Amerika kerap menjadi rujukan bagi aktifitas speed offroad. Maklum, perkembangan offroad di negeri Paman Sam itu memang fantastis. Amerika juga dikenal kreatif dalam mengkreasikan mobil-mobil offroad yang beringas. Tak salah jika banyak offroader-offroader yang mengadopsi mobil-mobil besutan Amerika tersebut.
Sebut saja Alex Pribangun yang pada akhir tahun 1990an sempat membuat kendaraan balap untuk Speed Offroad di Stewart Raceworks (USA) dengan body style Chervolet Pick-Up yang menggunakan mesin V-8. Kendaraan milik Alex Pribangun tersebut merupakan kendaraan balap pertama di Indonesia yang mempergunakan tipe “Double A-Arm” pada suspensi depannya, dan juga yang pertama mempergunakan “Coil Over Shocks & Suspension” pada keempat rodanya.
Lalu juga ada Nissan Pathfinder milik salah satu dedengkot balap speed offroad racing Indonesia yang juga dibuat dan didatangkan langsung dari Amerika dengan segala kecanggihannya. Keduanya memberikan suguhan yang membuka cakrawala pengetahuan bagi offroader Indonesia, khususnya dalam hal pengaplikasian sistem suspensi yang mumpuni. Penggunaan Coil-Over Shocks & Suspension serta Double A-Arm (independent suspension) menjadi tren yang diperhatikan dengan seksama oleh offroader-offroader nasional.
Adalah H.Syamsudin atau akrab dipanggil H.Syam yang terinsiprasi untuk memiliki mobil yang mumpuni melibas trek-trek yang sadis diberbagai arena lomba speed offroad. H.Syam kemudian menunjuk Race Proven Motorsport (RPM), sebuah perusahaan ternama di Amerika Serikat untuk mengkreasikan sebuah mobil yang memiliki keunggulan, baik dari segi performa mesin maupun sistem suspensinya.
H. Syam menceritakan keinginannya untuk memiliki mobil terbaik yang akan digunakan untuk melibas ganasnya trek offroad. Konsep kendaraan yang diinginkan yaitu mobil 2 penumpang dengan mesin yang banyak tersedia di Indonesia untuk memudahkan perawatannya serta memiliki kemampuan yang gesit, lincah dan sesuai dengan karakter trek speed offroad di Indonesia yang memiliki banyak handicap.
Race Proven Motorsport (RPM) kemudian menawarkan konsep pembuatan kendaraannya kepada H.Syam. Beberapa konsep yang ditawarkan RPM yaitu menggunakan sasis kendaraan yang rendah sesuai dengan kondisi lintasan di Indonesia. RPM juga menyarankan untuk menggunakan turbo charger pada mesin yang akan digunakan sehingga tenaganya terdongkrak melampaui 500HP. Posisi mesin juga ditempatkan di belakang pengemudi (mid engine).
Sementara untuk transmisi, RPM mengusulkan untuk mengadopsi sistem transmisi dengan jumlah gigi sedikit dan menggunakan full time All Wheel Drive (AWD) dengan sistem transfer case fixed guna memudahkan pembagian tenaga ke roda depan dan belakang.
Race Proven Motorsport juga menyarankan untuk menggunakan Independent Suspension pada bagian depan dan Trailing Arm pada bagian belakang, dengan maksimum travel suspensi depan 18″ dan suspensi belakang 18″. Termasuk juga agar “A-ARM” depan menggunakan konsep “Center A-Arm” untuk menghasilkan geometri suspensi dan steering yang jauh lebih baik. Pilihan suspensi pun jatuh pada King Shocks Coil Over Shocks yang dipadukan dengan King-Shock Tripple By-Pass untuk memudahkan pengaturan tingkat peredaman suspensi.
Untuk mesin, akhirnya dipilih mesin Toyota 2JZ. Dipilihnya mesin tersebut karena dinilai memiliki performa yang tangguh. Kebetulan, H.Syam juga pernah menggunakan mesin Toyota 2JZ pada balap adventure bersama Hariono SBM, Ketua Indonesia UTV Club yang mewadahi kebutuhan balap Jhonlin Racing Team (JRT). Hariono menjelaskan bahwa mesin ini juga banyak digunakan pada ajang balap seperti drifting, touring dan juga speed offroad. Mesin ini juga dapat dengan mudah ditingkatkan kemampuannya menjadi 500an HP.
Pada bulan Juni-Juli lalu, H. Syamsudin beserta beberapa rekan pembalap menyempatkan diri mampir ke rumah modifikasi Armada Engineering dan kemudian melakukan testing kendaraan tersebut di Lake Elsinore, CA. Berikut adalah sesi testing kendaraan pada tahap 75% selesai.
Michael Mardonius selaku navigator H. Syamsuddin menjelaskan bahwa kendaraan ini sudah siap untuk mengikuti ajang balap Kejurnas Speed Offroad seri-5. Saat sesi testing beberapa saat lalu, Michael menjelaskan bahwa H. Syamsudin merasa puas dengan performa kendaraan dan sudah mampu mengimbangi kekuatan mesin kendaraan tersebut.
Spesifikasi:
Mesin Toyota 2JZ, Mid-Engine Configuration, 4-WD
Full Independent A-ARM Double Wishbone Suspension, dengan Coil Over Shocks & By-Pass Shocks
Rear Independent – Trailing Arm Suspension, dengan Coil Over Shocks & By-Pass Shocks
Semi Automatic Transmission (3-4 speed)
Source: Sportku.com






