Meski anda adalah pengemudi yang mahir, belum tentu anda bisa menaklukan medan pegunungan ini kalau belum tahu tekniknya. Apalagi dengan yang pemula? Ditambah kondisi jalan yang kadang macet, hujan, diperparah dengan muatan mobil yang kadang tidak ringan. Ini semua mempersulit pengoperasian kendaraan untuk mencapai puncak yang diinginkan. Oleh sebab itu, sebelum anda menempuh perjalanan naik alangkah lebih baiknya anda memahami teknik mengemudi di tanjakan serta kesehatan kendaraan anda. Disini kita akan memberikan tips agar selamat menyetir di tanjakan atau turunan untuk menghadapi segala kondisi.
1. Pastikan beban mobil anda tidak melebihi batas kemampuan mesin kendaraan

Pertama, kita harus tahu berapa batas kemampuan mobil kita. Kita tak perlu mengukur menggunakan alat untuk mengetahui kemampuan mesin, kita kira-kira saja. Untuk mobil dengan mesin 1.200 cc kebawah akan sedikit kesulitan untuk naik dalam posisi penumpang full. Contoh mobil dengan mesin kecil namun kabin luas (mampu menampung 7 orang) adalah LCGC. Mobil ini memang murah, tapi performanya pas-pasan.
Jadi kalau terpaksa didalam mobil full passanger, anda harus extra hati-hati saat akan naik. Anda tetap bisa mengemudikan mobil ini ke puncak dengan posisi gigi terkecil (gigi 1) dengan RPM yang agak tinggi. Dengan RPM yang lebih tinggi, tenaga dan torsi yang dihasilkan juga akan lebih tinggi. Namun, untuk menggunakan cara ini anda harus menjaga jarak dengan kendaraan didepan dengan lebih jauh sehingga anda memiliki cukup ruang untuk memacu kendaraan.
2. Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kopling dan rem tidak dalam kondisi tipis/bermasalah

Untuk mobil manual, kopling menjadi komponen utama keberhasilan mengemudi di tanjakan di susul dengan rem. Kalau kondisi kopling bermasalah, atau yang biasa dialami itu kampas kopling tipis maka kopling akan lebih mudah selip. Sehingga, mobil anda memiliki mesin besar dan anda juga memacu mesin dengan RPM lebih tinggi mobil tetap kekurangan tenaga.
Tenaga ini akan hilang karena selip pada kopling tadi. Untuk mengetahui apakah kampas kopling tipis atau tidak, bisa dirasakan saat proses oper gigi. Apakah terasa sulit atau tidak ? kalau masih gampang dan halus maka kopling masih normal. Selain itu, kalau pedal kopling terasa lebih jauh bisa jadi kampas rem mobil tipis.
3. Pakai gigi 1, atau 2 sesuaikan dengan kemiringan jalan

Kalau kita menanyakan ke orang lain, pake gigi berapa untuk nanjak ? ada yang menjawan pakai gigi 1, ada pula yang menjawab pakai gigi 2. Tapi yang paling tepat, itu situasional. Untuk menanjak, anda juga bisa menggunakan gigi 3. Kalau semakin rendah gigi, maka torsi mobil akan semakin kuat tapi itu akan mengurangi kecepatan kendaraan. Posisi ini sangat cocok untuk naik di tanjakan curam atau tanjakan yang macet. Sementara untuk tanjakan yang lebih landai, anda bisa menggunakan gigi 2 atau 3 kalau jalanan tergolong lenggang.
4. Saat naik atau turun, usahakan posisi tangan kanan memegang tuas rem parkir

Ini berfungsi sebagai jaga-jaga agar saat kendaraa didepan mengerem mendadak, mobil kita tidak meluncur ke belakang. Untuk mobil manual, itu punya tiga pedal. Saat naik, posisi kaki kita menginjak pedal gas dan kopling, sementara pedal rem tidak terinjak. Disini, peran rem tangan akan sangat berguna untuk menahan kendaraan dikala kondisi seperti diatas muncul.
5. Gunakan teknik setengah kopling, hanya saat kondisi jalan macet

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Teknik setengah kopling populer digunakan untuk menanjak, tapi resiko dari teknik ini adalah mempercepat keausan kampas kopling. Ini karena pada dasarnya, setengah kopling adalah menahan kampas kopling agar tetap mengambang (tidak tertekan full namun juga tidak terbebas). Sehingga mobil tetap berjalan dengan kecepatan lebih rendah meski gas mesin sudah tinggi.
Kalau ini dipakai secara terus menerus, mungkin sepulang perjalanan sistem kopling mobil anda akan terbakar sehingga anda harus keluar banyak biaya lagi untuk memperbaikinya. Namun, teknik setengah kopling ini juga terbukti ampuh untuk membuat mobil berjalan di tanjakan khususnya saat mobil berhenti di tengah jalan yang menanjak. Anda boleh menggunakan setengah kopling, tapi disarankan hanya saat kondisi macet.

