Kejurnas Slalom putaran pertama yang bertemakan GT Radial Indonesia Night City Slalom ini tidak seperti seri-seri awal sebuah Kejurnas pada biasanya. Pada seri perdana ini sudah terlihat tim mana saja yang menguasai arena. Entah karena tim lain masih melihat kekuatan lawan atau 3 tim (TTI, NFT dan HTJRT) ini yang memang terlalu bersemangat di seri ini.

Pada heat kedua kelas A, (baca heat 1) persaingan adu kecepatan memperoleh waktu tercepat sangat terlihat antara NFT dan HTJRT. Dimana akhirnya untuk kedua kalianya (heat 1 dan heat 2) Herdiko dari HTJRT berhasil menjadi tercepat. Yang berarti sudah positif masuk babak Final.


Disusul dengan James Sanger ditempat kedua dan Demas Agil di posisi ketiga. Keduanya dari tim NFT, namun disana sudah berjaga-jaga ada Valentino yang untuk tahun ini memperkuat tim HTJRT di posisi keempat disusul Anjasara Wahyu di posisi kelima dengan menggunakan Toyota Etios.

Jadi bisa dibayangkan bahwa disini pertempuran pada babak final akan sangat sengit.



Kemudian untuk kelas F, persiangan sedikit bergeser yang di sana ada James sanger di posisi pertama dan di susul Alinka Hardianti di posisi kedua dan ketiga ada Adrianza Yunial, keduanya dari TTI (Toyota Team Indonesia) dan disusul Raditya P.A dari Jangkar Miring dan di nomer lima ada Dika C.H yang kali ini memperkuat Hercules Slalom Team asal Semarang.


Memang catatan waktu tadi sempat sedikit amburadul karena saat heat kedua kelas A sempat diguyur hujan. Hal itu mengakibatkan catatan waktu para peserta yang kebagian aspal basah turun 3 detik dibanding aspal kering.
Namun saat heat kedua kelas F semua bisa kembali normal.

Sedangkan pada babak final yang dimulai dari kelas B (penggerak belakang) ini berjalan cukup seru dimana berbagai kendaraan berpenggerak belakang mulai dari pickup hingga BMW bermain di babak ini. Memang beberapa kali terjadi susul menyusul catatan waktu namun Adrian Septianto dengan ciri khasnya mengendalikan mobil berhasil mencatatkan waktu 2 detik lebih cepat dari waktu sebelumnya.

Dan untuk juara umum kelas B dikuasai oleh HTJRT. Juara 1 di peroleh Adrian Septianto, juara 2 Koh Petrus, juara tiga diterima oleh Akbar Rais dan juara lima di pegang oleh Reindy Riupassa.

Dilanjutkan dengan Final kelas A dimana terdapat 30 peslalom dengan akumulasi catatan waktu terbaik. Persaingan cukup ketat dimana pertarungan yang paling menegangkan ada pada tim NFT dan HTJRT dimana pada catatan 5 besar ter dapat 3 pembalap HTJRT dan 2 NFT.



Demas Agil berhasil mencatatkan waktu terbaik 48.720. Setelah Demas dilanjutkan Valentino dari HTJRT namun catatan waktunya tidak berhasil menembus catatan waktu Demas. Kemudian James Sanger pun tidak bisa mencatatkan waktu lebih baik dari Demas, namun catatan waktunya cukup mepet yaitu 48.762 beda 0.042 detik. Tipis. Namun Herdiko yang merupakan anak yang paling “cool” di HTJRT ini mampu mencatatkan waktu 48.664, alhasil kegembiaraan tim tidak dapat di bendung.

Di kelas F pun persaingan cukup ketat. Dimana 20 peslalom terbaik masuk dan bertarung dengan cantik. Kali ini pertarungan terlihat focus pada NFT dan TTI dimana Ildo yang baru saja masuk seeded B ini berhasil mengganjal catatan waktu terbaik cukup lama yang kemudian di sambar oleh Demas dengan catatan waktu 2 detik lebih baik.

Dan catatan waktu Demas juga dapat bertahan walaupun TTI beberapa kali mendekati catatan waktu Demas dengan selisih sekitar 0.020an detik. Miko Mahaputra, Adrianza Yunial bahkan Alinka hanya bisa “nyerempet” catatan waktu Demas. Namun pada pertandingan akhir yang itu adalah James Sanger berhasil mencetak waktu terbaik yang artiknya James Sanger dari NFT berhasil memperoleh juara 1 dan 2 (James Sanger dan Demas Agil)

GT Radial yang merupakan official tires Indonesia Night City Slalom 2016, melalui Pak Arijanto yang merupakan General Manager Sales and Retail PT. Gajah Tunggal Tbk ini Mengatakan bahwa event perdana kali ini adalah awal mula yang baik, dan harapannya untuk seri-seri berikutnya dapat lebih seru dan bermunculan peslalom-peslalom baru.

