Connect with us

Event

Andre Dumais Jelaskan Kronologis Terkait Insiden Haji Roni di ETCC

Kronologis insiden racing accident Haji Roni di ETCC Indonesia
Kronologis insiden racing accident Haji Roni di ETCC Indonesia (Foto: Mochammad Fauzy (@mochfauzyp)

BOGOR – Insiden meninggalnya pembalap Haji Roni Ardiansyah dalam kejuaraan European Touring Car Championship (ETCC) Indonesia akhir pekan lalu (29/9), meninggalkan duka yang begitu dalam bagi civitas balap touring Tanah Air.

Namun, untuk mengetahui kejadian yang terjadi tersebut, tim FastnLow menghubungi Andre Dumais selaku Promotor ETCC mengenai kronologisnya. Ia mengungkapkan bahwa kepergian pembalap berusia 47 tahun tersebut tidak disebabkan karena racing accident yang terjadi pada balapan.

“Dari berbagai info berupa video yang kami dapatkan, dari on-board camera di mobil almarhum dan CCTV sirkuit, pada saat kecelakaan reaksi Almarhum masih normal,” buka Andre Dumais melalui sambungan telepon.

Kronologis insiden racing accident Haji Roni di ETCC Indonesia

Mobil BMW F30 Haji Roni sempat tertabrak oleh dua pembalap (Foto: Mochammad fauzy (@mochfauzyp)

 

Terkait racing accident di S kecil sirkuit Sentul, mobil BMW F30 yang dikemudikan oleh mendiang mengalami melintir dan membuat posisi mobil menjadi berlawanan arah dan tertabrak oleh pembalap lain yakni Deo Popong dan Dikco Prasetyo. Diduga, kondisi tersebut disebabkan karena late brake dan menyebabkan mobil Haji Roni terpelintir di tengah lintasan.

“Pada saat mobil mengalami insiden, terlihat Almarhum ini masih dalam keadaan normal karena ia berusaha untuk melepaskan seatbelt. Setelah beberapa saat itu, ia juga terlihat keluar dari mobil dan berlari ke service road,” tambahnya.

Andre Dumais beberkan kronologis kecelakaan Haji Roni di ETCC Indonesia

Andre Dumais (kedua dari kiri) bersama Lola Moenek (ketiga dari kiri) dan istri Haji Roni (ketiga dari kanan)

 

Andre Dumais atau yang akrab disapa Dume kembali menjelaskan, setelah itu, team medical juga sudah datang untuk memberikan pertolongan kepada Almarhum. Namun ia lebih memilih untuk naik motor bersama managernya.

Kemudian, dalam perjalanan di antara menuju S kecil dengan S bersar bertemu dengan Reno yang juga tuner dari mobil balapnya, dan ia menyatakan masih dalam kondisi baik-baik saja. Di perjalanan tersebut, ia hampir jatuh dan dibantuk oleh petugas yang akhirnya ikut berbonceng tiga dengan Almarhum berada di tengah motor untuk menahan Almarhum karena terlihat lemas.

Insiden kronologis kecelakaan Haji Roni di ETCC

Insiden kronologis kecelakaan Haji Roni di ETCC

 

Setelah itu, pada saat di area medical sirkuit Sentul untuk mendapatkan pertolongan pertama, kondisi pembalap Ray Speed ini memang sudah sangat lemas dan istrinya sempat memberikan obat jantung ke Andre Dumais untuk diserahkan kepada dokter. Dalam pengecekan yang dilakukan oleh dokter Steven, yang bertugas di medical sirkuit sentul, juga disebutkan bahwa saat itu kondisinya masih ada denyut nadi dan detak jantung meskipun dalam keadaan yang begitu drop. Untuk memberikan perawatan yang lebih baik, ia memutuskan merujuk Haji Roni ini ke Rumah Sakit EMC yang berada Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi waktu di EMC, sempat mendapatkan penangan terlebih dahulu oleh dokter di Rumah Sakti EMC Sentul City, dan setelah itu dokter menyatakan Haji Roni telah meninggal pada pukul 12:15 WIB. Pihak Rumah Sakit mengumumkan ia telah wafat pada jam tersebut. Dan ternyata, setelah kita bertemu dan berbicara dengan keluarga, baru diketahui bahwa ia memang memiliki penyakit jantung, dan kita semua baru tahu pada saat itu,” bebernya.

Bicara mengenai eksistensinya, ini merupakan tahun ketiga bagi Almarhum dalam memajukan industri motorsport nasional. Ia senantiasa hadir dan beradu kecepatan di ajang ETCC 3000 yang merupakan salah satu kelas paling sengit di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM). (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect