Connect with us

Event

Astri Mining Racing Team: Pembelajaran Bagi Rekan Baru

Ternyata bukan hal mudah untuk menjadi seorang navigator. Itu lah yang saya alami. Mulai dengan harus datang pagi untuk survey lokasi, memeriksa lintasan, membaca karakter tanah hingga memahami karakter sang driver.

Tim Astri Mining milik H. Blegur yang menjadi payung atas H. Blegur dan Wahyu Lamban sebagai pembalapnya ini turun menggunakan UTV Polaris di grup 5 dan grup 1 dalam kejuaraan Indonesia Open Championship Extreme Offroad Racing seri 2 yang diselenggarakan di BSD, Tangerang, Banten pada 6 dan 7 Agustus 2016 lalu.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 7

Dengan lintasan sepanjang 4,3KM berkarakter high speed menjadikan pengalaman saya yang pertama menjadi seorang navigator. Dalam pemikiran saya “oke ini cukup simple karena tidak terlalu banyak tikungan yang bakal di bacakan”. Ternyata salah, saat SS 1 lap pertama saya sudah mulai keteteran membaca pacenote yang saya buat sendiri.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 6

Mulai dari harus teliti membaca dengan guncangan dan mobil sedang terbang karena handicap ‘Jump’ membuat sering kali merusak konsentrasi membaca. Belum lagi ada beberapa tikungan yang berturut-turut (belum tahu cara membacanya) alhasil saya menghancurkan ritme pembacaan pada lap 1. Ingin mencoba lebih baik di lap 2, ternyata hingga tikungan ke 3, belt CVT UTV yang turun di kelas 1.2 ini terputus dan harus keluar dari balapan.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 1

Sehari sebelumnya, per CVT mobil ini memang sempat diganti dengan yang lebih keras, dengan maksud mempercepat akselerasi. Benar, mobil dapat berlari kencang, namun durability belt CVT menjadi lebih rendah karena dipaksa bekerja lebih keras.

Pada SS 2 kita akan mencoba kembali dengan setingan CVT yang lebih kendur untuk membuat belt lebih bertahan lama. Namun saat semua sudah siap dan waktu TC tersisa tinggal 10 menit, mobil tidak bisa dinyalakan. Ternyata aki yang sudah aus tidak mampu memberikan pengapian sempurna kedalam mesin.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 4

Dengan penuh kekecewaan kita keluar dari mobil yang belum se-sentimeter pun bergerak dari paddock.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban adit 5

Pada hari kedua, dengan persiapan yang cukup matang dan aki yang sudah diganti, UTV dapat berjalan dengan baik. Dengan diawali pemeriksaan lintasan pada pukul 5.30 pagi, saya berjalan menyusuri lintasan, dan ternyata lintasan yang sengaja di siram pada sore sehari sebelumnya masih cukup lembab yang membuat di beberapa sisi lintasan licin.

Kemudian ban diganti dengan ban basah. Alhasil pada SS 3 kita dapat finish, walaupun masih dengan masalah yang sama, pembacaan pacenote yang masih kurang baik. Hasilnya adalah 3 menit 13 detik. Sedangkan para pesaing memiliki catatan waktu rata-rata sekitar 3:06 detik, cukup jauh. Dan kita merasakan setingan CVT yang sudah menggunakan per yang lebih kendur ternyata kurang responsive.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban steve 6

Kepala mekanik yang di bawa dari Yogyakarta, Steve akhirnya harus bertanya kepada tim-tim sebelah bagaimana agar mendapatkan settingan CVT yang terbaik, namun hasilnya kurang lebih sama dengan perhitungan tim Astri Mining.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 3

Kesimpulannya pada SS4 saya dan Wahyu Lamban harus memperbaiki cara menyetir dan lebih ngepush. Pada SS 4 dengan pergantian ban kering UTV meluncur dengan baik dengan full push. Lap pertama menjelang finish, mobil klontang dan mengakibatkan ban belakang kanan kempes karena tertekan hingga udara di dalam ban keluar.

Saya rasa, kita masih bisa menghabiskan sisa lap, namun Wahyu Lamban memutuskan untuk berhenti. Memang pada seri ini adalah seri untuk mencari data tentang karakter mobil dan perkenalan antara driver dan navigator. Sehingga Wahyu Lamban sendiri tidak terlalu memaksakan diri untuk mengejar garis finish.

Blegur astrimining GT Radial speed offroad wahyu lamban 5

Dengan semua hal yang terjadi pada saya dan Wahyu Lamban tampak berbeda dengan yang dialami H. Blegur dengan navigatori Hadek. Sejak SS 1 hingga SS 2 pada hari pertama, semua berjalan sangat lancar. Hebatnya lagi, H. Blegur tidak melakukan shake down atau latihan namun hasilnya H. Blegur berhasil membabat semua SS dengan sempurna yang akhirnya menduduki peringkat ke 3 pada kelas 5.1 UTV.

Namun dibalik itu semua, pengalaman 2 hari ini merupakan pembelajaran bagi saya dan Wahyu Lamban bagaimana bekerja sebagai tim. Bagaimana menangani permasalah secara teknis maupun secara psikologis rekan satu tim.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect