Seri final dari AMF drift yang sudah lama di gembar-gemborkan pada hari rabu (16/12) kemarin sudah berhasil berjalan dengan lancar. Walaupun ada sedikit terkendala oleh waktu. Jadwal yang sudah ditentukan ternyata harus molor.
Di pagi hari yang rencananya digunakan untuk free practice akhirnya baru bisa di mulai sekitar 12.30 WIB karena pada pagi hari baru dilakukan pendaftaran ulang dan scrutineering para peserta. Ditambah lagi sekitar pukul 11 siang daerah JIExpo, Kemayoran, Jakarta diguyur hujan yang mau tidak mau menunggu hujan reda dengan alasan safety.
Dengan adanya keadaan seperti itu, jadwal yang tadinya akan dilakukan babak qualifikasi pada siang hari terpaksa harus diundur hingga ke esokan harinya.
Dengan kondisi lintasan yang basah para peserta yang terdiri dari 18 Driftstar, 20 Rookie dan kurang dari 10 starter kelas pro mereka melakukan latihan yang diberikan waktu hingga sekitar pukul 5 sore.
Waktu yang cukup lama untuk melakukan latihan, namun banyak hal yang terjadi.
Tim Kuja Motorsport yang berisikan M. Farhan dan drifter Jepang, Tanaguchi terlihat masih bermain dengan penyesuaikan diri. Farhan, yang baru saja melakukan “facelift” mobilnya menjadi R34, masih terkendala dengan Turbo Lag, yang dimana di lintasan selicin aspal lapangan parkir Barat JIExpo yang sudah diguyur hujan itu sangat berpengaruh. Torsi mobil susah untuk di jaga.
Sedangkan Tanaguchi yang mendapat pinjaman mobil berupa Nissan S14 bermesin Toyota 2JZ ini terlihat seperti menjaga kondisi mobil. Karena terlihat dari dia mengambil clipping point yang baik, namun tidak terlalu memaksakan mobil untuk di geber penuh.
K18 Engineering yang terkenal dengan si “Jureq” ini menurunkan 3 pembalap driftstar nya. Rocca yang merupakan juara di kelas driftstar pada Drift War 3 pada IIMS beberapa waktu lalu bermain sangat baik. Berani mengambil intiate dengan kecepatan tinggi dan drifting dengan rapih walaupun hanya menggunakan mesin standar BMW M52.
Namun sayang Candra Timothy yang menggunakan Cefiro masih belum terlalu percaya diri untuk mengambil intiate dikecepatan tinggi pada lintasan basah seperti ini.
HTJRT yang mengimpor 2 drifter dari Malaysia justru tidak dapat berlatih dengan baik. BMW yang semula akan digunakan oleh Khalifa (Malaysia) mengalami kendala kehilangan mbrebet di RPM atas.
Begitu juga Mimo yang kali ini ikut bermain atas nama HTJRT juga mengalami kendala pada Turbo Lag ditambah lagi setingan suspensi yang kurang sesuai dengan drifting. Mimo yang sudah 2 tahun fakum dari dunia drifting memang sempat bermain di Touring (ISSOM) Sentul dengan mobil Cefiro ini yang saat ini digunakan juga untuk drifting. “setingan suspensi-nya masih terlalu rigid untuk drifting” Ujar Mimo yang juga rencananya akan turun di ADGP.
Mobil Along (Malaysia) yang dipinjam dari Raihan Ali, mengalami Turbo Lag yang cukup parah, dimana power baru lepas di atas 6000 RPM. “harus pasang NOS biar kereta (mobil) ini bisa main di RPM bawah” ujar Along yang khawatir tidak bisa main dengan baik di AMF.
Candra yang akan berduet dengan Reindy Riupassa dengan Cefiro kesayangannya juga mengalami masalah berupa hilangnya power di putaran atas.
Namun dari sekian banyak permasalah pada setiap tim, AMF putaran Final dengan Juri Loy Ay, Warnbro dan Dean Zen serta Lucky Reza sebagai pemimpin lomba ini berjalan lancar. Walau ada sedikit kecelakaan kecil yang terjadi pada Arya Kristianto dari AHT Garage yang bagasi BMW nya harus remuk terkena beton pembatas.
Disisi lain, pada tim BSI, Dipo Dwiki dipuji oleh dua juri asal malaysia karena keberaniannya dalam intiate pada kecepatan tinggi dan masuk tikungan dengan clipping poin yang benar.
Sedikit kembali ke jumlah peserta yang didominasi oleh drifstar dan rookie terlihat sekali bahwa banyak diantara drifter nasional lebih menjaga kondisi fisik dan kondisi mobil untuk bertempur di ADGP, alhasil peserta pro banyak yang tidak mendaftarkan diri di ajang AMF ini. Kecuali beberapa peserta pro dan rookie yang sudah terlanjur memiliki poin cukup tinggi selama di AMF seri-seri yang lalu seperti Dika CH, M.Farhan dan Ikhsan, mereka akan berjuang untuk mendapatkan juara umum AMF.
















