Connect with us

Slalom

Agresi Banteng Motorsport di Bekasi, Berhasil Raih Podium Tertinggi

Selebrasi kemenangan Rivaldi di Kelas B1 Seri kelima Bekasi
Selebrasi kemenangan Rivaldi di Kelas B1 Seri kelima Bekasi (Foto: Nudiya Ghulam)

BEKASI – Banteng Motorsport berhasil menambah podium kemenangan di putaran kelima Kejurnas Slalom 2024 pada akhir pekan lalu (5/10) yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat.

Agresi yang dilancarkan oleh tim tersebut, akhirnya membuahkan hasil yang paripurna. Terlebih di Kelas B1, di mana ujung tombak tim yakni Rivaldi Febriadi, berhasil memanfaatkan potensi Starlet KP dan bertengger di podium tertinggi.

Menurutnya, putaran kelima ini memang menyuguhkan tantangan yang sangat tricky. Sebab, lintasan beton bunderan Lagoon Avenue Mall Bekasi, Jawa Barat, terdiri dari ragam kontur. Sehingga, hal ini menjadi perhatian untuk bisa menyiapkan settingan mobil yang mumpuni.

“Untuk balapan hari ini, super di-challenge-nya karena track-nya, betonnya, nggak rata ada yang masih ada garis dan ada yang sudah tidak ada garisnya. Karena lintasan ini digunakan untuk kegiatan harian, jadi ada beberapa sektor yang sudah tergerus, dan ini yang menyebabkan licin saat bermanuver,” buka Rivaldi atau yang akrab disapa Ival.

Hal ini tentu menjadi pertaruhan, karena ada dua kontur berbeda sehingga tim mekanik dan peslalom harus memutuskan strategi apa yang harus dimainkan untuk bisa bersaing dengan maksimal.

Selebrasi kemenangan Rivaldi di Kelas B1 Seri kelima Bekasi

Selebrasi kemenangan Rivaldi di Kelas B1 Seri kelima Bekasi (Foto: Nudiya Ghulam)

 

Tidak sampai di situ, tim yang khas dengan warna merah dan logo banteng ini juga mendapat ujian yang membuat skuad ini cukup tegang. Sebelum memulai heat kedua, sektor kaki-kaki Starlet KP mengalami kerusakan cukup besar dan membuat tim mekanik harus bergerak cepat agar tetap bisa melaju di heat kedua.

“Jadi saya dan tim mau mencari settingan buat heat 2 sama final. Dan kita coba di belakang, untungnya kita melakukan ujicoba dulu. Ternyata pas baru nyoba satu kali, bagian kopel stabilizer di pillow ball-nya, dratnya habis, jadi slek. Dan akibatnya, mobil jadi kaya kebalik sehingga sektor kaki-kaki semuanya bubar,” jelas Ival.

Mendapati kondisi yang kurang mengenakkan tersebut, tim mekanik langsung bergerak cepat untuk melakukan perbaikan seadanya karena mengingat mobil ini harus tetap run di heat kedua, sehingga pada saat itu Ival harus melakoni perburuan waktu dengan kondisi serba kekurangan.

“Pas kejadian di heat kedua itu, kita start dengan kondisi shock breaker bocor dan bengkok. Dan sebelum final, kita pesen shock, Alhamdulillah datang tepat waktu dan akhirnya kita ganti shock. Kita nggak bisa nyoba lagi karena riskan kalau nyoba lagi,” bebernya.

Beruntungnya, meski harus balapan tanpa riset dan pengembangan untuk shockbreaker baru, namun Dewi Fortuna masih memihak dan memberikan keberuntungannya kepada tim Banteng Motorsport. Di Kelas B1, torehan waktu 44,657 menjadi yang tercepat di antara peslalom lainnya.

“Walaupun ini shocknya baru, tapi kita bener-bener belum adaptasi sama sekali. Kita langsung ngerasain aja di heat final, kita sudah nggak banyak pikiran, kita nothing to lose. Yang penting mobilnya bisa jalan, bisa sampe finish itu sudah syukur Alhamdulillah. Tapi Allah memberi rezeki lebih, Alhamdulillah bisa victory lap di seri ini,” pungkas Ival. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect