TULUNGAGUNG – Dalam pertarungan di Kelas Penggerak Roda Belakang (B) pada Kejuaraan Slalom Seri 3 (27/08/22) yang berlangsung di Area GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, berlangsung begitu kompetitif.
Pasalnya, dalam kompetisi tersebut, trek yang dihadirkan begitu menantang sehingga mampu memberikan catatan waktu yang kompetitif.
Salah satu peslalom yang merasakan ketatnya persaingan di Kelas B adalah, Andry Rifai. Pada seri 3 kali ini, ia merasakan efek kendaraan yang kurang bersinergi dengan dirinya. Team Banteng Motorsport sebagai tim yang menaunginya, menurunkan dua peslalom andalannya di kelas penggerak roda belakang (B), yakni Rivaldi dan Andry Rifai. Andry Rifai yang biasa di panggil Iboy cukup kewalahan untuk menaklukan handicap lintasan dengan kendaraan yang kurang bersahabat kali ini dengan dirinya.

“Mobil di seri kali ini roda belakangnya terangkat terus, sehingga banyak waktu terbuang untuk mengoreksi kendaraan saat ban belakangnya terangkat,” ujar Iboy.
Di kelas penggerak belakang akan sangat rugi bila ban belakang kendaraan terangkat terlalu banyak, karena akan banyak waktu yang terbuang.
“Mobil sebenarnya untuk power sudah sangat enak untuk melibas lintasan di seri 3 ini, karena karakter handicapnya jaraknya cukup jauh. Tapi suspensi mobil sepertinya terlalu lembut di bagian depan, jadi di saat keluar handicap, ban belakangnya terangkat cukup banyak. Mungkin dari bobot saya dan Rivaldi yang berbeda jauh jadinya mobil lebih mengikuti ke settingan suspensi untuk Rivaldi, di waktu saya pakai bobot mobil jadi jauh berat kedepan jadi terangkat terus” tandas Iboy.

Iboy harus mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk bisa menyodok perolehan poin keseluruhan, masih tersisa 3 Kejurnas Slalom 2022 yang akan berlangsung dan Iboy harus bisa bertarung dengan pembalap lainnya untuk bisa meraih 10 besar di kelas B.


