B16 AP Speed borong gelar juara dalam Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) putaran kedua yang berlansung pada 29 – 30 April lalu. Banyaknya trophy juara berhasil dikumpulkan dari berbagai kategori yang diadakan dalam ISSOM oleh M. Herdy F, Rio R. Bramantio, Rian Risky dan Iwan Sidharta.
M. Herdy F yang menggunakan Honda Estilo menjadi peraih gelar juara terbanyak bagi B16 AP Speed. Di kategori Japan Super Touring, gelar juara kelas 1B hingga ‘best over all’ yang baru diadakan pada putaran kedua ini. Bukan hanya itu, M. Herdy F pun kembali berhasil menjadi juara di Super Touring Car Championship untuk kelas STC 2100 dan podium kedua untuk STC Open.
Rio R. Bramantio pun tidak ingin kalah dalam meraih gelar juara bagi dirinya maupun B16 AP Speed, trophy pertama diraih dari kategori Japan Super Touring Championship kelas 2B (1600 – 2000cc). Begitu pula dalam ajang SCC, Bramantio yang juga memacu Honda Estilo EG6 meraih gelar juara kedua dan juara ketiga pada SCC Open.
Pundi – pundi trophy untuk B16 AP Speed makin bertambah dengan kemenangan yang diraih oleh Rian Risky. Turun di kategori Japan Super Touring Championship dengan Honda Estilo, Rian berhasil membawa pulang gelar juara untuk kelas 1A. Untuk kategori Super Touring Car Championship, Rian berhasil meraih juara pertama untuk kelas 1600 dan untuk STC 2 kembali merebut juara 1 di STC Open.
Tidak berhenti dari tiga pembalap B16 AP Speed, Iwan Sidharta yang menggunakan Honda Brio pun turut meraih hasil gemilang di Indonesia Touring Car Championship (ITCC). Juara kedua pada kelas ITCC 1200 menjadi bukti kemampuannya. Sementara di Honda Brio Speed Challenge (HBSC) 1200, Iwan Sidharta harus puas finish diurutan kelima.
Hasil ini tentu semakin menggembirakan dari ISSOM putaran satu lalu, jika sebelumnya mendapatkan 9 trophy penghargaan. Untuk putaran kedua ini, B16 AP Speed berhasil meraih 12 gelar juara dari empat pembalapnya. Sebenarnya masih sangat mungkin B16 AP Speed mendapatkan tambahan gelar juara. Tapi sayangnya, Alfin Mulia Rahman gagal menyumbang trophy di kategori Japan Super Touring kelas 1A (0 – 1600) setelah gagal menyentuh garis finish.


