Sentul, 30 Agustus 2019 – Indonesian Drift Prix (I-DriftPrix) menjadi ajang pelepas dahaga para drifter tanah air yang masih menanti kepastian akan ‘Kejurnas’ sebagai ajang dengan kasta tertinggi di Indonesia. Hasilnya 30 drifter hadir dalam memperebutkan gelar juara pada ajang yang diadakan pada 30 – 31 Agustus 2019.

Pembeda dari I-DrifPrix dari event drifting sebelumnya adalah kelas ‘baru’ yang diadakan oleh ABM Motorsport sebagai penyelenggara. Dengan nama kelas Pro dan Pro 2, dianggap menaikan antusias bagi para drifter yang sebelumnya tergolong dalam kelas ‘Rookie’. Emmanuelle Amandio menjadi aktor akan perubahan nama ini.

Didaulat sebagai Race Director, Amandio memberikan banyak perubahan dalam perkembangan drifting di Indonesia. Langkah ini tentunya wajib diajungi jempol, saat event drifting mulai surut. “Untuk nama Pro 2 sebenarnya seperti dengan yang digunakan pada Formula Drift. Tetapi hal yang berbeda dari ajang drifting di Indonesia adalah lintasan. Dengan memanfaatkan area Sirkuit Sentul yang luas, jadi bisa mengeksplore sesuai kebutuhan.”

Untuk 30 drifter yang berlaga dalam I – DriftPrix, mereka terbagi dalam kelas Driftstar, Pro 2 dan Pro. Khusus untuk Pro 2, drifter dari kelas Driftstar juga diizinkan mengikuti dengan mendaftar dua kali. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang ingin merasakan persaingan dengan melawan seniornya.

Tercatat dari tujuh orang, hanya tiga pembalap dari kelas driftstar yang ikut juga dalam kelas Pro 2. Hal ini membuat jumlah pembalap drifting di kelas Pro 2 menjadi 12 orang, sedangkan di kelas Pro hanya 11. Persaingan tentunya akan menarik pada esok hari setelah menjalani kualifikasi. Perebutan gelar juara dipastikan makin sengit dengan absennya Amandio dalam I – DriftPrix 2019.


