Hari kedua ADGP yang diawali dengan guyuran hujan yang lumayan membuat lintasan dibeberapa titik tergenang ternyata membuat para RC memutuskan untuk menunda mulainya acara yang pada awalnya akan start sekitar pukul 9 pagi.

Sekitar pukul 9.30 para peserta diperbolehkan untuk menguji lintasan. Hujan sudah reda, namun lintasan yang basah ini akan membutuhkan penyesuaian kembali bagi para drifter. Waktu yang diberikan tidak terlalu banyak namun dari latihan ini sudah ada beberapa kejadian yang mengejutkan.
Daigo Saito yang merupakan salah satu drifter yang paling ditunggu-tunggu aksinya ternyata mengalami kerusakan mesin. Mesin dengan 1200hp itu jebol pada stang pistonnya. Entah benar atau tidak setelah ditanyakan stang piston yang digunakan masih menggunakan stang piston standar dari 2JZ. Waw!!

Alhasil Daigo tidak bisa turun dalam ADGP perdana ini.

Selain itu, kerusakan terjadi juga pada mobil Amandio yang merupakan mobil drift kesayangan dari Demas Agil. Kerusakan ada pada blade (kipas) turbo 2JZ ini.

Tim mekanik dari Dem’s Autotechnic yang belum merasakan tidur karena harus lembur untuk memperbaiki kerusakan mesin pada mobil yang sama pada malam harinya terpaksa harus segera membongkar turbo dan menggantinya dengan yang baru. Amandio tidak mungkin menyerah begitu saja, karena ini akan menjadi pertarungan harga diri baik tim maupun negara.


Pertandingan dimulai sekitar pukul 11.30. Dari raut wajah para drifter hampir bisa dipastikan tidak ada yang santai, termasuk Chandra dari HTJRT yang terkenal sebagai orang yang cukup humoris dan santai, saat itu dia terlihat sangat fokus.

Balapan 32 besar yang dimulai dari pertarungan antara Taniguchi melawan Robbie Nishida langsung membuat mata tertuju kepada mereka. Tentu saja, ini merupakan pertarungan sesama Jepang dimana drifting bermula dari negara itu, dan apakah pertarungan akan seseru yang dilihat di layar kaca?

Ternyata (menurut kami) belum sesuai harapan. dari 2 run yang dipertandingkan Nishida yang menggunakan mobil Odhi menang mudah. Nishida yang tidak dapat melakukan qualifikasi karena kehabisan kampas kopling pada hari sebelumnya berhasil mengambil line (jalur) drift yang baik dan mampu mengejar Taniguchi.
Namun sebaliknya ternyata, Taniguchi tidak dapat bermain dengan line yang baik karena sejak awal mobil bermasalah pada rem tangan, hal itu membuatnya tidak dapat ber-maneuver dengan baik terutama saat initiate.

Kemudian dilanjutkan dengan Evan (cuan) melawan rekan satu bengkelnya, Zharfan yang Evan dapat menang mudah menggunakan Cefiro 2JZ nya yang baru.

Dilanjutkan pertarungan Chris Day (Australia) melawan Bulzai (Malaysia) yang menggunakan Cefiro V8 miliki Adi Indiarto. Sayang Chris Day yang pada hari sebelumnya mengalami kecelakaan cukup parah tidak bisa bermain maksimal, alhasil dari 2 run Bulzai mendominasi perolehan poin yang artinya Chris Day harus kembali ke paddock dengan kekalahan.

Dan lagi-lagi, Ikhsan Utama bertemu dengan Chandra untuk ke 3 kalinya. Ikhsan mendapat keberuntugan bisa masuk dalam ADGP secara cuma-cuma (bersama Evan dan Farhan) karena masuk dalam 3 besar dalam kejuaraan AMF.

Chandra bersama HTJRT nya yang menyewa mobil dari Raihan akhirnya bisa mendapatkan NOS untuk mengatasi turbo lag yang sempat menjadi masalah pada putaran AMF yang saat itu mobil digunakan oleh Along (Malaysia).

Pada run pertama Ikhsan berhasil ditinggal oleh Chandra yang saat itu menjadi leader, pada run kedua Chandra kembali bisa menekan Ikhsan saat menjadi leader, namun sayang entah kenapa Chandra terlihat bernafsu sekali yang membuat dirinya terlalu oversteering dan akhirnya tergelincir,

Ikhsan pun melenggang dengan cantik hingga garis finish.

Selanjutnya giliran M. Farhan melawan Dipo Dwiki. Farhan yang merupakan juara kedua dari kejuaraan AMF sama sekali tidak mengalami kendala menghadapi Dipo.


Dipo yang menggunakan Silvia S14 ini pun bermain dengan cantik, namun juri memberikan nilai lebih atas atraksi drift dari Farhan yang akhirnya dapat maju ke babak 16 besar.

Mimo yang kali itu memperkuat HTJRT harus melawan Regi yang sudah menggunakan mesin baru, yang pada hari sebelumnya merasa curiga dengan performa mesinnya yang menurun.

Mimo yang menggunakan mobil balap touring –nya ini ternyata masih belum mendapatkan settingan sempurna pada mesinnya untuk mendapatkan tenaga yang sesuai dengan track ini. Alhasil selama dua run Mimo terlihat keteteran untuk mengejar Regi, belum lagi saat Mimo menjadi leader Regi dengan mudah menempel ketat Mimo. Poin terbaikpun jatuh pada Regi yang dapat masuk babak berikutnya.

Rengga dan Fadil yang bermain sangat agresif bisa sangat menghibur para penonton, dengan line yang cantik mereka bermain saling temple dor-to-dor.

Disaat seperti inilah juri sulit menilai mana yang terbaik dan akhirnya mereka tinggal melihat kesalahan dari para drifter. Dan beruntungnya Rengga harus meneruskan perjuangan ke babak 16 besar.

Yang berikutnya adalah persaingan antara dua sahabat, Dika CH dan Armando (Dido). Sedikit cerita, bahwa mereka sangat takut apabila suatu saat mereka harus tandem bersama dan kenyataanya saat ini mereka harus menunjukkan siapa yang terbaik.

Terlihat maksimal Dika CH harus drifting dengan mobilnya yang pada AMF lalu sempat mengalami kerusakan saat tandem dengan Taniguchi. Namun dari dua run yang disediakan oleh juri, Dika CH tergelincir sebanyak 2 kali juga.

Sedangkan Dido dengan perfoma mobilnya yang baik dapat dengan mudah mengalahkan Dika CH.
TOP 16

Di pertandingan pertama di 16 besar ini adalah top qualifiying Brendon Greaves melawan Iksan Utama. Bisa dibilang ini merupakan salah satu yang menjadi buah bibir hingga saat ini. Greaves yang menggunakan LS3 Super Charge 700hp melawan Ikhsan dengan RB 25 Turbo 340hp sudah bisa dilihat siapa yang dapat menang.

Diawali Greaves sebagai lead dapat bermanufer cantik di wall (hampir) setengah lingkaran itu, dan hebatnya Ikhsan dapat menempel dengan cantik disamping Greaves tanpa melakukan kesalahan sedikitpun.

Begitu pula saat Ikhsan lead Greaves pun menempel ketat tanpa ada kesalahan pada Ikhsan. Namun hebatnya mesin dengan power sekecil itu dapat bermain cantik melawan 700hp.

Dan betapa terkejutnya saat juri menyatakan one more time, dimana juri belum dapat memastikan siapa yang terbaik. waw!!

Kembali Greaves menjadi lead, dan kembali Ikhsan bermain pol-polan tanpa kesalahan. Ditikungan terakhir Cefiro biru bernomer pintu 74 berhenti secara tiba-tiba, dan Ikhsan pun turun meluapkan emosinya. Ternyata sebelum garis finish mobil Iksan jebol.

Ikhsan sudah merasakan metal mobilnya rontok dan kehilangan power. Kekecewaan di wajah Ikhsan tidak bisa ditutupi saat ia harus mendorong mobilnya keluar lintasan.

Setelah drama itu berakhir, race dilanjutkan dengan pertarungan antara Robbie Nishida melawan Danny Ferdito. Dimana Danny dapat mencuri kesempatan saat Nishida (sepertinya) tidak siap untuk melakukan start. Pada run pertama Nishida keteteran mengejar Danny yang dapat drifting tanpa kesalahan.

Begitu juga pada saat Nishida nge-Lead, Danny bisa menempel ketat dengan Nishida. Dari kejadian itu bisa langsung dilihat siapa yang maju kebabak berikutnya. Danny Ferdito dari GT Radial Drift Team.

Semakin kesini, pertandingan semakin seru. Tidak bisa dipungkiri mungkin ini adalah pertama kalinya Fastnlow bisa merasakan aura pertarungan yang sangat ketat. Power mobil memang mendominasi permainan namun terlihat para drifter yang dapat masuk hingga babak ini memang memiliki skill bagus.

Selanjutnya masih di babak 16 besar ada Brent Gordon melawan Dido. Tidak bisa dipungkiri, Gordon dengan LS2 N/A ini termasuk drifter yang bermain bagus. Tapi dengan dua drifter yang memiliki mesin bertenaga sekitar 500hp ini seharusnya Dido bisa menempel ketat.

Dan run pertama berjalan sangat ketat, Gordon yang menjadi Lead di pepet oleh Dido. Begitu juga sebaliknya saat di run kedua saat Dido nge-lead Gordon menempel sangat ketat.


Namun sayang, Dido ngedrit terlalu melebar keluar yang mengakibatkan bagasi belakang dari Cefiro nya mengalami rusak parah dan imbasnya ke Knuckle ban kiri belakang yang juga ikutan jebol. Walaupun masih bisa masuk garis finis dengan drifting yang cukup baik Dido tidak bisa melanjutkan perjuangannya (dan dia juga kalah terhadap Gordon).

Dilanjutkan dengan pertarungan antara Farhan melawan Andy Grey yang merupakan satu-satunya peserta asal Skotland. Walaupun asal Skotland, Grey yang sudah lama tinggal di Jepang ini merupakan jawara drift D1.

Dengan membawa mobil andalanya Toyota JZX100 atau yang sering disebut dengan Toyota Chaser dan ditemani sang kekasih Grey mempersiapkan segalanya sendiri.

Tanpa banyak drama pertarungan antara Farhan dan Grey di menangi oleh Grey. Dia berhasil memperoleh poin dengan gaya cirikhas D1 nya yang agresif dan beberapa kali melakukan trick yang membuat Farhan sedikit kewalahan.

Selanjutnya pertarungan antara Rob Whyte yang menggunakan 350Z bermesin Nissan V8 VQ38 melawan Regi Fiandisa. Mobil yang benar-benar menarik perhatian sebagian besar orang yang ada pada acara ADGP ini memang bermain sangat cantik, dengan power sebesar 620hp Whyte melesat jauh meninggalkan Regi.

Pada run kedua, Regi tampak melakukan kesalahan yang membuat mobil terlalu oversteer dan diluar kendalinya, alhasil Whyte tanpa sengaja menyodok Regi yang membuat Regi berputar ditempat, dan Whyte lah yang berhak lanjut ke babak berikutnya.

Rio SB yang berhasil memperoleh poin qualifikasi tertinggi kedua ini akhirnya aksi pertamanya akan bertempur dengan Rengga. Permainan cukup menegangkan, namun dilihat dari sisi penonton dari dua run yang disediakan mereka sama-sama melakukan kesalahan, yang mengakibatkan juri memutuskan one more time.

Di kesempatan kedua mereka menyempurkan line drifting mereka dan saling menempel dor to dor, namun sayangnya Rengga terlihat begitu bernafsu yang kahirnya Rengga harus drifting di tempat karena oversteer.

Tapi yang tidak kalah ditunggu-tunggu inilah pertarungan sang “Indonesian Drift King” Amandio yang akhirnya dapat selesai tepat waktu yang sebelumnya mengalami kerusakan pada blade turbo 200SX nya.

Amandio yang bertarung melawan Bulzai terlihat yang paling agresif diantara drifter lainnya. Disitu kita bisa melihat Amandio dengan si “libas” yang memiliki tenaga yang sangat mencolok dengan mobil Bulzai.

Amandio dengan powernya yang besar menyodok-nyodok Bulzai yang akhirnya pada run kedua Dio tanpa sengaja menyerempet hidung mobil Bulzai saat dia oversteering, akhirnya Bulzai tergelincir namun Dio masih dalam posisi drifing yang baik dan finis dengan kemenangan.
(Bersambung…)

