TANGERANG – Seri perdana Kejurnas Drift 2022 yang berlangsung di Karawaci, Tangerang, memang menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh para drifter Tanah Air.
Wajar saja, pasalnya event ini sudah hampir dua tahun tidak terselenggara karena wabah pandemi yang tak kunjung surut. Alhasil, begitu ada kepastian mengenai rangkaian Kejurnas Drift digelar tahun ini, banyak drifter yang sudah menyiapkan mobilnya menargetkan bakal tampil all out.

Photo by : @anggipratm
Hal tersebut diamini oleh Zharfan Rahmadi, drifter muda dengan beragam pencapaian ini, mengakui bahwa banyak wajah-wajah baru sehingga membuat persaingan menjadi lebih kompetitif lagi.
“Dunia drift tahun ini sih gokil, rame banget. Rookie juga banyak dan kemampuannya sudah jago-jago banget, terus yang kelas pro juga banyak yang baru naik dari rookie,” buka Zharfan, saat dihubungi FastnLow.
Hal tersebut terlihat dari keberhasilan Naufal RB, di mana pada seri perdana kemarin, drifter yang naik kelas dari Rookie ke Pro, berhasil meraih podium kedua di bawah Emmanuelle Amandio.

Photo by : @anggipratm
“Dan ini terlihat dari hasil balap kemarin, Naufal bisa juara dua pada saat lawan Amandio. Seru banget sekarang driftnya, jago-jago banget,” tambahnya.
Tidak hanya itu, drifter sekaligus pembalap dan juga pereli ini menjelaskan performa para drifter sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari banyak peserta ini, ia melihat aura kompetisi berjalan begitu sengit, baik dari kelas Rookie maupun Pro.
“Persaingannya jauh lebih kompetitif dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pesertanya rame banget terus ya pada jago banget memang yang sekarang ini,” imbuh Japra.

Photo by : @anggipratm
Bicara mengenai hasil, pada putaran pertama ini, Zharfan, harus puas lantaran gagal mengamankan podium. Langkahnya terhenti karena nafsu saat melakoni babak 8 besar. Di samping itu, ia juga memiliki dalih mobilnya masih kurang persiapan karena masih ada beberapa problem.
“Kemarin saya cuma bisa sampai ke Top 8, karena mobilnya banyak trouble, seperti panas di mesin dan segala macem. Tapi memang kemarin itu, saya kalahnya tidak hanya dari mobil, tapi karena nafsu sampai akhirnya melintir. Ya namanya juga balap, bisa menang bisa kalah,” tandasnya (*)

