DeHaven yang dipatenkan tahun 1955. Singkat cerita, lantaran jumlah korban lakalantas yang terjadi tak berkurang secara signifikan, seatbelt modern 3-titik kemudian dikembangkan oleh Nils Bohlin, seorang insinyur yang bekerja di pabrikan Volvo. Yaps, seatbelt modern 3-titik yang anda kenakaan saat ini diadopsi dari desain Volvo.

Sebelum bergabung dengan Volvo tahun 50an, Nils Bohlin bekerja sebagai insinyur penerbangan yang pernah mengembangkan kursi ejeksi untuk pesawat. Berbekal pengetahuan dan keahlian yang dimiliki Nils, Volvo — automaker yang berbasis di Swedia menugaskan Nils untuk meneliti dampak fatal dari korban kecelakaan dan memfokuskan pada faktor keselamatan penghuni kendaaran.

Di saat yang bersamaan, muncul seatbelt berbentuk Y dengan buckle atau pengait tepat diatas perut penumpang, bukan di sisi kursi. Seatbelt Y-shaped yang mirip dengan sabuk suspender ini dinilai memiliki pengaturan yang tidak efisien karena jalur strap berada di atas permukaan yang licin dan sulit dikenakan. Nils mengakui bahwa seatbelt Y-shaped menandai langkah ke arah yang benar dalam hal mendistribusikan kekuatan tabrakan secara memadai di area yang lebih luas, tetapi seharusnya sama pentingnya untuk memastikan kekuatan tersebut didistribusikan ke area tubuh yang kuat.

Sementara itu Nils merancang jalur sabuk yang mampu mencakup bagian tubuh paling kuat yakni bahu, dada, dan tulang panggul. Kemudahan penggunaan adalah pertimbangan utama, Nils menetapkan desain berbentuk V yang memungkinkan pengguna untuk meraih strap dan buckle, dan menariknya secara menyilang ke arah selot yang terletak di sisi kursi bahkan dapat dikenakan hanya dengan satu tangan.

Volvo menjual mobil pertama dengan seatbealt sistem 3-titik tahun 1959, yang diaplikasikan pada model PV544 dan Amazon 120. Mobil tersebut hanya dipasarkan di kawasan negara nordik atau negara-negara yang secara geografis terletak di bagian Timur Eropa dan Samudera Atlantik Utara. Sejak itu, Volvo menjadi automaker pertama didunia yang melengkapi mobilnya dengan seatbelt sebagai fitur standar.

Butuh waktu bertahun-tahun, Volvo berusaha meyakinkan industri otomotif lainnya bahwa seatbelt adalah fitur penyelamat yang bernilai. Bahkan Volvo melakukan sejumlah presentasi berikut demonstrasi aksi kecelakaan dengan dummy, mengutip data dan penelitian membuktikan setbealt memang patut dipertimbangkan.

Volvo juga melakukan studi setiap tabrakan yang melibatkan kendaraannya selama lebih dari satu tahun di Swedia, tercatat ada 28.000 tabrakan secara keseluruhan dan hasil data menunjukkan bahwa seatbelt 3-titik sangat efektif mengurangi cedera dan kematian hingga 60 persen. Awalnya Volvo hanya memasang fitur ini pada kursi depan, perlu waktu hingga tahun 1967 bagi automaker untuk menambahkannya ke kursi belakang.

Sudah sewajarnya jika sebuah inovasi dipatenkan agar tak seorang pun menirunya, namun Volvo justru mendaftarkan paten secara terbuka atas desain seatbeltnya, artinya Volvo tidak memberlakukan pelanggaran paten ataupun membebankan royalti sepeserpun kepada pihak lain yang menggunakan desainnya karena alasan kemanusiaan. (Ini baru namanya mengutamakan kepentingan bersama, sob!)

Seperti yang pernah dikatakan Managing Director Volvo, Alan Dessel, “Keputusan untuk melepaskan paten seatbelt 3-titik itu visioner dan sejalan dengan prinsip keselamatan Volvo.”

Bahkan belakangan ini Volvo mengatakan akan membagikan penelitian kecelakaan dan komputer modeling dengan sejumlah universitas, peneliti, dan automaker lain — diharapkan orang lain dapat belajar membangun serta mengembangkan kendaraan yang lebih baik. Hal ini selaras dengan idealisme Volvo yakni “terus memprioritaskan kemajuan masyarakat daripada keuntungan finansial semata”.

Kunci kekuatan seatbelt 3-titik Volvo adalah gulungan inersia (yang mengunci gulungan selama deselerasi keras), pretensioner (strap secara otomatis mengencang saat terjadi benturan), dan load limiters (mengurangi daya benturan pada bagian dada).

Terlepas dari sistem keselamatan berkendara yang semakin canggih, desain basis seatbelt 3-titik ciptaan Nils tidak berubah hingga detik ini, baik dibenamkan pada kendaraan termurah hingga termahal sekalipun. Adapun jaman now fitur keselamatan ditawarkan dalam berbagai bentuk sistem, seatbelt adalah fitur keselamatan paling utama dan paling basis, tak seperti airbag yang dinilai sebagai fitur tambahan. Jadi setiap kali anda mengenakan seatbelt 3-titik, berterima kasihlah kepada Volvo dan Uncle Nils. 🙂

Sebelum menutup usia tahun 2002, Nils sempat menerima medali emas dari Royal Swedish Academy of Engineering Science pada 1995, dan dilantik sebagai Automotive Hall of Fame pada 1999.

Comments

Mitsubishi XPANDER AP4 Tampil Perkasa Di Hari Pertama Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Racers

Mitsubishi XPANDER AP4 Kembali Membuktikan Performanya Dengan Menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Rally

KEMBALI PERCAYA DIRI DI PUTARAN KETIGA, GIBRAN BAWA PULANG 4 TROPHY

Karting

SERI 3 KEJURNAS GOKART ESHARK CHAMPIONSHIP

Karting

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect