Connect with us

Uncategorized

Final Java Drag Record & Kejurnas Seri 5: Pertaruhan Besar

Akhir pekan ini, 20–21 September 2025, Sirkuit Lanud Gading, Gunungkidul, Yogyakarta, akan menjadi pusat perhatian pecinta drag race tanah air. Dua event besar disatukan dalam satu panggung: Java Drag Record (JDR) seri ke-3 yang menjadi babak final, dan Kejurnas Drag Race seri ke-5. Kombinasi ini menjanjikan atmosfer balap yang jauh lebih panas, dengan persaingan ketat, hadiah spektakuler, dan yang jelas bergengsi.

Java Drag Record musim ini memang menghadirkan persaingan luar biasa. Hingga dua seri berjalan, tiga besar klasemen hanya dipisahkan beberapa poin saja:

  • Mahardika Sandi (Mandiri Racing Team, Jawa Timur) – 100 poin
  • M. Wasrik (SEA Team 59, Jawa Timur) – 98 poin
  • Cleo Anoman (Kikim Variasi Pusat, Yogyakarta) – 86 poin

Bayangkan, hanya dua poin yang memisahkan Mahardika dengan Wasrik. Satu kesalahan kecil di garis start, satu reaksi lambat sepersekian detik, bisa langsung meruntuhkan peluang juara. Ditambah Cleo yang terus konsisten dan punya dukungan penuh tim Kikim, membuat final ini benar-benar tak bisa diprediksi.

Sementara di Kejurnas Drag Race, nama Mahardika Sandi juga berada di puncak klasemen dengan 58 poin, diikuti Hafiz WKRT (45 poin) dan M. Wasrik (37 poin). Tekanan ganda jelas ada di pundak Mahardika—memburu gelar juara umum JDR sekaligus menjaga peluang juara nasional.

Selain soal klasemen, drag race akhir pekan ini juga akan menampilkan dua kelas bergengsi Diesel dan Outlaw.

  • Diesel Power datang dengan kekuatan torsi yang buas. Tim seperti 705 PM Kids atau Jagoan Mama sudah membuktikan bahwa mesin berbahan bakar solar bisa tampil cepat dan konsisten. Bagi sebagian orang, melihat mobil diesel melesat di trek lurus lebih memuaskan ketimbang mendengar deru mesin bensin. Diesel adalah soal tenaga murni dan keuletan mekanik yang mengolah mesin standar menjadi senjata balap.
  • Outlaw adalah dunia yang berbeda. Ini kelas kasta tertinggi drag race, dengan mobil-mobil berteknologi ekstrem, modifikasi bebas, dan tenaga monster. Di sinilah catatan waktu tercepat lahir, di sinilah reputasi “the fastest” dipertaruhkan.

Nantinya pertarungan dua dunia ini pastinya bakal seru banget. Ada yang loyal dengan “anak torsi” diesel, ada yang setia mengidolakan “monster modifikasi” outlaw. Dan di seri final ini, pertarungan mereka dijamin menjadi salah satu cerita utama di lintasan.

Panitia Java Drag Record 2025 tak tanggung-tanggung dalam menyiapkan apresiasi untuk para juara. Jika biasanya hadiah berupa uang tunai atau trophy, maka di seri final ini hadiah naik level:

  • Juara Umum Series Bracket Time: 1 unit Yamaha NMAX + Piala KPH Purbodiningrat.
  • Juara Umum Series Diesel Power: 1 unit Yamaha Aerox + Piala KPH Purbodiningrat.
  • Juara Umum Outlaw 402 meter: hadiah uang tunai besar plus trophy prestisius.

Piala KPH Purbodiningrat, yang juga menjabat sebagai Ketua IMI DIY, menjadi simbol kehormatan tertinggi. Tak hanya sekadar piala, tapi sebuah pengakuan bahwa sang juara adalah yang terbaik di lintasan lurus. Hadiah motor jelas membuat motivasi peserta semakin tinggi—mereka bukan hanya berebut gengsi, tapi juga pulang dengan “tunggangan baru”.

Panitia menargetkan 800 starter turun di ajang ini. Angka fantastis yang membuat event gabungan JDR dan Kejurnas seri 4 jadi salah satu drag race terbesar tahun ini. Peserta datang dari berbagai provinsi: Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Jogja benar-benar menjadi magnet yang menarik komunitas drag race nasional berkumpul.

Meski Java Drag Record akan berakhir di Gunungkidul, cerita belum usai. Kejurnas Drag Race 2025 masih menyisakan satu seri pamungkas di Sulawesi. Di sanalah benar-benar akan ditentukan siapa yang berhak menyandang gelar juara nasional. Artinya, apapun yang terjadi di Jogja akhir pekan ini, pertarungan masih akan berlanjut ke tanah Celebes.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect